9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan Lengkap

Amensalisme – Yang dimaksud dengan amensalisme adalah kebalikan dari simbiosis komensialisme. Yaitu pola interaksi yang terjadi pada saat suatu makhluk hidup atau organisma yang bisa merugikan organisme yang lainnya, dengan cara mengeluarkan zat atau senyawa yang berbahaya. Kesimpulannya simbiosis amensalisme adalah pola interaksi antar makhluk hidup, yang dimana salah satu pihak akan dirugikan dan pihak lainnya memiliki kondisi yang stabil.

9 Contoh Simbiosis Amensalisme Pada Tumbuhan Lengkap

Contohnya yaitu :

1. Pohon Walnut dengan tumbuhan yang ada di sekitarnya

Pohon walnut adalah jenis tanaman yang menghasilkan kacang walnut yang kini digemari banyak orang di Indonesia. Walaupun menguntungkan bagi banyak orang, tetapi keberadaan pohon ini dapat merugikan tanaman yang lainnya. Karena pohon walnut mempunyai senyawa alelopati, yang merupakan senyawa yang mempunyai sifat kimia dengan sifat yang bisa merusak atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang ada di sekitarnya.

Tujuan dari pohon walnut ini dalam mengeluarkan senyawa tersebut adalah supaya mendapat nutrisi yang lebih bagus, dan lebih berkompetisi dengan tanaman yang ada di sekitarnya. Sehingga interaksi antar pohon walnut dengan tanaman yang lainnya mengalami hambatan dalam proses perkembangbiakannya karena senyawa itu.

2. Gulma dengan Tanaman Produksi

Tanaman gulma juga bisa mengeluarkan senyawa alelopati seperti walnut. Berdasarkan pengamatan, tanaman alang-alang juga menjadi salah satu tanaman gulma yang efek senyawa alelopati yang sangat kuat. Tak heran bila tanaman alang-alang tersebut pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan tanaman yang ada di sekitarnya.

Keberadaan tanaman gulma itu bila tidak segera dikendalikan secepat mungkin, resikonya bisa menurunkan hasil panen dari suatu tanaman. Misalnya tanaman gulma yang hidup dekat pohon jambu, maka jambu itu tidak akan menghasilkan buah yang banyak seperti pohon jambu pada umumnya. Karena gulma itu akan mengambil air, mineral serta unsur hara, ruang tempat serta efektifitas cahaya matahari dari pohon jambu tersebut. untuk digunakan oleh dirinya sendiri, sehingga akan mengakibatkan produktivitas panen menjadi menurun secara drastis. Pola interaksi yang terjadi diantara keduanya masuk pada contoh simbiosi amensalisme.

Baca Juga :   Metabolisme Protein : Pengertian dan Fungsinya di Dalam Tubuh

3. Jamur Penicillium sp dengan Bakteri Gram Positif

Jamur terdiri dari berbagai macam jenis dan dengan kandungan yang berbeda-beda, ada jamur yang menguntungkan, tapi ada pula jamur yang merugikan tanaman lainnya. Sama halnya dengan jamur Penicillum sp yang merupakan jamur yang biasanya digunakan di dalam bioteknologi modern. Jamur jenis ini adalah jamur yang bisa diolah untuk menjadi antibiotik bagi manusia.

Walaupun bermanfaat bagi manusia, tetapi jamur jenis ini bisa menghambat perkembangan bakteri gram positif yang merupakan jenis bakteri yang bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit yang mematikan. Pada pola interaksi ini jamur itu akan mengaluarkan senyawa alelopati yang bisa menghambat perkembangan bakteri. Bahkan bisa mematikan bakteri tersebut.

4. Pohon Pinus dengan Tumbuhan yang ada di sekitarnya

Interaksi berikutnya adalah antara pohon pinus dengan tanaman yang ada di sekitarnya. Sama dengan pohon walnut. Apakah anda pernah melihat tanaman lain di sekitar pohon pinus? Jawabannya tentu tidak. Karena pohon pinus mampu mengeluarkan senyawa seperti pohon walnut.

Tak heran bila dalam 1 lahan yang luas hanya ditumbuhi dengan pohon pinus saja. Beberapa orang menamainya hutan pinus, karena memang tak ada tumbuhan lain yang bisa hidup dengan subur di sekitarnya. Bila ada pun hanya rerumputan saja. Fungsi lainnya dari senyawa alelopati ini adalah untuk mempertahankan diri dari serangan patogen tanaman yang bisa merugikannya.

5. Rumput Teki dengan Tumbuhan di sekitarnya

Contoh lainnya dari simbiosis amensalisme adalah rumput teki dengan tumbuhan lain di sekitarnya. Rumput teki sering disebut dengan suket yang pertumbuhannya sangat subur. Mereka akan terus tumbuh dan subur, dan bereproduksi dengan cepat di suatu wilayah. Tak heran bila di suatu pekarangan rumah atau lahan yang luas, ada banyak rumput teki. Karena rumput teki juga mengeluarkan senyawa yang beracun yang mengakibatkan tumbuhan di sekitarnya mengalami hambatan, dalam perkembangan pertumbuhannya.

Baca Juga :   Narkotika : Pengertian, Definisi, Jenis dan Contohnya Lengkap

Rumput teki juga dapat mengambil unsur hara dan unsur lainnya di dalam tanah milik tanaman lain, sehingga tanaman lain menjadi kurang nutrisinya dalam melakukan fotosintesis. Sehingga tanaman itu tidak akan menghasilkan makanan yang cukup, dalam memenuhi kebutuhannya dan tanaman itu menjadi cepat layu.

6. Dinoflagellata dengan Fitoplankton

Dinoflagellata adalah jenis mikroorganisme yang masuk dalam kelompok alga. Tetapi Dinoflagellata ini mempunyai bentuk yang sangat unik, dan beberapa bentuk lainnya menyerupai alga pada umumnya. Beberapa yang lainnya juga berbentuk seperti diatome. Dinoflagellata dikenal sebagai mikroorganisme dengan sel tunggal, yang bisa mengeluarkan senyawa alelokimia yang akan memberi dampak buruk pada binatang lain dan fitoplankton.

Senyawa alelokimia yang dikeluarkan itu bisa mengubah warna air laut menjadi kemerahan. Hal itulah yang menyebabkan binatang laut terganggu karena airnya tidak mengandung oksigen yang bersih, bahkan bisa membunuh binatang di sana.

7. Brokoli dengan Kubis

Brokoli adalah jenis sayuran yang banyak manfaatnya. Tetapi dalam hal ini brokoli dengan senyawa residunya bisa mencegah pertumbuhan dari jamur vertilicium, yang bisa mengakibatkan tanaman menjadi layu. Tetapi dalam kasus ini senyawa itu tidak berlaku pada sayuran kubis, karena bisa membuat kubis menjadi cepat layu dan membusuk. Sehingga tidak dianjurkan menyimpan brokoli dengan kubis di satu tempat, karena akan merugikan kubis dengan senyawa yang dimiliki oleh brokoli.

8. Lantana dengan Gulma Anggur

Lantana atau saliara adalah kelompok tanaman bunga yang termasuk dalam family Verbenaceae, yang biasa ditemukan di daerah tropis seperti di Amerika Tengah dan Selatan. Sama dengan jenis tanaman yang disebutkan di atas Lantana juga menghasilkan senyawa alelopati, yang bisa memberi dampak pertumbuhan dan perkembangan dari gulma anggur.

Baca Juga :   Tulang Rawan (Kartilago) : Pengertian, Ciri, Komponen dan Fungsinya Lengkap

Walaupun gulma anggur adalah tanaman yang merugikan tetapi gulma itu kalah dengan senyawa yang dihasilkan oleh lantana. Yang efeknya lebih kuat dibanding tanaman gulma anggur. Pola interaksi yang terjadi pada keduanya masuk dalam contoh amensalisme karena tanaman lantana menghasilkan senyawa kimia, yang merugikan tanaman lain dan tanaman lantana sendiri akan baik-baik saja.

9. Lamtoro dengan Gandum

Tumbuhan lamtoro atau yang dikenal dengan kemladingan adalah salah satu tanaman yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar. Walaupun tanaman ini memiliki manfaat yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit, tetapi tanaman ini bisa merugikan tanaman lain. Dan walaupun tanaman lamtoro menggunakan sistem tumpang sari di beberapa tanaman, tapi tidak berlaku untuk tanaman gandum dan kunir.

Karena ada senyawa yang dikeluarkan oleh lamtoro sehingga akan memberi dampak yang buruk, bagi gandum atau kunir. Tetapi hal ini juga tidak berlaku bagi tanaman jagung atau padi, karena mereka memang tidak menerima dampak buruknya.

Sekian pembahasan dan penjelasan lengkap tentang 9 contoh amensalisme pada tumbuhan. Semoga artikel ini dapat dipahami dan memberi manfaat bagi setiap pembaca.

Baca Juga :