Amperemeter : Pengertian, Fungsi, Dan Cara Pengukurannya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Fungsi, Dan Cara Menggunakan Amperemeter

Amperemeter ­– Amperemeter adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya kuat arus listrik, yang melewati suatu rangkaian. Biasanya akan ditemukan tulisan amperemeter atau A pada alat amperemeter tersebut. lalu tulisan milliamperemeter (mA), atau mikroamperemeter. Ada dua jenis amperemeter diantaranya yaitu amperemeter analog dan amperemeter digital. Amperemeter ideal adalah amperemeter yang mempunyai hambatan dalam ukuran kecil. Sehingga kuat arus yang diukur oleh amperemeter tersebut sama dengan kuat arus, yang melewati suatu rangkaian.

Pengertian, Fungsi, Dan Cara Menggunakan Amperemeter

Amperemeter juga mempunyai batas ukur tertentu, tetapi dalam penggunaannya batas ukur ini bisa diperbesar kembali dengan cara merangkaianya secara paralel bersama resistansi yang disebut dengan resistansi shunt (Rsh).

Amperemeter juga melewati arus melalui sebuah alat ukur, atau melalui clamp ampere (tang). Anda bisa perhatikan lebih detail bagaimana rating arus yang akan diukur dengan menggunakan kapasitas alat ukur yang dimiliki.

Cara pengukurannya yaitu :

Ada dua cara yang bisa dilakukan dalam pengukuran dengan menggunakan amperemeter. Diantaranya yaitu :

1. Ampere meter yang tidak memiliki clamp ampere

Pada dasarnya clamp ampere ini memiliki arti menggenggam, yang fungsinya untuk membentuk kalang yang tertutup. Clamp yang bentuknya lingkaran yang dapat menyatu dengan alat ukur, atau terpisah. Biasanya amperemeter yang tidak menggunakan clamp ampere adalah model amperemeter analog. Berikut ini cara melakukan pengukurannya :

  • Amperemeter dipasang secara seri dengan bebannya.
  • Atur Knop dalam pemilih cakupan yang mendekati cakupan yang tepat atau di bagian atas cakupan, yang diprediksi dengan menggunakan perhitungan arus secara teori.
  • Apabila sudah yakin rangkaiannya sudah benar, maka hidupkan kembali sumber tegangan dan baca kembali gerakan jarum penunjuk pada skala V dan juga A. hasil pembacaan akan baik bila posisi jarum lebih besar 60% dari skala penuh meter.
  • Jika simpangannya terlalu kecil maka lakukanlah pengecekan lagi, apakah cakupanya sudah benar dan apakah pembacaannya masih dibawah cakupan pengukuran di bagian bawahnya. Bila ya maka matikan power supply dengan memindahkan knob di cakupan yang lebih kecil.
  • Kemudian nyalakan kembali sumber tegangan baca jarum penunjuk, sampai pada posisi yang lebih mudah dibaca.
  • Hindari kesalahan dalam hal pemasangan polaritas pada sumber tegangan, karena hal itu akan menyebabkan arah simpangan jarum yang berlawanan dengan yang seharusnya. Apabila arus terlalu besar maka hal itu bisa merusak jarum penunjuknya.
Baca Juga :   Hukum Ohm : Pengertian, Rumus, Dan Bunyinya Lengkap

2. Amperemeter yang memiliki clamp ampere

Pada umumnya model amperemeter digital memiliki clamp ampere, baik menyatu dengan alat ukur ataupun terpisah. Berikut cara pengukurannya :

Pengukuran amperemeter ini tidak harus memutus rangkaian, cukup dengan meletakkan clamp ampere saja pada kabel yang akan diukur. Dengan memilih range yang sesuai terlebih dahulu.

Sebagai penutup seri alat ukur, maka berikut ini adalah fitur pada alat ukur atau multimeter yang dapat dimanfaatkan. Berikut penjelasannya.

  1. Auto Ranging : Keistimewaan pada pemilihan range sendiri, harus mengatur rangkaian pengukuran alat ukur dengan cara otomatis pada range atau rentang tegangan, arus, atau tahanan yang benar.
  2. Auto Polarity : Keistimewaan polaritas otomatis, plus atau minus yang diaktifkan pada display digital, yang menunjukkan polaritas ketika pengukuran DC dan tidak perlu khawatir ujung coloknya akan terbalik.
  3. Hold : Adalah tombol penahanan yang menangkap pembacaan dan tampilan yang berasal dari memori walaupun colok sudah terlepas. Hal ini menjadi bermanfaat, khususnya bila mengukur di tempat tertentu yang dimana anda menjadi tidak bisa membaca dengan jelas bagaimana hasil pengukurannya.
  4. Dioda test : Biasanya digunakan untuk mengecek bias maju dan mundur, dari sambungan semikonduktor. Pada umumnya bila dioda ini dihubungkan dengan bias maju meter, maka akan menampilkan suatu penurunan tegangan maju dan akan berbunyi sebentar. Sedangkan pada bias mundur alat ukur akan menunjuk ke angka nol dan memancarkan suara yang terus menerus.
  5. Max/min : Biasanya digunakan untuk mengetahui nilai minimal dan maksimal pengukuran, selama alat ukur itu dicolok.
  6. Response Time : Waktu respon adalah jumlah detik multimeter digital yang dibutuhkan rangkaian elektronis dalam menentukan keakuratan kerja.

Demikian pembahasan dan penjelasan lengkap mengenai amperemeter. Semoga dapat menambah wawasan anda, dan memberi manfaat.

Baca Juga :   Gelombang Transversal : Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya Lengkap

Baca Juga :