Biota Laut : Pengertian, Manfaat, Dan Jenisnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Manfaat Dan Jenis Biota Laut

Biota Laut – Bumi kita terdiri dari lautan dan juga daratan, yang dimana lautan termasuk bagian yang paling besar yaitu sekitar 2/3 bagian dari bumi. Laut juga menjadi habitat beragam organisme yang hidup di dalamnya, yang sudah berevolusi dan beradaptasi dengan keadaan lingkungan mereka. Semua jenis makhluk hidup yang hidup di dalam laut baik hewan, tumbuhan, maupun karang disebut dengan biota laut.

Di seluruh lautan yang ada di bumi, organisme atau biota laut tidak merata. Karena karakteristik lingkungan di laut yang menyebabkan terciptanya habitat yang berbeda-beda, dan pengaruh dari jenis organisme yang hidup di sana. Karakteristik dari lautan diantaranya yaitu ketersediaan cahaya, kedalaman air, dan kompleksitas topografi laut.

Jenis Biota Laut

Biota laut diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yang besar yaitu tumbuhan dan hewan. Pada perkembangannya kedua kelompok tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, yang dilihat dari karakteristik dan sifatnya. Pengelompokkan biota laut berdasarkan sifatnya dibagi menjadi :

Plankton

Plankton merupakan jenis organisme mikroskopis yang hidup di bagian atas, atau di permukaan samudra, laut, dan juga perairan lainnya. Nama plankton ini berasal dari bahasa Yunani yaitu Planktos yang artinya pengembara. Pada umumnya ukuran plankton adalah 1 mm atau sekitar 0,000039 inci. Tapi ada juga jenis plankton yang ukurannya lebih besar contohnya seperti ubur-ubur yang lebar dan panjang tentakelnya mencapai 15 M.

Plankton ini berasal dari sisa tumbuhan dan juga hewan laut. Organisme yang satu ini dianggap sebagai makanan bagi organisme besar lainnya, yang hidup di perairan seperti misalnya ikan, kerang, batu karang, dan paus. Walaupun tergolong ke dalam jenis organisme hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang dan juga angin yang menghanyutkannya. Pesisir laut juga menjadi habitat yang baik untuk perkembangan plankton, yang dimana wilayah pesisir itu memiliki kandungan garam mineral dan sinar matahari yang baik untuk plankton.

Berikut ini beberapa jenis plankton yang diklasifikasikan berdasarkan sifatnya :

  • Fitoplankton

Merupakan jenis organisme mikroskopis yang hidupnya di zona eufotik, atau permukaan remang lau yang mampu mensintesis makanannya sendiri. Yang berupa bahan organik yang diolah dari beberapa bahan anorganik, melalui bantuan dari sinar matahari. Selain bisa memproduksi makananya sendiri, fitoplankton juga menjadi penyedia energi bagi hampir seluruh kehidupan yang ada di laut. Nama fitoplankton berasal dari bahasa Yunani yaitu phyton, yang artinya adalah tumbuhan dan planktos yang artinya adalah pengembara.

Jenis fitoplankton lainnya yaitu Cyanobakteria. Yang juga biasa disebut dengan ganggang biru. Yang tergolong ke dalam jenis bakteri dan merupakan organisme yang pertama di bumi, yang dikembangkan dengan melalui proses fotosintesis. Jenis ini juga merupakan salah satu organisme, yang mampu mengambil dan mengolah nitrogen dari udara menjadi molekul organik. Yang kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan dan hewan.

  • Diatom

Adalah jenis protista yang termasuk ke dalam jenis gangang, yang mempunyai sel tunggal dengan dinding sel pelindung, yang dibuat dari silika. Jenis ini juga merupakan fitoplankton yang jumlahnya paling melimpah. Pada kondisi yang menguntungkan, diatom bisa bereproduksi dengan cepat sehingga keberadaan mereka dapat mendominasi wilayah perairan tertentu. Tetapi jika kondisinya tidak menguntungkan, misalnya saat terjadi musim dingin atau berkurangnya sumber nutrisi, maka organisme tersebut bisa tenggelam ke tingkat yang lebih rendah, sehingga arus akan mengembalikan kembali ke permukaan.

  • Dinoflagellata

Jenis ini sama-sama tergolong jenis protista, tetapi dinoflagellata dan diatom mempunyai ciri fisik yang berbeda. Dinoflagellata memiliki alat gerak yang berupa cambuk getar atau flagel, yang dimana di dalamnya terdapat beberapa sel reseptor yang digunakan untuk alat indera untuk mengetahui keadaan lingkungannya dan menjadi alat bantu dalam mendapatkan makanan. Jenis fitoplankton memiliki peran dalam munculnya gejala pasang merah, yang menjadi peristiwa dimana perairan laut terlihat memerah. Kondisi ini diakibatkan oleh meledaknya jumlah populasi, dari jenis dinoflagellata yang bisa berakibat pada terjadinya kematian massal dari para penghuni laut lain yang diakibatkan oleh keracunan.

Baca Juga :   8 Macam Zat Aditif Pada Makanan Cepat Saji dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Zooplankton

Merupakan sejenis organisme yang sebagian besar hidupnya berada di perairan permukaan, dengan ukuran tubuh yang lebih dari 0,05 mm. zooplankton termasuk ke dalam kategori yang meliputi beragam ukuran organisme, termasuk protazoa yang kecil dan metazons yang besar.

Spesies dari zooplankton tidak tersebar dengan merata namun secara acak, di suatu wilayah laut tertentu. Zooplankton juga termasuk ke dalam jenis hewan perairan yang sumber makanannya merupakan fitoplankton ataupun zooplankton lainnya. Zooplankton juga bisa bertindak sebagai reservoir penyakit.

Berdasarkan siklus hidupnya, zooplankton dibedakan menjadi dua golongan yaitu :

  • Meroplankton

Meroplankton telah menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva.

  • Holoplankton

Holoplankton atau plankton tetap menghabiskan seluruh hidupnya sebagai plankton.

Jika dilihat dari ukuran tubuhnya zooplankton ini dibagi ke dalam empat golongan, yaitu sebagai berikut :

  1. Mikroplankton yang memiliki ukuran 20 hingga 200 µm
  2. Mesoplankton yang memiliki ukuran 200 µm hingga 2 mm
  3. Makroplankton yang memiliki ukuran 2 hingga 20 mm
  4. Mikronekton yang memiliki ukuran 20 hingga 200 mm
  5. Megaloplankton yang memiliki ukuran lebih dari 200 mm

Organisme yang tergolong ke dalam zooplankton, diantaranya yaitu :

  1. Copepoda. Yaitu sejenis kurtasea yang ukuran panjangnya sekitar 1-2 mm. tetapi beberapa jenis yang lainnya berukuran lebih besar. Spesies yang satu ini mempunyai satu mata. Kebanyakan spesiesnya memakan fitoplankton yang bersel tunggal, dan pada gilirannya copepoda akan menjadi makanan bagi ikan atau hewan perairan lainnya yang lebih besar.
  2. Krill. Adalah sejenis krustasea yang mirip dengan udang yang panjang, dengan ukuran 1-2 cm. walaupun masih bisa terbawa oleh arus air, namun jenis plankton yang satu ini mempunyai kemampuan dalam berenang. Itulah mengapa Krill tidak sepenuhnya dianggap sebagai plankton. Sebagian besar dari spesies ini membentuk kawanan yang di dalamnya terdapat milyaran spesies tersebut. krill juga menjadi makanan untuk beberapa jenis hewan perariran seperti misalnya paus.
  3. Ubur-ubur. Adalah salah satu hewan perairan yang termasuk ke dalam golongan jenis plankton yang paling besar. Diameter tubuhnya mencapai 2 M dengan tentakel yang ukurannya bisa mencapai 15 M. ubur-ubur juga mengkonsumsi jenis zooplankton dan ikan yang kecil-kecil.
  4. Larva ikan, cacing laut, karang dan berbagai spesies perairan yang lainnya. Yang sudah dianggap sebagai golongan zooplankton.

Bacterioplankton

Adalah golongan bakteri yang semasa hidupnya bekerja untuk menguraikan sisa organisme yang lainnya. Sama dengan fitoplankton, jenis bacterioplankton ini mampu bersintesis sendiri. Spesies ini juga hampir selalu ditemukan di bagian atau tingkatan laut. Bukan hanya di daerah permukaannya saja, seperti jenis plankton lainnya. Bacterioplankton juga menguraikan sisa organisme yang lainnya sehingga nutrisinya bisa digunakan kembali menjadi sumber makanan bagi zooplankton. Jenis ini diantaranya yaitu mycoplankton, jamur, serta organisme jamur lain yang signifikan dalam siklus hara.

Berdasarkan ukurannya plankton digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu :

  1. Megaplankton. Yang ukurannya lebih dari 20 cm atau dari 20 sampai 20 cm, contohnya ubur ubur, ctenophore, salps dan pyrosomes (pelagis Tunicata), Cephalopoda, serta Amphipoda.
  2. Macroplankton. Ukurannya 2-20 cm, contohnya Pteropods, Chaetognaths, Euphausiacea (krill), Medusa, ctenophore, salps, doliolids dan pyrosomes (pelagis Tunicata), Cephalopoda, Janthinidae, serta Amphipoda.
  3. Mesoplankton. Ukurannya sekitar 0,2-20 mm. contohnya copepoda, medusa, ostracoda, cladocera, chaetognaths, pteropods, heteropoda, serta tunicata.
  4. Mikroplankton. Ukurannya 20-200 M. contohnya spesies fitoplankton, protozoa foraminifera, tintinnids, ciliates, rotifera, copepoda nauplii.
  5. Nanoplankton. Ukurannya 2-22 µm. contohnya diatom kecil, flagellata kecil, pyrrophyta, chrysophyta, clorophyta, serta xantophyta.
  6. Picoplankton. Ukurannya 0,2-2 µm. contohnya sebagian besar jenis bakteri, serta chrisophyta.
  7. Femtoplankton. Ukurannya kurang dari 0,2 µm. contohnya virus laut.
Baca Juga :   Batuan Sedimen : Pengertian, Jenis dan Contohnya Lengkap

Plankton bisa ditemui di seluruh wilayah perairan baik di samudra, danau, laut, ataupun jenis perairan lainnya. Variabilitas spesies yang satu ini tergantung pada beberapa faktor seperti :

  1. Ketersediaan cahaya. Yang dimana hampir seluruh ekosistem plankton pertumbuhannya dipengaruhi oleh ketersediaan energi surya. Contohnya pada daerah yang perairannya memiliki ketersediaan cahaya yang rendah. Maka pertumbuhan fitoplankton di daerah itu pun akan ikut menurun.
  2. Ketersediaan unsur hara. Walaupun sebagian besar wilayah perairan tropis dan subtropis mempunya cahaya yang melimpah, tetapi bila ketersediaan nutrisinya seperti folat, nitran dan silikat sangat rendah maka hal itu akan berpengaruh pada pertumbuhan plankton.
  3. Perubahan suhu juga memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan plankton, yang dimana suhu air di suatu wilayah perairan bisa mempengaruhi kadar oksigen dan daya toksit di daerah tersebut. plankton juga bisa berkembang dengan optimal di wilayah perairan yang suhunya antara 25-30 derajat celcius.
  4. Pergerakan air atau arus air menjadi agen yang membantu suplai makanan bagi pertumbuhan plankton.
  5. Kondisi pH atau tingkat keasaman air yang terlalu tinggi bisa menyebabkan terganggunya proses fisiologis plankton.

Nekton

Adalah jenis organisme perenang aktif di suatu wilayah perairan, baik air tawar maupun air laut. Nekton juga sering dikenal sebagai predator teratas, di sebagian besar rantai makanan yang ada di laut. Kata nekton itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang artinya berenang. Yang mendasari perbedaan, diantara nekton dan plankton, bahwa nekton memiliki kemampuan berenang tanpa harus mengandalkan arus laut. Nekton juga bisa dijumpai di hampir seluruh wilayah dan garis lintang perairan laut.

Ikan adalah kelompok nekton yang paling besar yang berjumlah 16000 spesies. Nekton juga membentuk dasar perikanan yang cukup penting di muka bumi. Yang dimana nekton merupakan pemangsa plankton yang mempunyai berbagai macam manfaat bagi kehidupan manusia. Seperti misalnya peningkatan gizi dan peningkatan perekonomian. Bangkai organisme yang tergolong pada nekton, mampu menumpuk di dasar laut yang menjadi bahan dasar pembentukan mineral laut seperti pada minyak dan gas.

Secara umum nekton mempunyai beberapa karakteristik seperti :

  1. Mampu bergerak dan berenang sendiri tanpa harus mengandalkan bantuan arus air. Ia juga sangat aktif saat berenang.
  2. Merupakan konsumen dari zona pelagik.
  3. Terdiri dari hewan intervetebrata dan vertebrata.
  4. Usia hidupnya juga lebih panjang daripada plankton, biasanya vertebrata masa hidupnya 5 hingga 10 tahun, sedangkan invertebrata sekitar 1 tahun.
  5. Melakukan migrasi yang terkait dengan sebuah proses reproduksi.

Nekton terdiri dari kelompok ikan yang memiliki tulang belakang seperti kan cucut, ikan pari, spesies reptil laut, serta beberapa jenis mamalia laut.

Klasifikasi Nekton

  • Meroepilagik

Adalah sekelompok ikan yang menghabiskan sebagian waktunya di wilayah epilegik laut, seperti zona laut yang mempunyai tingkat kedalaman 0-200 M atau sekitar 656 kaki. Kelompok ini juga mempunyai keragaman pola hidup yang seperti kelompok organisme yang menghabiskan waktu dewasanya, di wilayah epilegik tetapi terpisah dari daerah pantai seperti misalnya lintang jinak, geger, haring.

Organisme yang memasuki wilayah epilegik hanya di beberapa waktu tertentu saja, seperti pada kelompok ikan lentera yang hanya muncul di permukaan malam hari untuk mencari makanan. Kelompok organisme yang menghabiskan masa dewasanya di daerah lainnya, tetapi menghabiskan waktu di awal daur hidupnya di zona epilegik.

  • Holoepilagik

Adalah kelompok organisme perairan yang menghabiskan seluruh waktu hidupnya di zona epilegik. Beberapa spesies yang termasuk pada kelompok ini diantaranya yaitu  ikan hiu cucut martil, ikan hiu mackerel, ikan hiu cucut biru, ikan tuna, ikan terbang, ikan cucut gergaji, setuthuk, lemuru, ikan dayung, dan lain sebagainya. Nekton diklasifikasikan berdasarkan kelasnya seperti berikut ini :

  1. Vertebrata. Yang merupakan kelompok nekton yang terdiri dari beberapa hewan bertulang belakang seperti reptil, mamalia, dan berbagai jenis ikan.
  2. Molusca. Adalah kelompok nekton yang terdiri dari hewan invertebrata yang mempunyai tubuh yang lunak, seperti cumi, kerang dan gurita.
  3. Crustacea. Adalah kelompok antropoda yang mempunyai kulit yang keras atau memiliki cangkang seperti udang, kepiting, lobstera dan lain sebagainya.
Baca Juga :   Metabolisme Protein : Pengertian dan Fungsinya di Dalam Tubuh

Benthos

Adalah sejenis organisme yang hidup di zona bentik yaitu di dasar laut. Benthos adalah organisme yang melimpah di sedimen permukaan landas kontinen, dan di perairan yang lebih dalam lagi. Karena cahaya tidak bisa menembus wilayah bentik maka organisme yang tinggal di lingkungan itu, mendapat energi dari beberapa bahan organik yang turun dari zona yang lebih tinggi. Bisa dikatakan bahwa rantai makanan organisme benthik ditopang oleh benda yang mati atau membusuk, yang melayang dari zona yang lebih tinggi. Sumber utama makanan organisme benthos adalah ganggang dan limpasan organik tanah. Beberapa faktor sepertu suhu, salinitas, kedalaman air, dan jenis subtrat lokal yang ada akan sangat berpengaruh pada perkembangan organisme bentik tersebut.

Jenis-jenis organisme yang termasuk benthos ini antara lain yaitu kelompok protozoa, sponge, Coelenterate, Rotifera, Nematode, Bryozoa, Decapoda, Ostracoda, Cladocera, Cpopoda, Pelecypoda, Gastropoda, Insekta, dan Lintah. Organisme bentik yang lainnya misalnya seperti bintang laut, tiram, kerang, teripang, bintang rapuh dan anemon laut, mempunyai peran yang sangat penting yaitu sebagai sumber makanan untuk ikan dan manusia.

Peranan organisme benthos ini diantaranya yaitu :

  1. Bisa membantu mendaur ulang beberapa bahan organik.
  2. Memiliki peran penting dalam siklus rantai makanan.
  3. Bisa membantu proses mineralisasi.
  4. Karena memiliki siklus hidup yang panjang dan pergerakannya yang terbatas, organisme benthos ini juga dijadikan sebagai indikator pada terjadinya pencemaran.

Klasifikasi Benthos

  • Makrobenthos

Jenis benthos ini terdiri dari beragam jenis organisme bentik yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari 1 mm, sehingga organisme itu masih dapat dilihat dari mata. Contohnya adalah cacing polychaete, bivalvia, echinodermata, anemon laut, karang, spons, lobster dan cumaceans.

  • Meiobenthos

Meiobenthos terdiri dari organisme bentik, yang mempunyai ukuran yang kecil yaitu kurang dari 1 mm, tetapi lebih besar dari 0,1 mm. beragam spesies yang tergolong ke dalam meiobenthos ini yaitu nematoda, foraminiferans, beruang air, copepoda, dan ostracode.

  • Microbenthos

Terdiri dari organisme bentik yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. contoh dari microbenthos ini adalah bakteri, diatom, ciliates, amuba, serta flagelata.

Berdasarkan jenisnya benthos dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

  1. Zoobenthos. Yang terdiri dari beragam binatang yang hidupnya di zona bentik.
  2. Pthyobenthos. Terdiri dari beragam tanaman yang terdapat pada zona bentik khususnya diatom bentik dan makroalga atau rumput laut.
  3. Endobhentos. Adalah jenis organisme benthos yang mempunyai kehidupan yang terkubur sedimen, khususnya di daerah lapisan oksigen atas. Misalnya pena laut atau dolar pasir.
  4. Epibenthos. Terdiri dari organisme benthik yang hidupnya di atas sedimen seperti cod batu.
  5. Hyperbhentos. Terdiri dari organisme yang hidup tepat di atas sedimen seperti cod batu.

Upaya Dalam Menjaga Biota Laut

Ternyata memang ada banyak sekali jenis biota laut yang dimana, keberadaannya memiliki peran yang berarti bagi hidup manusia. Tetapi sekarang ada banyak masalah yang mengancam kelestarian biota laut tersebut, yaitu terjadinya kepunahan masal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kombinasi dari temperaturnya yang tinggi, pengasaman, dan minimnya jumlah oksigen. Menurut studi perubahan iklim dan penangkapan ikan yang terjadi tidak terkendali, juga menjadi salah satu faktor penyebab dari kepunahan kehidupan laut tersebut. berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga biota laut :

  1. Melestarikan hutan bakau yang letaknya berada di dekat pantai.
  2. Larangan terhadap pengambilan dari terumbu karang yang menjadi habitat bagi beberapa ikan.
  3. Larangan pada penggunaan bahan peledak atau kimia lainnya, dan penggunaan pukat harimau untuk menangkap ikan.
  4. Tidak membuang sampah atau limbah industri ke lautan.

Demikian penjelasan lengkap mengenai biota laut. Semoga dapat dipahami dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :