Ciri-Ciri Pembelajaran Dalam Pendidikan – Pengertian, Prinsip dan Langkahnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Ciri-Ciri Pembelajaran Dalam Pendidikan Lengkap

Ciri-Ciri Pembelajaran – Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ciri-ciri pembelajaran yang ada di dunia pendidikan di Indonesia. Seperti apa itu pembelajaran? Dan apa fungsinya bagi anak didik di Indonesia? Berikut ini penjelasan dan pembahasan lengkapnya.

Ciri-Ciri Pembelajaran Dalam Pendidikan - Pengertian, Prinsip dan Langkahnya Lengkap

Oemar Hamalik (1999) memaparkan ada tiga ciri khas dalam sistem pembelajaran, yang diantaranya sebagai berikut :

  1. Rencana. Merupakan penataan ketenagaan, material, dan juga prosedur yang merupakan unsur di dalam sistem pembelajaran di dalam suatu rencana khusus.
  2. Kesalingtergantungan. Diantara beberapa unsur sistem pembelajaran yang serasi di dalam suatu keseluruhan. Setiap unsurnya bersifat esensial dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran tersebut.
  3. Tujuan. Sistem pembelajaran memiliki tujuan tertentu yang akan dicapainya. Ciri ini menjadi dasar perbedaan diantara sistem yang dibuat oleh manusia, dan sistem pemerintahan. Semuanya mempunyai tujuan. Sistem alami seperti contohnya ekologi, sistem kehidupan hewan, yang mempunyai unsur yang saling ketergantungan satu dengan yang lainnya. Yang disusun sesuai dengan rencana tertentu, tetapi tidak memiliki tujuan tertentu. Tujuan sistemnya menuntun proses dalam merancang sistem. Tujuan utama pada sistem pembelajaran supaya siswa belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah untuk mengorganisasi tenaga, material, dan prosedur supaya siswa belajar dengan cara yang efisien dan efektif.

Ciri-ciri pembelajaran yang lebih detail yaitu sebagai berikut :

  1. Memiliki tujuan. Yaitu untuk membentuk para siswa dalam suatu perkembangan tertentu.
  2. Terdapat mekanisme, prosedur, langkah-langkah, metode dan teknik yang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Fokus hanya pada materi ajar, yang terarah, dan terencana dengan baik.
  4. Adanya suatu aktivitas siswa yang menjadi syarat yang mutlak untuk keberlangsungan kegiatan dalam pembelajaran.
  5. Aktor guru yang cermat dan juga tepat.
  6. Adanya pola aturan yang ditaati oleh guru dan siswa dalam proporsinya masing-masing.
  7. Limit waktu dalam mencapai tujuan pembelajaran.
  8. Evaluasi. Baik evaluasi dalam proses ataupun dalam produk.
Baca Juga :   10 Masalah dan Dampak Negatif Kependudukan di Indonesia Serta Cara Mengatasinya

Yang menjadi kunci dalam menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa, mata ajaran, dan juga guru itu sendiri. Kebutuhan siswa bisa ditetapkan dengan apa yang akan dicapai, dikembangkan dan diapresiasikan. Mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum bisa ditentukan dengan hasil pendidikan yang diinginkan.

Pada prinsipnya pembelajaran harus melaksanakan langkah sebagai berikut :

  1. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan juga pelatihan atau perumusan masalah.
  2. Analisis kebutuhan untuk mentransformasikannya menjadi beberapa tujuan pembelajaran atau analisis masalah.
  3. Merancang metode serta materi pembelajaran atau pengembangan dalam suatu pemecahan.
  4. Pelaksanaan pembelajaran atau eksperimental.
  5. Menilai dan juga merevisi.

Guru bisa menyusun program pembelajaran berdasarkan pandangan Skinner. Di dalam menerapkan teori skinner, maka guru harus memerhatikan dua hal yang penting. Yaitu :

  • Pemilihan stimulus yang diskriminatif.
  • Penggunaan kekuatan.

Skinner juga berpendapat bahwa belajar adalah suatu perilaku. Ketika seseorang belajar maka responnya akan menjadi lebih baik. Di dalam belajar ditemukan beberapa hal berikut ini :

  1. Kesempatan terjadinya suatu peristiwa yang menimbulkan respon pembelajar.
  2. Adanya respon dari si pembelajar.
  3. Konsekuensi yang sifatnya menguatkan respon tersebut. pemerkuat pada sebuah stimulus yang menguatkan konsekuensi tersebut. ilustrasinya, saat respon si pembelajar yang baik akan diberi hadiah, sebaliknya bila respon si pembelajar tidak baik maka akan diberi teguran atau hukuman.

Langkah dalam pembelajaran yang berdasarkan teori condisioning operan yaitu sebagai berikut :

  1. Mempelajari keadaan di dalam kelas. Guru akan mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif dan negatif, untuk diberi tindakan yang sesuai.
  2. Membuat daftar penguat yang positif. Guru akan mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman dan juga kegiatan di luar sekolah yang bisa dijadikan penguat.
  3. Memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari dan jenis penguatnya.
  4. Membuat sebuah program pembelajaran. Yang isinya adalah urutan perilaku yang dikehendaki, penguat, dan waktu dalam mempelajari perilaku siswa serta evaluasi.
Baca Juga :   Sejarah dan Proses Masuknya Islam Ke Tanah Melayu

Sekian pembahasan dan penjelasan mengenai ciri-ciri pembelajaran di dalam dunia pendidikan. Semoga dapat dipahami dan dipelajari kembali dalam bidang pendidikan sehari-hari.

Baca Juga :