CMS (Content Management System) : Pengertian, Fungsi Dan Macamnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Fungsi Dan Macam – Macam CMS (Content Management System)

Pengertian CMS – Di zaman yang sudah serba modern ini kebutuhan dalam mengelola web menjadi hal yang utama. Web tidak hanya menjadi peluang bisnis saja, tetapi bisa juga menjadi sarana promo marketing, pembelajaran dan bisa juga menjadi hanya sekadar hobi saja. Dengan adanya blog, juga menjadi faktor yang utama dalam penggunaan web yang semakin meluas di masyarakat. Karena pihak pengelolan web tidak diharuskan menguasai atau menuliskan coding, coding yang secara keseluruhan terdapat ratusan barisan pada satu tampilan saja. Karena sudah dianggap terlalu lama, kini munculah sebuah teknologi yang dinamakan blog dan juga CMS.

Istilah pada web, blog dan CMS ini saling berhubungan. Di dalam pembuatan website kita harus menguasai bahasa pemrograman secara keseluruhan, seperti misalnya HTML, CSS, PHP dan lain sebagainya karena sudah dibuat secara keseluruhan. Dengan blog maka kita dapat memfasilitasi template secara langsung, beserta dengan pengelolaannya. Sehingga tidak membutuhkan keterampilan khusus di dalam membuat program web tersebut.

Pada CMS atau Content Management System, bisa juga dibilang sama dengan website tetapi dalam hal pengelolaannya sama dengan blog. CMS ini adalah gabungan dari website dan juga blog. Untuk bisa mengelola CMS maka kita tidak harus menguasasi coding, tetapi hal itu bisa menjadi nilai tambah.

Pengertian CMS

CMS atau Content Management System merupakan software yang digunakan untuk mengatur dan juga memanipulasi bahasa di dalam pemrograman web, karena sudah tersedia berbagai macam pilihan tools. Anda juga harus memahami dasar website dan mendalami konten yang akan dipublikasikan. Ada dua macam elemen di dalam CMS, diantaranya yaitu :

  • CMA (Content Management Application)
  • CDA (Content Delivery Application)
Baca Juga :   FTP Server : Pengertian, Fungsi, Dan Cara Kerjanya Lengkap

Pada Content Management Aplications terdapat fasilitas yang digunakan untuk mengolah atau memanajemen konten. Untuk Content Delivery Application dapat diperbaharui dengan situs web dengan menggunakan beberapa informasi yang sebelumnya sudah digunakan oleh pemiliknya. Dari sekian banyak jenis CMS yang paling banyak dikenal adalah wordpress.

Fungsi CMS

Salah satu hal yang paling dicari dari CMS adalah kemudahan yang diberikan. Sebagai pihak pengelola web tentu anda tidak harus dipusingkan tadi coding. Bagi seorang programmer web juga tidak salah jika menggunakan CMS, jika target atau jangka waktu yang dibutuhkannya pendek. Karena selain lebih mudah anda juga tidak membuat web dari awal, sehingga menjadi lebih efisien tetapi tidak kalah dengan pembuatan web manual.

Bukan hanya memberi kemudahan dan efisiensi tetapi fungsi lainnya dari CMS ini adalah bisa menjaga kualitas pada desain web anda. Dengan tampilannya yang bagus, tentu hal itu menjadi poin tersendiri di dalam suatu web dan mampu menarik banyak pengunjung. Bila pada umumnya sebuah website tidak menyediakan administrator sebagai sarana dalam pengelolaan web, maka lain halnya dengan CMS. Misalnya pada wordpress admin yang lebih dikenal sampai saat ini.

Macam-Macam CMS

Sampai saat ini tersedia sekitar 42 CMS dengan berbagai tampilan dan fungsinya yang berbeda-beda. Yang paling sering digunakan diantaranya yaitu  WordPress, Joomla, Prestashop, Vbulletin dan masih banyak lagi. Berikut ini jenis CMS yang paling populer di Indonesia, diantaranya sebagai berikut :

  1. WordPress. CMS yang satu ini adalah CMS yang terbaik dan yang paling sering digunakan, sampai saat ini. Perangkat lunak ini memiliki sifat yang open source atau sumber yang terbuka, dengan menggunakan bahasa PHP dan pengelolaan database dengan menggunakan MySQL. WordPress juga banyak digunakan sebagai CMS untuk mengelola blog personal atau blog perusahaan. WordPress juga dianggap sebagai blog yang memiliki responsible yang kuat, pada mesin pencari google.
  2. Drupal. Sama dengan wordpress perangkat lunak ini juga bersifat open source, yang sampai saat ini jumlah pengembangnya sudah ribuan komunitas atau pengembang web yang ada di seluruh dunia. Yang telah mengembangkan dan juga merawatnya. CMS ini menggunakan lisen GPL. Yang dibangun dengan menggunakan bahasa PHP, drupal juga bisa dipasang di beberapa jenis database seperti misalnya MySQL, PostgreSQL, SQLite, MariaDB dan lain – lain.
  3. Joomla. CMS yang satu juga menggunakan lisensi GPL dan sifatnya open source sehingga bisa mengalami pengembangan yang dilakukan oleh berbagai pihak komunitas, atau pengembang web. Perangkat lunak Joomla juga dibangun dengan bahasa PHP dan menggunakan database MsSQL. Ada beragam fitur yang menarik di dalamnya, seperti misalnya sistem cache yang dapat meningkatkan performa, RSS, blogs dan lain – lain.
  4. Presstashop. Sesuai dengan namanya CMS ini cocok digunakan sebagai web yang berbasis toko online. Kehadiran pada toko online ini sedang mengalami perkembangan yang pesat. Sifat pada presstahop ini juga adalah open source. Dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan, maka membuat para pengusaha atau pengelola UKM menggunakan CMS yang satu ini.
  5. Vbuletin. Beda halnya dengan CMS yang sebelumnya yang sifatnya free atau gratis, CMS ini bersifat berbayar dan sering digunakan sebagai portal web atau forum diskusi terbuka dengan skala yang besar. Biasanya hal itu dikenal dengan istilah e-forum. Vbuletin juga dibangun dengan bahasa PHP, dan menggunakan database MySQL.
  6. Magento. Sama dengan Drupal dan Presstashop CMS ini cocok untuk digunakan sebagai e-commerce dan toko online dengan fitur yang lengkap dan menarik. Awalnya Magento juga bersifat open source, tetapi dengan beragam perkembangan yang dilakukan kini tersedia versi komersil atau enterprise.
Baca Juga :   Aplikasi : Pengertian, Sejarah dan Fungsinya Lengkap

Itulah pengertian CMS dengan fungsi dan macam-macamnya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :