Contoh Kebijakan Fiskal : Pengertian, Jenis, Tujuan Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Contoh Kebijakan Fiskal : Pengertian, Jenis, Tujuan Lengkap

Contoh Kebijakan Fiskal – Kebijakan fiskal merupakan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, dengan cara meningkatkan atau mengurangi jumlah pendapatan dan belanja negara. Untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan, misalnya mengurangi jumlah pengangguran atau mencapai pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan sebelumnya. Instrumen utama yang digunakan di sini adalah pengeluaran pemerintah serta pajak.

Contoh Kebijakan Fiskal

  1. Menaikkan jumlah pajak dan juga menambah jenis pajak.
  2. Mewajibkan warga Indonesia mengenai kepemilikan NPWP.
  3. Melakukan penghematan pada pengeluaran negara.
  4. Melakukan pinjaman negara misalnya dengan mengeluarkan obligasi pemerintah.

Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN)

Rencana belanja biasanya menjadi target penerimaan yang ada di Indonesia. Yang telah diatur di dalam APBN. Pendapatan negara di dalam APBN secara umum dibagi menjadi dua macam yaitu pendapatan yang berasal dari pajak, dan pendapatan non pajak. Pendapatan non pajak pada umumnya diterima dari bagian keuntungan dari BUMN.

Pada umumnya belanja negara dibagi menjadi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah serta dana desa.

Tujuan Kebijakan Fiskal 

  1. Untuk menciptakan stabilitas perekonomian negara.
  2. Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Untuk menciptakan sebuah lapangan pekerjaan.
  4. Untuk menciptakan keadilan di dalam distribusi pendapatan.

Jenis-Jenis Kebijakan Fiskal Menurut Teori :

  1. Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional. Yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran di dalam pemerintah, dengan memerhatikan pengaruhnya pada peningkatan kesempatan kerja.
  2. Kebijakan pengelolaan anggaran. Yaitu kebijakan yang mengatur pengeluaran pada pemerintah, penerimaan pajak dan juga pembiayaan untuk mencapai perekonomian yang stabil.
  3. Kebijakan stabilitas anggaran otomatis. Adalah kebijakan yang mengatur jumlah pengeluaran pemerintah, dengan cara menimbang dan menganalisa biaya dan manfaat dari segala macam pengeluaran yang dilakukan.
Baca Juga :   Deposito : Pengertian, Ciri Khas Dan Cara Menghitung Bunganya Lengkap

Berikut ini beberapa jenis kebijakan anggaran berdasarkan perbandingan dari jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran :

1. Anggaran yang seimbang

Yaitu suatu anggaran yang disusun dengan jumlah dan total pendapatan yang sama dengan jumlah pengeluaran total. Sehingga stabilitas ekonomi bisa selalu terjaga.

2. Anggaran yang dinamis

Memiliki ciri-ciri yang selalu meningkat dibandingkan dengan tahun anggaran yang sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan cara berusaha meningkatkan pendapatan dan melakukan penghematan, dari sisi pengeluaran sehingga tabungan yang dimiliki pemerintah bisa lebih meningkat.

3. Anggaran yang defisit

Memiliki ciri yang dimana anggarannya disusun berdasarkan jumlah pengeluaran yang lebih besar, jika dibandingkan dengan pendapatan negara. Pada umumnya hal ini diatasi dengan beberapa macam kebijakan. Misalnya menciptakan uang baru, dan melakukan pinjaman dalam atau luar negeri. Sejak tahun 2000 APBN di Indonesia disusun dengan menggunakan format anggaran defisit, yang dibiayai oleh beberapa sumber pembiayaan dari dalam negeri.

4. Anggaran surplus

Cirinya yaitu jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah pengeluaran total di pemerintah.

Demikian penjelasan mengenai contoh kebijakan fiskal. Yang dilengkapi dengan tujuan dan jenis-jenis anggarannya. Semoga memberi manfaat.

Baca Juga :