Definisi Dividen, Jenis, Resiko, Penghitungan, Dan Prosedur Pembayarannya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Definisi Dividen, Jenis, Resiko, Penghitungan, Dan Prosedur Pembayarannya Lengkap

Dividen Adalah – Di dalam akuntansi dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang menjadi hak para pemegang saham. Namun tidak semua laba yang dihasilkan oleh perusahaan dibagikan kembali dalam bentuk dividen. Karena sebagian dari keuntungan tersebut digunakan juga untuk modal, ekspansi usaha dalam perusahaan.

Definisi Dividen Yaitu

Pada umumnya dividen adalah bagian dari keuntungan dalam perusahaan, yang dibagikan kepada para pemilik saham yang sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Besar keuntungan perusahaan yang menjadi dividen, akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Dalam hal pembayaran dividen perusahaan mempunyai beberapa hal yang dijadikan acuan.

Yang pertama adalah besar atau kecilnya pembayaran dividen, yang akan diputuskan bersama oleh para pemegang saham melalui RUPS tadi. Pembayaran dividen juga harus diputuskan apakah sifatnya stabil atau tidak. Keputusan terkait ini harus diambil dengan cara yang baik, karena nanti akan memengaruhi minat para investor di masa yang akan datang.

Kemudian bagaimana dividen akan dibayarkan, apakah dibayarkan setiap tahun atau secara periodik. Bila dilakukan dengan pembagian dividen, apakah nanti akan diumumkan atau tidak.

Jenis-Jenis Dividen

Pembagian dividen biasanya berupa beberapa bentuk yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan juga posisi, dari suatu perusahaan. Ada beberapa jenis dividen yang biasanya diterima oleh para pemegang saham. Diantaranya yaitu :

Baca Juga :   Sejarah dan Proses Masuknya Islam Ke Tanah Melayu

Dividen Tunai

Merupakan dividen yang dibayarkan pada para pemegang saham yang berbentuk uang tunai. Dividen ini juga yang paling sering digunakan pada suatu perusahaan. Dividen ini juga merupakan jenis dividen yang paling banyak disukai oleh para pemegang saham.

Dividen Saham

Dividen saham akan diberikan dalam bentuk saham, yang akan menyebabkan jumlah saham yang beredar akan mengalami peningkatan. Dengan melakukan pembayaran dividen saham maka posisi likuiditas di suatu perusahaan tidak akan berubah. Karena pembayaran dividen saham ini bukan menjadi bagian dari arus kas suatu perusahaan.

Dividen Barang

Sesuai dengan namanya jenis dividen ini akan dibagian dalam bentuk barang. Atau aktiva lainnya selain kas. Tetapi dalam pembagian dividen yang berupa barang, maka perusahaan harus memastikan bahwa barang yang dibagikan adalah barang yang bisa dibagi-bagi atau bagian yang sifatnya homogen. Selain itu perusahaan juga harus memastikan, bahwa pembagian dividen ini tidak akan berpengaruh atau mengganggu kelanjutan perusahaan.

Dividen Skrip

Jenis dividen lainnya juga dapat dibayarkan dalam bentuk skrip atau janji utang. Pada skrip tersebut dicantumkan jumlah tertentu yang harus dibayar pada para pemegang skrip, dan juga pada waktu jatuh temponya. Dividen yang dibagikan dalam bentuk skrip ini akan membuat perusahaan mempunyai utang dalam jangka yang pendek.

Liquidating Divident

Dividen yang diterima oleh pemegang saham berasal dari keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Tetapi dalam hal pembagian  Liquidating Divident, dividen yang dibagikan ini akan mengacu pada pengurangan modal di perusahaan.

Dividen Dan Resiko Bisnis Dalam Perusahaan

Kebijakan dividen ternyata juga bisa menjadi resiko bagi perkembangan bisnis di suatu perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang masih atau baru berkembang.

1. Dividen menjadi sumber konflik

Di beberapa perusahaan pembagian dividen ini dapat mengacu pada sebuah konflik, antara pemberi pinjaman dan juga pemegang saham. Akibatnya bukan mustahil kemudian akan muncul biaya keagenan hutang.

Baca Juga :   Masyarakat Pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia : Pemerintahan, Perkembangan dan Kebudayaan Lengkap

2. Apabila dividen ditiadakan

Terkadang manajer di suatu perusahaan akan membuat kebijakan dengan meniadakan dividen, dalam menyelematkan perusahaan. Namun sering kali ketika dividen ditiadakan yang terjadi malah justru sebaliknya. Perusahaan akan mempunyai beban yang lebih besar, dan para pemegang saham dapat dirugikan. serta memutuskan kembali sahamnya atau meminta bagian yang lebih besar lagi.

3. Menaikkan dividen

Dengan menaikkan dividen juga tidak lantas menjadi sebuah kebijakan yang baik, apalagi jika perusahaan anda sedang mengalami kesulitan dalam hal keuangan. Investor bisa mengira bahwa dana dividen itu diperoleh dari hutang, dan membuat perusahaan diperkirakan akan mengalami kebangkrutan.

4. Daya tarik dividen

Jumlah dividen yang besar tentu akan menjadi daya tarik bagi para calon investor. Investor juga akan menganggap bahwa perusahaan mempunyai kondisi finansial yang baik, dengan kegiatan usaha yang lebih potensial.

5. Menginvestasikan dividen

Terkadang perusahaan juga akan mengurangi jumlah dividen yang dibagikan dan kemudian menginvestasikannya untuk pertumbuhan bisnis di dalam perusahaan. Tetapi dalam hal penentuan besarnya dividen, perusahaan juga tidak bisa hanya melihat kondisi pada finansial perusahaannya saja. Karena faktor risiko lainnya yang mungkin muncul dalam pengurangan dividen, juga harus menjadi bahan pertimbangan.

Penghitungan Dividen

Dividen diperoleh oleh masing-masing pemegang saham, yang mempunyai nominal yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham tersebut. dalam menentukan nominal yang diterima oleh masing-masing pemegang saham, maka perusahaan akan menggunakan 3 elemen dasar perhitungan, yaitu :

  1. Laba Bersih Perusahaan (EPS)
  2. Dividen Payout Ratio (DPR)
  3. Jumlah Saham Beredar

Sesudah laba bersih perusahaan diketahui perusahaan pun akan menentukan berapa persen Dividen Payout Ratio (DPR), yang akan dibagikan pada para pemegang saham. Jumlah DPR akan ditentukan dalam RUPS.

Baca Juga :   AFTA : Pengertian, Anggota dan Tujuannya Lengkap

Sesudah kedua hal itu diketahui maka bisa dilakukan perhitungan untuk mendapat jumlah dividen yang akan dibagikan, dengan rumus berikut ini : Dividen = Laba bersih x DPR (dalam persentase).

Setelah itu perusahaan akan melakukan perhitungan berapa jumlah nominal dividen yang akan diperoleh pemegang saham, dengan cara menentukan lebih dulu jumlah dividen yang diterima setiap jumlah lembar sahamnya. Perhitungannya sebagai berikut :  Dividen per saham = dividen : saham beredar.

Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki oleh para pemegang saham, akan semakin besar juga jumlah dividen yang akan mereka terima.

Prosedur Pembayaran Dividen

Apabila perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen pada setiap pemegang saham, maka ada beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Diantaranya yaitu :

Tanggal Pengumuman

Yaitu tanggal dimana perusahaan mengumumkan bagaimana bentuk dividen dan jumlah dividen per lembarnya, yang akan diterima oleh pemegang saham. Di tanggal ini perusahaan juga akan menyampaikan kapan jadwal pembayaran dividen itu akan dilakukan.

Tanggal Pencatatan

Perusahaan akan mendata siapa saja nama pemegang saham perusahaan. Para pemegang saham yang namanya terdaftar maka akan mendapat hak dan menerima dividen. Sedangkan untuk para pemegang saham, yang namanya tidak terdaftar di tanggal pencatatan tersebut maka ia tidak akan mendapat hak dividen.

Tanggal Cum

Adalah dividen terakhir dalam perdagangan saham yang masih melekat haknya untuk mendapat dividen, dalam bentuk tunai atau dividen saham.

Tanggal ex-dividen

Di tanggal ini perdagangan saham yang terjadi sudah tidak melekat lagi hak dalam memperoleh dividen. Sehingga para investor yang membeli saham di tanggal ini, tidak dapat mendaftarkan namanya untuk memperoleh dividen.

Tanggal Pembayaran

Adalah tanggal dimana perusahaan akan membagian dividen yang sudah ditentukan bentuk dan jumlahnya kepada para pemegang saham. Di tanggal ini para pemegang saham yang namanya sudah terdaftar, juga bisa mengambil hak dividen mereka.

Begitulah pembahasan lengkap mengenai dividen. Semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Baca Juga :