Etnosentrisme : Pengertian, Dampak, Faktor Penyebab Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Etnosentrisme : Pengertian, Dampak, Faktor Penyebab Dan Contohnya Lengkap

Etnosentrisme – Etnosentrisme merupakan penilaian terhadap suatu kebudayaan lain, atas dasar sebuah nilai dan standar budaya sendiri. Beberapa orang yang etnosentris akan menilai kelompok lain dengan relatif, terhadap suatu kelompok atau kebudayaannya sendiri. Terutama bagi hal-hal yang berhubungan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan juga pembagian etnis tersebut mendefinisikan ciri khas, atas budaya setiap suku bangsa.

Lebih sederhananya, definisi dari etnosentrisme adalah fanatisme suatu suku bangsa, yang berupa persepsi yang dimiliki oleh setiap individu yang menganggap bahwa kebudayaan yang mereka miliki lebih baik dibanding kebudayaan lainnya. Serta menganggap bahwa cara hidup bangsanya menjadi cara hidup yang paling baik.

Etnosentrisme ini bisa tampak ataupun tidak tampak di tengah-tengah masyarakat. Meskipun dianggap sebagai suatu hal yang wajar, dan menjadi sebuah kecenderungan alamiah yang berasal dari psikologi manusia, tetapi etnosentrisme ini mengandung konotasi yang negatif yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Walaupun begitu ada juga beberapa sisi posiitifnya yang berasal dari perilaku etnosentrisme ini, diantaranya yaitu dengan menjaga kestabilan dan keutuhan dari suatu budaya. Dan dapat menambah tinggi rasa patriotisme dan kesetiaan terhadap bangsa. Serta mampu memperteguh rasa cinta pada kebudayaan dan bangsanya.

Faktor Penyebab Etnosentrisme

1. Budaya Politik

Budaya politik yang terdapat di dalam suatu masyarakat cenderung lebih tradisional, dan tidak rasional. Budaya politik jenis ini subjektif dan penuh ikatan emosional dan ikatan primordial, yang cenderung menguasai mayarakat. Masyarakat yang terlibat di dalam politik juga sering mementingkan kepentingan mereka sendiri, mulai dari etnis, suku, agama, dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Lambang Pancasila Dari Sila 1 - 5 Dan Artinya Lengkap

2. Pluralitas Bangsa Indonesia

Dengan jumlah suku, agama, ras dan golongan yang banyak di Indonesia, menyebabkan beragam persoalan sosial dan juga konflik dapat muncul dengan lebih mudah. Setiap suku, agama, ras, golongan akan berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan menguasai kelompok lainnya.

Dampak Etnosentrisme

Dampak positif etnosentrisme :

  • Bisa meningkatkan semangat patriotisme
  • Bisa menjaga keutuhan dan stabilitas kebudayaan
  • Bisa meningkatkan rasa cinta pada bangsa sendiri.

Dampak negatif etnosentrisme :

  • Bisa menimbulkan konflik sosial antar suku bangsa
  • Adanya suatu aliran politik tertentu.
  • Dapat menghambat proses asimilasi dan integrasi
  • Dapat mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan
  • Dapat menghambat pertukaran suatu budaya

Faktor Yang Mempengaruhi Etnosentrisme

Prasangka sosial : merupakan sikap negatif yang diarahkan pada seseorang, atas perbandingan dengan kelompoknya sendiri.

Stereotip : adalah suatu keyakinan seseorang pada orang lain, karena dipengaruhi oleh adanya pengetahuan dan pengalaman.

Jarak sosial : aspek lainnya prasangka sosial yang menunjukkan tingkat penerimaan dari seseorang, pada orang lain di dalam hubungan yang terjadi diantara mereka.

Contoh Etnosentrisme

Contoh etnosentrisme yang terjadi di Indonesia adalah adanya perilaku carok yang terjadi pada masyarakat Madura. Menurut Latief Wijaya, carok adalah suatu tindakan atau upaya pembunuhan yang dilakukan oleh laki-laki, jika ia merasa harga dirinya terusik. Secara sepintas konsep carok ini dinilai sebagai perilaku yang brutal, dan tidak manusiawi. Hal itu akan terjadi bila konsep carok dinilai sebagai pandangan sebuah kelompok masyarakat lain, yang beranggapan bahwa cara penyelesaian masalah dengan kekerasan tidak masuk akal dan tidak masuk logika.

Contoh berikutnya adalah dapat dilihat di suku Papua pedalaman, yang memiliki kebiasaan menggunakan koteka. Jika dilihat dari sudut pandang orang non Papua pedalaman, maka hal itu dianggap sebagai hal yang memalukan. Tetapi bagi warga Papua pedalaman sendiri, penggunaan koteka dianggap sebagai kewajaran dan sebuah kecintaan pada bangsa Indonesia.

Baca Juga :   Pancasila : Pengertian, Kedudukan dan Fungsinya Lengkap

Demikian ulasan mengenai etnosentrisme, lengkap dengan faktor penyebab, dampak, faktor yang mempengaruhi dan contohnya. Semoga bisa bermanfaat dan dapat dipahami.

Baca Juga :