Konjungsi : Pengertian, Jenis Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Konjungsi : Pengertian, Jenis, Dan Contohnya Lengkap

Konjungsi – Pada umumnya konjungsi sering diartikan sebagai kata penghubung, atau kata hubung. Konjungsi juga sering ditemui di kehidupan sehari-hari, baik dalam percakapan yang santai maupun yang serius. Walaupun terkesan sepele tetapi peran dan fungsi dari kata penghubung sangatlah besar, khususnya dalam tata bahasa Indonesia.

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau kata hubung didefinisikan sebagai kata atau ungkapan penghubung diantara kata, frasa, klausa, dan kalimat. Kesimpulannya konjungsi adalah penghubung antar kata yang sampai ke antar kalimat. Berikut penjelasan dari Kata, Klausa dan juga Kalimat.

Kata

Menurut KBBI kata merupakan unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan, yang menjadi perwujudan dari kesatuan perasaan dan pikiran yang bisa digunakan dalam bahasa. Pada sebuah kalimat kata adalah salah satu unsur yang paling kecil. Kata juga terbentuk dari beberapa huruf, yang terangkai untuk menciptakan arti dan makna tertentu. Contoh dari kata sederhana yang sering kita ucapkan adalah tidur, bekerja, belajar, dan masih banyak lagi.

Klausa

Masih banyak orang yang sulit membedakan klausa dan kalimat, tetapi bila kita paham akan makna dan fungsinya maka kita bisa membedakannya dengan lebih mudah. klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok dari kata, yang terdiri atas subjek dan predikat yang kemudian berpotensi untuk menjadi sebuah kalimat. Klausa yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah Nenek sedang makan.

Pada klausa tersebut terdiri dari satu subjek yaitu Nenek, dan satu predikat serta satu kata kerja yaitu makan. Pada setiap susunannya, klausa memang lebih pendek dan singkat jika dibanding dengan kalimat. Pada sebuah klausa biasanya hanya terdiri dari subjek dan predikat saja.

Kalimat

Menurut KBBI kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif bisa berdiri sendiri, memiliki pola intonasi yang final dan secara aktual atau potensial terdiri dari klausa. Klausa tentu lebih sederhana dan juga tidak sekomplek kalimat. Kalimat biasanya terdiri dari subjek, predikat, objek dan keterangan. Namun tak menutup kemungkinan jika ada sebuah klausa pada sebuah kalimat.

Contohnya :

Kemarin Rini membeli bahan makanan di Pasar.

Reza dan Ilham membaca buku di Perpustakaan.

Jenis Konjungsi

Jenis dari konjungsi ini bervariasi, yang kemudian dikelompokkan menjadi lima jenis. Yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antar kalimat, dan yang terakhir adalah konjungsi antar paragraph. Berikut penjelasannya :

Baca Juga :   Trapesium : Pengertian, Sifat, Macam, Jenis, Rumus Luas Dan Keliling Trapesium Dan Contoh Soalnya Lengkap

Konjungsi Koordinatif

Menurut KBBI pengertian konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa, yang statusnya sama, contohnya dan atau tetapi. Pada konjungsi koordinatif hanya terdapat satu kata, dalam menggabungkan dua kalimat yang statusnya sama, atau derajatnya setara. Konjungsi ini juga adalah jenis konjungsi sederhana dan tidak sekomplek jenis konjungsi lainnya.

Contohnya : dan, atau, tetapi, sedangkan, kemudian, namun, melainkan, dan masih banyak lagi.

Pada ilmu tata bahasa konjungsi koordinatif bisa dibagi menjadi tiga kelompok, berdasar pada sifat hubungannya. Diantaranya yaitu :

Konjungsi Koordinatif Tambahan

Contoh kalimat :

Meta dan Lia sedang belajar bahasa Indonesia bersama

Gina dan teman sekelasnya akan mendatangi tempat wisata di akhir pekan

Pada konjungsi koordinatif tambahan kata hubung yang digunakannya adalah serta, dan, beserta.

Konjungsi Koordinatif Perlawanan

Adalah jenis kata penghubung yang menggabungkan dua buah kata, baik klausa maupun kalimat yang sederajat. Tetapi mempertentangkan sesuatu hal yang menjadi topik utama di dalam klausa dan kalimat tersebut. kata hubung yang sering kali digunakan diantaranya yaitu tetapi, sedangkan dan melainkan.

Contoh penggunaan kalimat pada konjungsi koordinatif perlawanan yaitu :

Orang-orang yang dipenjara itu seharusnya tidak hanya dipenjara tapi juga mengganti kerugian pada keluarga korban yang mereka bunuh.

Renata adalah gadis yang cantik tapi sayangnya ia tak pandai merawat diri.

Konjungsi Korelatif Pilihan

Adalah jenis konjungsi yang fungsinya yaitu untuk menggabungkan dua atau lebih suatu klausa dan kalimat, yang tujuannya adalah untuk mendatangkan pilihan ataupun memilih. Kata konjungsi jenis ini yang sering kali digunakan diantaranya yaitu atau, maupun dan ataupun.

Contoh kalimatnya :

Dea atau Indri tidak mampu menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik.

Hari biasa ataupun hari libur, tempat wisata itu selalu dipenuhi pengunjung.

Konjungsi Subordinatif

Pengertiann konjungsi subordinatif menurut KBBI adalah konjungsi yang menghubungkan anak dan induk kalimat, atau yang menggabungkan bagian dari suatu kalimat subordinatif. Beda halnya dengan konjungsi koordinatif, kedua klausa dari konjungsi subordinatif biasanya tidak setara. Klausa yang memiliki derajat paling tinggi, disebut dengan induk kalimat. Sedangkan jenis klausa lainnya yang derajatnya lebih rendah disebut dengan anak kalimat.

Konjungsi subordinatif ini dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya yaitu :

Konjungsi Subordinatif Waktu

Fungsinya adalah untuk menghubungkan dua klausa, dan menjelaskan keterangan waktunya. Berdasarkan pada waktu terjadinya, konjungsi subordinatif waktu diklasifikasikan ke dalam :

  • Permulaan

Yaitu konjungsi waktu yang menjelaskan kapan mulainya suatu peristiwa, yang ada pada induk kalimat. Kata hubung yang sering digunakan diantaranya yaitu sedari dan sejak. Contoh kalimatnya :

Resti sudah menyukai dunia seni tari sejak masih di bangku SD.

Ia sudah memperlihatkan kemampuannya sejak duduk di bangku SMP.

  • Bersamaan
Baca Juga :   √ Indeks Buku : Pengertian, Bagian-bagian dan Contohnya Lengkap

Peristiwa yang terjadi di dalam kedua jenis kalimat tersebut berlangsung di waktu yang bersamaan. Kata hubung yang biasa digunakan diantaranya yaitu sambil, ketika, selama, seraya, selagi, dan tatkala. Contoh kalimatnya :

Raya menatap ke atas bintang di langit seraya memeluk kekasihnya.

Anita sangat terpukul sewaktu ayahnya meninggal 3 tahun yang lalu.

  • Berurutan

Konjungsi waktu yang digunakan untuk menggabungkan dua klausa yang mempunyai urutan waktu, yang saling berkesinambungan. Contoh kalimatnya :

Saat Ibu pulang ke rumah, Satya langsung melompat kegirangan.

Firsa memutuskan untuk pindah perusahaan setelah berdiskusi dengan atasannya hampir sepanjang hari.

  • Batas Akhir

Kata penghubung yang digunakan yaitu hingga dan sampai. Contoh kalimatnya :

Kamu harus rajin bekerja sampai impianmu terlaksana.

Desi terus menangis di rumahnya hingga malam tiba.

Konjungsi Subordinatif syarat

Jenis konjungsi yang satu ini adalah kata yang menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat, yang dimana di dalamnya terdapat penjelasan tentang syarat terlaksananya suatu unsur yang ada di dalam kalimat. Kata hubung yang biasa digunakan pada subordinatid syarat ini adalah jikalau, jika, manakala, bilamana, apabila, dan asalkan.

Contoh kalimatnya :

Sastro tidak akan dibenci oleh temannya jika ia tidak bersikap buruk pada mereka.

Sandi akan menjadi penyanyi terkenal asalkan ia selalu berlatih dan berusaha.

Konjungsi Subordinatif Pengandaian

Pada konjungsi yang satu ini peran anak kalimat adalah untuk menjelaskan kemungkinan tercapainya atau terlaksananya suatu kejadian atau unsur, yang sudah dijelaskan pada sebuah kalimat. Kata hubung yang biasa digunakan pada konjungsi ini adalah seandainya, umpamanya, sekiranya, andaikata, andaikan.

Contoh kalimatnya :

Seandainya Putra menjadi Gubernur Jabar ia akan menerapkan program pendidikan gratis di Indonesia.

Andaikata ambulance tiba lebih cepat, korban kecelakaan itu pasti bisa diselamatkan.

Konjungsi Subordinatif Pembanding

Suatu anak kalimat yang menjelaskan pembandingan dan juga kemiripan yang sebelumnya sudah dijelaskan pada suatu induk kalimat.

Contoh kalimatnya :

Putri hanya bisa diam seolah-olah ia tak tahu kejadian yang sebenarnya.

Jemmy terus berlari kencang seakan-akan ia sedang dikejar anjing.

Konjungsi Subodinatif Sebab

Sebuah anak kalimat yang menjelaskan sebab atau alasan yang sudah disebutkan pada sebuah induk kalimat.

Contoh kalimatnya :

Fadli mendapat nilai yang buruk karena ia memang tidak belajar sebelumnya.

Harga kebutuhan pokok semakin melonjak tinggi sebab naiknya kurs dolar.

Konjungsi Subordinatif Akibat

Suatu anak kalimat yang menjelaskan suatu akibat atau hasil dari unsur yang sudah disebutkan di induk kalimat.

Contoh kalimatnya :

Harga cabai merah melonjak tinggi, akibatnya banyak pedagang yang mengurangi porsi cabai pada dagangannya.

Konjungsi Subordinatif Komplementasi

Suatu anak kalimat yang perannya adalah menjelaskan unsur yang sudah dijelaskan di induk kalimat.

Contoh kalimatnya :

Polisi sangat yaki bahwa orang itu bukan pelakunya.

Konjungsi Korelatif

Merupakan bentuk konjungsi yang menyatukan dua kata atau klausa, yang mempunyai derajat yang sama. Kedua kalimat dan klausa tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Contoh kata penghubung yang digunakan adalah tidak hanya, tapi, entah.

Baca Juga :   Teks Resensi : Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Dan Manfaatnya Lengkap

Contoh kalimatnya :

Di dunia ini tak ada yang abadi, baik harta maupun tahta.

Kamu harus menanggung segala resikonya, baik yang buruk ataupun tidak.

Konjungsi Antar Kalimat

Adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya. Yang biasanya akan diawali dengan huruf capital di awal kalimat, dan menggunakan kalimat yang baru untuk menghubungkannya.

Berikut ini adalah beberapa konjungsi antar kalimat yang biasa digunakan :

  1. Konjungsi antar kalimat ketersediaan yang menjelaskan kesediaan subjek atau pelaku utama, dalam melakukan sesuatu. Misalnya Sri sering bersikap menyebalkan pada tetangganya, walaupun begitu ia tetap diperlakukan dengan baik oleh tetangganya.
  2. Konjungsi antar kalimat yang menjelaskan lanjutan dari sebuah kejadian yang sudah ada di kalimat sebelumnya. Misalnya dina membersihkan kamarnya di pagi hari, lalu ia mencuci dan memasak.
  3. Konjungsi antar kalimat yang menjelaskan pertentangan dari suatu hal yang telah dijelaskan di kalimat sebelumnya. Misalnya pada awalnya Mia senang menonton konser Agnes Monica. Tetapi suasana konser yang kurang kondusif membuat ia pulang sebelum konser usai.
  4. Konjungsi antar kalimat yang menjelaskan unsur atau hal yang tidak ada pada kalimat yang sebelumnya. Misalnya kita harus tetap mengadakan acara pemakaman di hari Rabu nanti, hanya ini satu-satunya cara untuk menghormat Almarhum.
  5. Konjungsi antar kalimat yang menjelaskan konsekuensi dari kalimat yang sebelumnya. Misalnya dunia perfilman Indonesia sudah semakin pesat saat ini. Oleh sebab itu banyak pekerja film yang menghasilkan film-film yang bagus dan berkualitas.

Konjungsi Antar Paragraf

Suatu konjungsi yang mengawali suatu paragraf yang mempunyai korelasi dengan paragraf yang sebelumnya. Konjungsi paragraf ini berperan sebagai penghubung, antar paragraf yang satu dengan paragraf yang lainnya.

Konjungsi yang biasanya digunakan misalnya akan hal, adapun, mengenai, alkisah, pada itu.

Contoh konjungsi antar paragraf :

Dalam meniti karir di kota besar seperti di Ibu kota, tentu bukan hal yang mudah. Karena anda harus memiliki modal yang cukup, serta tekad yang kuat untuk memulai. Pendidikan yang tinggi dan juga pengalaman yang cukup, bisa menjadi modal anda dalam meniti karir di Ibu kota tersebut.

Tetapi hal itu belum cukup, anda juga memerlukan daya juang dan mental yang baik. Jika kedua hal tersebut tidak anda miliki, maka anda akan mundur sebelum mulai berperang.

Oleh sebab itu anda harus melatih mental anda terlebih dahulu sebelum mulai berjuang. Supaya anda tidak mudah menyerah ketika harus dihadapkan dengan kegagalan. Anda juga bisa mulai melatih mental dengan tetap maju dan berjuang, walaupun anda sedang dihadapkan pada situasi yang sulit.

Anda juga dapat memotivasi diri sendiri saat anda sedang berada di posisi terendah. Sehingga anda akan mendapat jenjang karir yang baik, bila anda berhasil menerapkan cara tersebut.

Demikian ulasan mengenai konjungsi yang sangat lengkap. Semoga dapat dipelajari dan berguna untuk siapa saja.

Baca Juga :