10 Masalah dan Dampak Negatif Kependudukan di Indonesia Serta Cara Mengatasinya

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Macam – Macam Permasalahan Kependudukan dan Cara Menanggulanginya

Permasalahan Kependudukan Berkaitan dengan  Kuantitas dan Kualitas Penduduk – Pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak merata serta  tanpa diimbangi dengan pencapaian kualitas SDM yang tinggi asuh terutama mengakibatkan muculnya berbagai permasalahan-permasalahan masyarakat d kependudukan.

Permasalahan Kependudukan dan Cara Mengatasinya

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk  memenuhi kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan, yaitu  tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang meliputi sandang, pangan, papan secara layak. coba Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut, pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap.

Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki pemusatan penduduk miskin yang tinggi, yang disebut desa tertinggal. Jumlah desa tertinggal mencapai sepertiga dan jumlah seluruh desa di Indonesia. Kedua, pemerintah menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke  dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa, misalnya KUD, kelompok tani, dan sebagainya.

Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi hap desa tertinggal yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai usaha yang dapat berjalan, berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tepat.

Upaya untuk menanggulangi kemiskinan :

Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin

Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan spertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian, memberikan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya, misalnya kaleng bekas, besi bekas, plastik bekas, membimbing penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya, seperti penduduk yang tinggal di daerah rawa memanfaatkan enceng gondok untuk bahan kerajinan, penduduk di daerah gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan, dan lain-lain.

Memberikan program penyuluhan dan pembekalan keterampilan

Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk memberikan pengajaran dan pelatihan keterampilan bagi penduduk miskin agar dapat menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk

Pasar merupakan fasilitas penting dalam menunjang pendapatan penduduk. Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat, keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk lebth produktif lagi. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya.

Baca Juga :   Kuantitas dan Kualitas Penduduk Terhadap Pembangunan : Pengertian dan Dampaknya

Kesehatan

Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang berpengaruh terhadap kemiskinan, ternyata juga berpengaruh pada kesehatan penduduk. Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. Penduduk miskin cenderung memiliki pola hidup kurang bersih dan tidak sehat. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebib mampu, sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya.

Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi.

Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan rumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, atau rumah seadanya, sehingga kebutuhan akan sanitasi air bersih juga tidak terpenuhi. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ tubuh lainnya. Dampak dan tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut adalah tingginya angka kematian (terutama bayi dan ibu).

Permasalahan Kependudukan Berkaitan dengan Masyarakat Mobilitas Penduduk

Berbagai jenis migrasi yang terjadi membawa dampak yang berbeda-beda bagi masyarakat asal maupun masyarakat tujuan.

Migrasi internasional

Dampak negatif adanya imigrasi dan cara penanggulangannya

  • Masuknya budaya-budaya asing yang tidak sesuai

Makin banyak orang asing yang masuk ke Indonesia berarti makin banyak pula budaya yang masuk. Karena orang-orang asing tersebut juga membawa budaya negara asalnya yang sudah melekat. Banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia. Hal tersebut lambat laun dapat merusak budaya bangsa Indonesia. Contohnya adalah sikap konsumtif dan pergaulan bebas.

Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, kita harus menjaga budaya bangsa agar tidak terpengaruh dengan budaya luar. Di samping dengan itu penduduk juga harus bersikap selektif dan mempertebal dengan keimanan dan ketakwaan sehingga terhindar dan budaya- budaya yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa.

Pemerintah juga dapat berperan dengan menciptakan iklim kondusif bagi berkembangnya budaya-budaya daerah nasional, seperti dengan menetapkan undang-undang dari kebijakan-kebijakan yang mendukung upaya pelestarian nilai dan budaya bangsa.

  • Masuknya orang-orang asing yang bermasalah

Imigran-imigran yang masuk ke Indonesia tidak semuanya berniat baik. Ada kalanya beberapa di antara imigran tersebut mempunyai tujuan yang tidak baik, seperti mengedarkan narkoba, menjual barang-barang ilegal, melarikan diri dari jeratan hukum di negaranya (buronan), untuk melakukan kegiatan memata-matai, dan lain-lain. Hal tersebut sangatlah mengganggu bagi kestabilan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia.

Baca Juga :   Perusahaan Dagang : Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya Lengkap

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan ketahanan nasional yang tinggi dengan melibatkan semua elemen bangsa. TNI dan Poiri perlu meningkatkan kewaspadaan penjagaan terutama di daerah-daerah perbatasan dan melakukan pemeriksaan rutin dan disiplin terhadap imigran (WNA).
Pemerintah melalui petugas keimigrasian dan bea cukai menerapkan aturan yang ketat dan disiplin dalam membuat ijin, memeriksa, dan menindak imigran beserta barang-barang yang masuk ke Indonesia.
Masyarakat dapat bertindak proaktif dengan melaporkan ke pihak yang berwajib jika melihat kejanggalan-kejanggalan yang berkaitan dengan imigran (WNA).

Dampak negatif adanya emigrasi dan cara penangguIangannya

  • Keengganan orang-orang Indonesia di luar negeri untuk kembali ke Indonesia

Banyak orang Indonesia yang bekerja di luar negeri enggan untuk kembali ke Indonesia. Mereka beralasan bahwa upah pekerja di luar negeri lebih tinggi bila dibandingkan dengan di Indonesia. Selain itu, juga suasana dan kehidupan di luar negeri dianggap lebih kondusif.

Keengganan para pekerja tersebut terutama tenaga ahli untuk kembali ke Indonesia dapat mengurangi tenaga ahli di Indonesia.
Usaha untuk menanggulangi hal tersebut dapat dilakukan dengan memperkokoh rasa nasionalisme. Juga dapat dilakukan dengan menciptakan iklim dalam negeri yang kondusif, terutama dalam dunia industri dan investasi, sehingga memicu membaik dan meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.

  • Rusaknya citra Indonesia di mata negara lain

Rusaknya citra Indonesia di mata negara lain disebabkan oleh ulah orang-orang Indonesia di negara lain yang tidak bertanggung jawab, seperti melakukan tindak kejahatan di negara lain, buron yang lan ke negara lain, dan lain-lain.

Untuk menanggulangi masalah tersebut dapat dilakukan oleh pemenintah melalui pihak keimigrasian untuk lebih memperketat perijinan pengajuan paspor/visa ke negara lain. Pemerintah juga bisa menjalin kerja sama secara baik dengan aparat-aparat yang berwenang negara lain ataupun membuat Kebijakan-kebijakan dan perjanjian- perjanjian dengan negara lain, misalnya perjanjian ekstradisi dan lain-lain.

Migrasi nasional

Migrasi nasional antara lain transmigrasi dan urbanisasi.

Dampak negatif adanya transmigrasi dan cara penanggulangannya

  • Memerlukan banyak biaya

Program transmigrasi terutama yang bukan swakarsa memerlukan banyak biaya. Biaya-biaya tersebut untuk pemberangkatan sejumlah transmigran dan pembukaan lahan baru. Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah dapat memprioritaskan transmigrasi swakarsa, sehingga biaya ditanggung oleh transmigran sendiri.

Adapun pemerintah hanya sebatas menyediakan lahan barn saja. Namun untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar melakukan transmigrasi swakarsa bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu pemerintah harus senantiasa memberikan penyuluhan-penyuluhan pada masyarakat.

  • Sering timbulnya konflik antarmasyarakat
Baca Juga :   5 Peran Badan Usaha Dalam Perekonomian Nasional

Masyarakat setempat, khususnya masyarakat tujuan transmigrasi yang berada di pedalaman sangat sulit menerima pendatang baru, apalagi mereka menganggap bahwa transmigran mengambil lahan garapan mereka. Hal tersebut sering memicu kecemburuan antara masyarakat setempat terhadap para transmigran, bahkan di antara mereka sering teijadi konflilc.

Untuk menanggulangi masalah tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat setempat di daerah tujuan transmigrasi.

Di samping itu, juga diberikan bantuan berupa fasilitas-fasilitas yang serupa yang diberikan pada para transmigran sehingga dapat meminimalisir kecemburuan sosial. Pemerintah juga bisa mengadakan forum bersama yang mempertemukan antara masyarakat setempat dan para transmigran, sehingga lebih mempererat hubungan di antara mereka.

Dampak urbanisasi dan upaya penanggulangannya

Urbanisasi yang terus menerus berlangsung dapat meningkatkan jumlah penduduk di kota dengan ccpat. Di sisi lain jumlah penduduk di desa makin berkurang. Hal mi menyebabkan ketimpangan pembangunan dan ketimpangan sosial antara desa dengan kota.

Dampak negatif urbanisasi bagi kota

  • Meningkatnya jumlah pengangguran

Urbanisasi mengakibatkan, persaingan kerja makin tinggi dan kesempatan kerja makin kecil, sehingga orang sulit mencari pekerjaan.

  • Meningkatnya angka kriminalitas

Kebutuhan hidup di kota sangatlah kompleks, namun usaha pemenuhannya kian sulit. Hal itulah yang membutakan mata sebagian orang, sehingga nekat menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan, seperti merampok, menipu, mencuri, korupsi, dan lain-lain.

  • Munculnya slum area (daerah kumuh)

Dengan adanya urbanisasi menjadikan lahan pemukiman makin sempit. Jumlah lahan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penduduknya, schingga sulit untuk mencari lahan untuk mendirikan rumah. Meskipun ada, lahan tersebut harganya sangat mahal, karena banyak orang yang menginginkannya. Mahalnya harga tanah tersebut menjadikan masyarakat tidak mampu membeli. Akhirnya mereka lebih memiih tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, membuat rumah kardus, bahkan ada yang tinggal di daerah pemakaman.

Dampak negatif bagi desa

Urbanisasi ternyata membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat di desa. Pembangunan dan dinamisasi desa menjadi menurun. Hal tersebut disebabkan karena:

  • Tenaga terampil di desa berkurang karena berpindah ke kota.
  • Penduduk desa yang bersekolah di kota umumnya enggan kembali ke desa.
  • Tenaga yang tertinggal di desa, umumnya orang-orang tua yang sudah tidak terampil dan produktif lagi.

Untuk menanggulangi atau bahkan mencegah munculnya dampak-dampak negatif urbanisasi tersebut, perlu diupayakanuntuk menekan dan memperkecil laju urbanisasi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan:

  • Pemerataan pembangunan industri sampai ke desa-desa.
  • Pembangunan infrastruktur jalan ke desa-desa, sehingga memperlancar hubungan desa dengan kota.
  • Mengoptimalkan usaha pertanian, sehingga tingkat pendapatan masyarakat desa.
  • Pembangunan fasilitas umum di desa, seperti listrik, puskesmas, sekolah pasar dan lain-lain.

Baca Juga :