Nilai Sosial : Pengertian, Ciri, Sumber, Fungsi Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Nilai Sosial : Pengertian, Ciri, Sumber, Fungsi Dan Contohnya Lengkap

Ciri-Ciri Nilai – Nilai sosial merupakan konsep yang abstrak dalam diri manusia, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, apa yang dianggap indah dan tidak indah, serta tentang benar atau salah. Nilai sosial ini juga yang sering kali dibahas di dalam pelajaran sosiologi.

Nilai Sosial

Pengertian Nilai

Nilai sosial adalah suatu nilai yang dianut oleh masyarakat, tentang apa yang dianggap baik dan juga yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Suatu penentu apakah sesuatu hal disebut baik atau buruk, pantas atau tidak harus melewati sebuah proses menimbang terlebih dahulu. hal ini dipengaruhi oleh kebudayaan di dalam masyarakat itu sendiri. maka Wajarlah bila ada perbedaan tata nilai diantara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.

Pengertian Nilai Menurut Para Ahli

  1. Menurut Kimball Young nilai adalah sebuah asumsi yang abstrak yang sering kali tidak disadari tentang apa yang dianggap penting, di dalam masyarakat.
  2. Menurut A.W Green nilai adalah kesadaran yang dengan cara yang relatif berjalan dan disertai dengan emosi pada objeknya.
  3. Menurut Woods nilai merupakan petunjuk umum yang telah lama berjalan, dan mengarahkan tingkah laku dan juga kepuasan di dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menurut M.Z Lawang nilai adalah gambaran tentang apa yang diinginkan, yang berharga, yang pantas, dan yang bisa memengaruhi pengaruh sosial dari orang yang bernilai itu.
  5. Menurut Hendropuspito nilai adalah segala hal yang dihargai oleh masyarakat, karena mempunyai daya guna yang fungsional untuk perkembangan kehidupan manusia.
  6. Menurut Karel J. Veeger nilai adalah pengertian sesuatu yang ada di kepala orang, tentang baik atau tidaknya suatu perbuatan. Sehingga nilai menjadi pertimbangan moral atau suatu hasil dari penilaian.
Baca Juga :   13 Ciri Psikopat Yang Perlu Anda Ketahui Lengkap

Ciri-Ciri Nilai Sosial

  1. Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial.
  2. Memiliki pengaruh yang beragam diantara warga masyarakat.
  3. Saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
  4. Terbentuk melalui sosialisasi atau proses belajar.
  5. Menjadi bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  6. Merupakan konstruksi masyarakat dan sebagai hasil dari interaksi diantara warga masyarakat.
  7. Disebarkan diantara warga masyarakat dan bukan sebagai bawaan sejak lahir.
  8. Bervariasi diantara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya.

Sumber Nilai Sosial

Adanya nilai sosial di dalam masyarakat bersumber kepada tiga hal yaitu Tuhan, masyarakat dan individu.

1. Nilai yang sumbernya dari Tuhan

Sumber nilai diketahui melalui ajaran agama yang sudah tertulis di dalam kitab suci. Ada nilai yang dapat memberi pedoman dalam bertingkah laku, serta bersikap dengan sesama di dalam ajaran agama. Contohnya nilai kasih sayang, ketaatan, hidup sederhana, kejujuran, dan sebagainya. Nilai yang sumbernya dari Tuhan dikenal dengan nama nilai theonom.

2. Nilai yang sumbernya dari masyarakat

Masyarakat sepakat tentang suatu hal yang dianggap baik dan juga luhur. Kemudian dijadikan pedoman dalam berperilaku sehari-hari. Contohnya sopan santun kepada orang tua. Nilai yang sumbernya dari hasil kesepakatan banyak orang, yang disebut dengan nilai heteronom.

3. Nilai yang sumbernya dari individu

Dasarnya ada pada individu yang memiliki suatu hal yang baik, penting, dan juga luhur. Misalnya gigih saat bekerja. Seseorang akan menganggap bahwa kerja keras adalah hal yang penting, dalam meraih keberhasilan.

Seiring dengan berjalannya waktu, nilai ini akan diikuti oleh orang lain. Dan pada akhirnya nilai itu akan menjadi milik bersama. Dalam kenyataannya nilai sosial yang asalnya dari individu sering kali ditularkan dengan cara memberi contoh perilaku yang sejalan dengan nilai yang dimaksud. Nilai yang sumbernya dari individu disebut dengan nilai otonom.

Baca Juga :   Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Secara Umum

Fungsi

Nilai sosial juga memiliki fungsi di dalam masyarakat, pada umumnya fungsi tersebut yaitu :

  1. Sebagai media pengawas dengan daya tekan dan daya ikat nilai yang dapat menuntun, dan juga menekan manusia untuk berbuat baik di dalam kehidupan masyarakat.
  2. Sebagai penentu akhir bagi orang atau grup dalam memenuhi peran sosialnya di dalam kehidupan masyarakat.
  3. Sebagai alat solidaritas bagi setiap anggota kelompok di dalam masyarakat.
  4. Membentuk pola pikir dan pola tingkah laku pada anggota masyarakat.
  5. Menyumbangkan seperangkat alat yang dapat digunakan untuk menetapkan derajat sosial dari orang atau perorangan atau bahkan grup di dalam kehidupan masyarakat.

Peran

Nilai juga memiliki peran di dalam kehidupan masyarakat, seperti :

  1. Sebagai pentunjuk atau arah dalam bersikap atau bertindak.
  2. Sebagai acuan dan sumber motivasi dalam melakukan suatu hal.
  3. Mengarahkan masyarakat untuk berperilaku yang sesuai dengan nilai yang berlaku di lingkungannya.
  4. Sebagai pendorong, pengawas, dan penekan individu dalam berbuat baik.
  5. Sebagai alat solidaritas untuk mendorong kerjasama pada masyarakat agar bisa meraih tujuan yang tak bisa dicapainya sendiri.

Pembagian

Menurut  Prof. DR. Notonegoro nilai dibagi menjadi tiga macam. Yaitu :

  1. Nilai Material. Sesuatu yang berguna untuk unsur fisik misalnya sandang, pangan dan papan.
  2. Nilai Vital. Sesuatu yang berguna dalam suatu kegiatan tertentu. Misalnya baju olahraga ketika ada kegiatan olahraga.
  3. Nilai Kerohanian. Sesuatu yang berguna bagi batin atau nurani manusia. Misalnya akal, estetika dan religi.

Menurut bentuk dan wujudnya yaitu :

  1. Nilai Material dan Jasmani. Yaitu nilai konkret. Misalnya gedung, jembatan, dan alat elektronik.
  2. Nilai Immaterial dan Rohani. Yaitu nilai abstrak. Misalnya ideologi, politik, dan religi.

Menurut ciri-cirinya yaitu :

  1. Nilai Dominan atau Penting. Banyak orang yang menganut nilai ini, lama waktu orang tersebut menganut nilai ini, tinggi dan rendahnya usaha dalam mencapainya, dan kebanggaan orang tersebut dalam menggunakan nilai tersebut.
  2. Nilai Mendarah Daging atau Internalized Value. Merupakan nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan pada seseorang. Ketika dilanggar orang itu akan merasa bersalah atau kecewa. Contohnya seorang ayah yang tidak bisa menyelematkan anaknya yang tenggelam di sungai.
Baca Juga :   Pengertian Penyimpangan Sosial dan Dampaknya

Sekian informasi lengkap mengenai ciri-ciri nilai sosial di dalam kehidupan masyarakat. Semoga dapat menambah wawasan anda dan dapat dipelajari kembali.

Baca Juga :