Osi Layer : Pengertian, Kegunaan Dan Cara Kerjanya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Kegunaan dan Cara Kerja Osi Layer

Pengertian Osi Layer – Sebelum diciptakan OSI, melakukan komunikasi pada sebuah jaringan komputer adalah hal yang tidak mudah. Karena masing-masing dari vendor dan depelover di zaman dahulu menggunakan protokol, pada jaringannya masing-masing. Sehingga hal itu sangat menyulitkan penggunanya, khususnya ketika akan melakukan pertukaran data dari satu komputer ke komputer lainnya. Hal itu disebabkan oleh protokol jaringan yang dimiliki masing-masing komputer itu berbeda-beda.

Pada tahun 1980an, badan standarisasi nasional atau International Organization for Standardization (ISO) membuat model referensi yang disebut dengan OSI yang terdiri dari 7 layer. Masing-masing layer tersebut memiliki perannya masing-masing, sehingga anda tak perlu khawatir tentang masalah protokol komputer apa yang akan digunakan. Misalnya untuk berkomunikasi dengan teman anda.

Pengertian OSI Layer Atau Model OSI

Open System Interconnection (OSI) adalah sebuah model referensi yang ada di dalam bentuk kerangkan konseptual, yang mendefinisikan standar koneksi di sebuah komputer. Tujuan dibuatnya model OSI ini adalah untuk menjadi rujukan untuk setiap vendor dan developer. Sehingga produk ataupun software yang dibuat sifatnya interporate. Artinya bisa bekerja sama dengan sistem dan produk lainnya, tanpa harus melakukan suatu upaya khusus dari pengguna.

Tujuh Layer Model OSI 

  1. Application. Fungsinya adalah untuk menunjang suatu aplikasi dalam berkomunikasi melalui jaringan yang ada. Contohnya SMTP.
  2. Presentasion. Fungsinya untuk memformat suatu data agar bisa dikenali oleh si penerima. Contohnya JPG, GIF, HTTPS, SSL, TLS.
  3. Session. Fungsinya yaitu untuk membentuk koneksi, lalu memutuskannya saat seluruh data sudah terkirim. Contohnya NetBIOSS, PPTP.
  4. Transport. Fungsinya yaitu untuk mengatur flow control, acknowledgment dan mengirim ulang data bila memang dibutuhkan. Contohnya TCP, UDP.
  5. Network. Fungsinya adalah untuk menambahkan alamat jaringan yang ada pada paket. Contohnya Router, Layer 3 Switch.
  6. Data Link. Fungsinya yaitu untuk menambahkan MAC address pada paket. Contohnya Switch.
  7. Physical. Fungsinya adalah untuk mengirimkan data melalui suatu media transmisi. Contohnya Hub, NIC, Kabel.
Baca Juga :   Jaringan Komputer : Pengertian, Sejarah Singkat, Manfaat Dan Jenisnya Lengkap

Di dalam setiap prosesnya model OSI ini dibagi ke dalam tujuh layer, yang dimana setiap layer tersebut mempunyai peran penting yang saling berhubungan. Diantara layer bagian atas dengan layer di bagian bawahnya.

Physical Layer

Adalah layer yang paling pertama atau yang ada di bagian terendal di dalam model OSI. Layer ini memiliki tanggung jawab untuk mentransmisikan bit data digital, yang berasal dari physical layer pada perangkat pengirim atau sumber. Yang menuju ke physical layer perangkat penerima atau tujuan, melalui suatu media jaringan.

Di dalam physical layer ini data akan ditranmisikan dengan menggunakan sinyal yang didukung oleh media fisik. Seperti misalnya tegangan listrik, kabel, frekuensi radio, atau infrared. Atau bisa juga cahaya biasa.

Data Link Layer

Data Link Layer ini memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kesalahan yang bisa saja terjadi, saat proses tranmisi data. Dan juga akan membungkus bit ke dalam bentuk sebuah data frame. Data link layer ini juga akan mengelola skema pengamatan fisik, seperti misalnya alamat MAC yang ada di suatu jaringan. Data link layer adalah salah satu layar OSI yang cukup kompleks, sehingga layer ini dibagi lagi menjadi dua bagian. Yaitu layer Media Access Control (MAC) dan Layer Logical Link Control (LLC).

MAC memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan bagaimana sebuah perangkat yang ada di dalam suatu jaringan, akan mendapatkan akses ke medium. Dan juga mendapat izin untuk melakukan suatu transmisi data. Sedangkan LLC memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi dan membungkus protokol network layer, serta mengontrol pemeriksaan kesalahan dan juga melakukan sinkronisasi yang ada pada frame.

Network Layer

Networl layer memiliki tanggung jawab untuk menetapkan sebuah jalur yang nantinya digunakan untuk melakukan transfer, pada setiap data perangkat yang ada di dalam suatu jaringan. Router jaringan beroprasi di layer yang satu ini, yang juga memiliki fungsi utama pada network layer saat melakukan routing.

Baca Juga :   Hardware : Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Contohnya Lengkap

Routing tersebut akan memungkinkan paket untuk dipindahkan ke antar komputer, yang terhubung satu dengan lainnya. Untuk mendukung proses routing yang satu ini, network layer akan menyimpan alamat logis seperti misalnya alamat IP. Pada setiap perangkat yang ada di suatu jaringan. Layer network juga akan mengelola pemetaan, diantara alamat logikal dengan alamat fisik. Di dalam jaringan IP, pemetaan ini dilakukan melalui Address Resolution Protocol (ARP).

Transport Layer

Tanggung jawab dari transport layer ini adalah untuk mengirimkan pesan, diantara dua atau lebih host yang ada di dalam jaringan. Transport layer juga akan menangani pemecahan dan penggabungan pesan, yang juga mengontrol kehandalan pada jalur koneksi yang diberikan. Contohnya protokol TCP yang paling sering digunakan pada transport layer.

Session Layer

Session layer bertanggung jawab untuk mengendalikan sesi koneksi dialog, seperti misalnya menetapkan, mengelola dan memutuskan koneksi antar komputer. Untuk bisa membentuk suatu sesi komunikasi, session layer ini akan menggunakan sirkuit virtual yang dibuat oleh transport layer.

Presentation Layer

Layer yang satu ini bertanggung jawab untuk mendefinisikan sebuah sintaks yang digunakan oleh host jaringan, untuk berkomunikasi. Presentation layer juga akan melakukan proses enkripsi atau deskripsi informasi ataupun data. Dengan demikian hal itu mampu digunakan di lapisan aplikasi.

Application Layer

Application layer adalah bagian teratas pada model OSI, dan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan interface. Diantara protokol jaringan dengan aplikasi yang sudah ada pada komputer. Application layer ini akan menyediakan layanan yang diperlukan oleh aplikasi, seperti misalnya menyediakan sebuah interface untuk imple Mail Transfer Protocol (SMTP), telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Di bagian inilah aplikasi akan saling berhubungan dengan jaringan.

Baca Juga :   Media Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsinya Menurut Para Ahli Lengkap

Cara Kerja OSI Layer

Proses berjalannya suatu data dari suatu host ke host lainnya, di dalam sebuah jaringan sudah terbilang cukup panjang. Seluruh data itu harus melalui setiap layer dari OSI, agar sampai ke host tujuan. Misalnya saat anda akan mengirim email ke komputer lainnya, di sebuah jaringan komputer.

Proses yang paling pertama ada pada application layer, yang menyediakan program aplikasi email. Yang digunakan untuk mengirim data ke komputer lainnya. Di sebuah presentation layer, email itu dikonversi menjadi sebuah format dalam jaringan. Lalu pada session layer, akan dibentuk lagi sesi perjalanan data itu dari mulai dibentuk sampai selesainya proses pengiriman tersebut.

Di sebuah transport layer akan dipecah menjadi beberapa bagian kecil, lalu akan dikumpulkan lagi kepada transport layer si penerima. Dalam network layer akan dibuatkan alamat, dan ditentukan juga jalan yang dilalui oleh data tersebut agar sampai ke tujuan. Dalam data link layer, data akan dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan juga penerima yang sudah ditetapkan.

Pada layer terakhir yaitu physical layer, akan mengirimkan data itu melalui medium jaringan. Yang menuju ke lapisan transport si penerima. Setelah itu alur yang sama akan terjadi di komputer penerima, tetapi dimulai dari layer yang paling bawah. Sampai ke layer yang paling atas.

Demikian pembahasan mengenai pengertian OSI layer, lengkap dengan fungsi dan cara kerjanya. Semoga dapat dipahami dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :