Pantun : Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pantun : Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contohnya Lengkap

Pantun – Ada banyak jenis pantun di Indonesia. Pantun menjadi salah satu jenis karya sastra yang ada dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Sebelum mengenal pantun, mari kita lihat apa saja ciri-ciri pantun.

Pantun

Ciri-Ciri Dari Pantun

Pantun adalah sebuah puisi lama yang masih sangat disukai banyak orang, dan memiliki ciri khas. Sehingga pantun lebih mudah dikenali. Pantun mempunyai empat baris yang terdiri dari dua sampiran dan dua isi. Inilah yang membuat pantun menjadi unik, dan sering dijadikan media hiburan, informasi dan bahkan sindiran. Berikut ini ciri-ciri dari pantun :

  • Tiap baitnya terdiri dari 4 baris. Bila dalam prosa disebut paragraf di setiap kalimatnya, maka lain halnya dengan pantun. Di dalam puisi lama biasanya terdiri dari empat baris. Lalu dalam barisan kata pada pantun disebut dengan sebutan larik, sehingga lebih mudah dikenali bila ada sebuah contoh pantun.
  • Memiliki suku kata 8-12 pada setiap barisnya. Di zaman dahulu pantun tak pernah dituliskan. Biasanya pantun hanya disampaikan dengan cara lisan saja. Karena isinya harus singat dan padat, maka dari itu mengapa dalam pantun hanya terdiri dari 8-12 suku dan tidak lebih.
  • Memiliki sampiran dan isi. Inilah ciri pantun yang khas dan kental. Yaitu memiliki isi dan sampirannya, biasanya pada sampiran terdapat di baris yang pertama dan yang kedua. Lalu di baris ketiga dan keempat terdapat isi. Sampiran ini berisi pengantar yang menjelaskan isi di bagian bawahnya, hal ini akan menjadi lebih mudah diingat.
  • Berima a-b-a-b atau a-a-a-a. rima merupakan kesamaan bunyi yang ada di akhir kata pada sebuah pantun atau puisi. Puisi lama sangat kental dengan rima, tak terkecuali juga pantun. Untuk pantun yang sangat khas dalam rimanya, mempunyai formasi a-b-a-b.

Tapi ada juga yang memiliki formasi a-a-a-a sehingga dalam ke-4 barisnya mempunyai kesamaan bunyi. Artinya di dalam rima a-b-a-b terdapat bunyi yang sama, dan diantara baris pertama dan ketiga serta di baris kedua dan keempat. Hal ini membuat sampiran dan isi selalu memiliki bunyi yang sama.

Contoh Pantun dan Jenis Pantun yang Terkenal Di Masyarakat

Sudah ada banyak contoh pantun atau puisi lama, yang masih terkenal sampai sekarang. Bukan hanya di dunia pendidikan saja, tapi juga sering ditemui pada hiburan adat sampai hiburan televisi. Banyak juga kalangan pemuda yang menggunakan pantun pada saat sedang pidato. Pantun juga mempunyai banyak jenisnya, berikut ini contoh-contoh dan jenis pantun yang terkenal.

Pantun Nasehat

Pada dasarnya tujuan dari pantun nasehat ini adalah untuk menyampaikan nilai moral. Yang isinya yaitu imbauan untuk masyarakat. Pantun nasehat ini juga sering ditemukan di tengah masyarakat. Selain itu pantun nasehat juga berisi anjuran dan mendidik dan sering digunakan di dunia pendidikan. Berikut contohnya :

 

Pergi belanja ke pasar Wijahan

Tidak lupa membeli kedondong masam

Jagalah selalu kebersihan lingkungan

Agar hidup sehat nan tentram

 

Nenekku ahli meramu jamu

Dibuatnya ramuan dari resep rahasia

Janganlah kau bosan menuntut ilmu

Agar hidup tetap berguna sampai tua

 

Setiap pagi bunga ku rangkai

Di pot bunga agar terlihat mata

Jangan kau suka membuang sampah ke sungai

Nanti bisa meluap dan banjir akibatnya

 

Membuat manisan dari buah salak

Dijual dengan macam-macam harga

Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak

Agar kelak bisa masuk surga

Baca Juga :   Skimming dan Scanning - Pengertian, Penggunaan, Cara Membaca, Tujuan, Manfaat Serta Contohnya Lengkap

 

Kelinci kecil berwarna abu

Berlari-lari dengan ceria

Teruslah menuntut ilmu

Agar bahagia di masa tua

 

Bunga mawarku habis dimakan ulat

Setelah dilihat ternyata ulat bulu

Berusahalah dengan giat

Maka kesuksesan akan menantimu

 

Sofa empuk  berwarna jingga

Beli ayam dengan lalapan

Masa muda harus bekerja

Agar bahagia dan berkecukupan

 

Berenang-renang dua ekor itik

Pada sore yang indah di hari selasa

Jadilah anak yang berbudi baik

Selalu membantu kepada sesama

 

Membeli baju bergambar waru

Pulangnya mampir membeli kelapa

Masa muda banyaklah membaca buku

Agar tak sia-sia di masa tua

 

Burung merpati terbang tinggi

Di langit yang indah nan menawan

Jika ingin bersihnya hati

Jangan suka menggunjing teman

 

Pantun Jenaka

Sama dengan namanya, contoh pada pantun ini mengandung sesuatu yang lucu dan juga menarik. Pantun jenis ini biasanya digunakan untuk hiburan pada siapa saja yang mendengar atau membacanya. Kadang pantun ini juga berisi sindiran untuk masyarakat, yang dikemas dengan ringan dan jenaka. Berikut contohnya :

 

Ke pasar cermai membeli kacang polong

Jatuh di jalan di injak petani

Jika tidak ingin menjadi ompong

Janganlah malas menyikat gigi

 

Jalan-jalan ke pantai cemara

Melihat nelayan berkacamata

Masa muda jangan banyak tertawa

Nanti gigi garing tak tersisa

 

Sajadah hitam harum baunya

Dipakai selalu untuk alas berdoa

Jatuh terpental tiada rasa

Malu sendiri akibatnya

 

Burung gagak terbang perkasa

Mengitari langit tiada batasnya

Melihat mantan bahagia

Bergandengan dengan pacar barunya

 

Rambut berantakan tak pernah di sisir

Orang melihat tertawa kesenangan

Pengangguran berserakan seperti pasir

Kurang usaha dan keterampilan

 

Mimpi hanya menjadi angan

Selalu puas dengan hasilnya

Aku memang tak tampan

Tapi banyak yang suka karena kaya

 

Air garam jangan di minum

Nanti di gigit burung gagak

Gigi palsu lepas di depan umum

Semua orang tertawa terbahak-bahak

 

Pantun Agama

Dari namanya kita sudah tahu bahwa pantun ini berisi agama, atau yang berhubungan dengan agama. Pantun agama mengandung unsur kerohanian yang membahas tentang manusia pada penciptaNya. Yang hampir serupa dengan pantun nasihat, pantun ini juga berisi tentang moral. Tapi pantun agama lebih membahas unsur agamanya. Berikut contohnya :

 

Mahkota raja di ikat tali

Dilempar ratu kedalam kali

Tahta harta boleh kau cari

Tapi ingat tak di bawa mati

 

Bawa koran dari mekaki

Dari malam berlari-lari

Baca quran setiap hari

Gundah hilang tentramnya hati

 

Berjalan sendiri di malam hari

Bersama angin tetap ceria

Amalkan sunah dari para nabi

Hidup berkah penuh bahagia

 

Si manis beo hobinya terbang

Terbang gesit membawa angan

Bergaullah dengan orang sabar

Agar pahala dilipatgandakan

 

Berdoa dengan ikhlas agar terkabul

Heti tentram dan bermanfaat

Cintailah nabi dan rosul

Agar di akhirat mendapat syafaat

 

Hidung pesek seperti jambu

Tetap bersyukur pada pencipta

Alquran adalah jendela ilmu

Untuk semua umat muslim di dunia

 

Burung kutilang terbang di angkasa

Bersama teman dan anak-anaknya

Pandai-pandailah menghargai sesama

Karena wajib untuk semua umat beragama

 

Semut merah tebu di makan

Ulat bulu tampak menggeliat

Ilmu agama mari amalkan

Berkah dunia dan akhirat

 

Beli kacang lalu di tanamkan

Pantai indah putih berpasir

Jika makan harus dihabiskan

Agar tidak menjadi mubazir

 

Berlari-lari menggapai angan

Panas terik menjadi gerah

Ridho Allah di utamakan

Hidup bahagia penuh berkah

 

Pantun Kasih Sayang

Sesuai juga dengan namanya, pantun ini berisi tentang berkasih-kasihan dan kasih sayang. Pada umumnya pantun ini sering digunakan oleh remaja melayu yang menjadi sarana dalam mengungkapkan isi hati mereka. Karena berhubungan dengan hati, maka pantun ini cocok untuk kalangan remaja. Berikut contohnya :

Baca Juga :   Tahapan Atau Cara Membuat Makalah Sederhana dan Terlengkap

 

Ember hijau berisi cucian

Indahnya bintang di langit malam

Berikan anak perhatian

Kelak tua kau kan di sayang

 

Indahnya pelangi di sore hari

Datang setelah badai

Cantik anggun rambut terurai

Selalu terkenang di dalam hati

 

Tampak cerah mentari pagi

Bersinar menerangi jagat raya

Hanya padamulah ku sandarkan hati

Jaga setia abadi selamanya

 

Lukisan indah terpampang di dinding

Menjadi sorotan banyak kalangan

Maukah kau ku ajak bersanding

Melewati bahtera kehidupan

 

Mawar merah mekar di taman

Semerbak mewangi aromanya

Janji setia seorang teman

Menjadi obat pelipur lara

 

Senja yang indah di sore hari

Tampak eksotis memikat hati

Kaulah bidadari yang ku nanti

Menemani ku sampai mati

 

Buah nanas buah kedondong

Rasa masam melilit perut

Berikan cinta dan sayang untuk semua orang

Kebahagian yang dirasakan tak akan luput

 

Padi merekah di tengah ladang

Bangunan megah di buat tukang

Cantik paras sedap di pandang

Ingin hati menyapamu sayang

 

Lebah kuning menari-nari

Bayi kecil sedang terlungkup

Berjanjilah sehidup semati

Bersamaku lewati sulitnya hidup

 

Pergi ke pasar membeli nanas

Jangan lupa menggosok gigi

Cinta suciku tak kau balas

Sedih di hati berhari-hari

 

Pantun Anak

Pantun tidak hanya dijadikan konten orang dewasa saja, tapi juga untuk anak-anak seperti pantun ini. Dengan konten yang lebih ringan tujuan dari pantun anak ini adalah untuk memberi didikan dan menyampaikan pesan moralnya. Tentu contoh dari pantun ini harus mengandung hal yang menyenangkan untuk anak-anak dan harus menarik. Berikut contohnya :

 

Kelinci kecil berlari-lari

Ditengah taman penuh bunga

Mendengar musik mari menari

Bersama teman penuh suka cita

 

Burung merpati burung cendrawasih

Hinggap di ranting rumah pak badu

Bersama adik bertukar kasih

Hidup bahagia tentram selalu

 

Angin sejuk di malam hari

Silir berganti meniupi apa saja

Ayah dan ibu memberi hati

Anak balas memberi segalanya

 

Anak manis cantik berdandan

Duduk sendiri sambil mengadu

Bermain komedi putar bersama teman

Sangat asik sampai lupa waktu

 

Durian runtuh nikmat rasanya

Dimakan bersama di tepi pantai

Liburan itu perlu tampaknya

Agar pikiran menjadi santai

 

Tupai kecil melompat kehutan

Bersama singa diteriakkan

Semua lagu adik dendangkan

Semua tari kakak lakukan

 

Kucing sembunyi di dalam karung

Tak tahan dengan busuknya bau

Adik lucu berhidung mancung

Tertawa geli di goda ibu

 

Burung elang menyapa angan

Memberi semangat walau secuil

Jangan sedih tidur sendirian

Agar mandiri sejak kecil

 

Jalan-jalan ke pasar sitra

Membeli dukuh manis rasanya

Mandi sendiri haruslah bisa

Agar tidak merepotkan bunda

 

Pergi berlibur ke pantai senggigi

Ombak di sana sangatlah tinggi

Mari adik belajar mandiri

Agar mudah sampai tua nanti

 

Pantun Adat Istiadat

Pantun yang satu ini masih sering dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, yang masih memiliki adat yang kental. Pantun ini berisi pesan moral dan tradisi dari leluhur yang dilarang dilupakan. Fungsi dari pantun adat istiadat ini bisa menjadi media dalam menyampaikan peraturan pada masyarakat setempat. Berikut contohnya :

 

Di rawa itu ada buaya

Tampak tenang tersipu malu

Bersama-sama menjunjung budaya

Agar tidak luntur oleh waktu

 

Jalan-jalan melihat perkembangan

Sampai tak sadar ada ulat

Zaman modern membawa perubahan

Junjung tinggi pusaka adat

 

Adik cantik semoga panjang umur

Manis tersenyum berlari-lari

Patuhilah peraturan dari leluhur

Sebagai budaya yang tetap lestari

 

Beban berat coba di angkat

Walau berkeringat di cuaca panas

Mari bersama lestarikan adat

Agar dikenal masyarakat luas

 

Pohon rambutan buahnya lebat

Berwarna merah manis rasanya

Jagalah adat istiadat

Baca Juga :   Teks Cerita Sejarah : Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis dan Kaidah Kebahasaan Lengkap

Agar abadi tak termakan usia

 

Pulau lombok pulau menawan

Pantai yang indah dan terbayang

Kain songket dijaga dari zaman ke zaman

Titipan budaya dari nenek moyang

 

Temu rindu yang singkat

Kini hati terasa sekarat

Teguhnya adat istiadat

Mati manusia jangan sampai mati adat

 

Tampak cahaya di celah-celah

Tertutup kain soraya

Jika suka maka pinanglah

Sebagai tanda memiliki budaya

 

Daun teh dimakan ulat

Rumput hijau tumbuh berumpun

Janganlah kita melanggar adat

Agar tertib dan rukun

 

Hujan deras di hari selasa

Membuat air semakin naik

Adat pusaka untuk dijaga

Jadilah budi pekerti yang baik

 

Pantun Dagang

Untuk anda yang hobi berdagang, pantun ini cocok untuk anda. Dan bisa digunakan sebagai media untuk berkeluh kesah. Biasanya pantun dagang berisi nasih atau kisah hidup dari seseorang. Kadang pantun dagang juga sering ditulis orang seseorang yang sedang merantau di kota orang. Berikut contohnya :

 

Ilalang dihinggapi capung

Duduk petani beranda-andai

Ingin rasanya pulang ke kampung

Namun apalah daya tangan ini tak sampai

 

Putri malu selalu tersipu

Diinjak-injak sangatlah malang

Sudah dagang tak pernah laku

Sampai mengharap belas kasih dari orang

 

Malam yang sunyi penuh drama

Suara anjing keras menggonggong

Untung yang ada dibawa kemana

Jika tidak untuk menolong

 

Jarum tajam di depan mata

Ingin menusuk ke dalam dada

Hingga petang datang menyapa

Dagang pulang berurailah air matanya

 

Anak kecil selalulah di pantau

Agar aman masa kecilnya

Anak dagang dan anak rantau

Jika mencinta ditolak akhirnya

 

Kucing kecil yang malang

Dibawa orang menyeludup

Nasibku tak seindah orang

Selalu diterkam kerasnya hidup

 

Burung kecil cepat menghilang

Terbang cepat entah kemana

Apalah harga anak dagang

Emas tiada apalagi tahta

 

Jangan lihat jika sakau

Jika rindu tak tertahankan

Hargailah kami si anak rantau

Berjuang keras hanya untuk makan

 

Hujan mengguyur airpun naik

Bawa pelampung agar aman

Nasibmu mungkin lebih baik

Namun hatimu haruslah dermawan

 

Jauhi singa dari dirinya

Agar tak sampai jatuh di gigitan

Kami berjuang untuk keluarga

Agar setiap hari bisa makan

 

Pantun Kepahlawanan

Pantun ini sangat erat kaitannya dengan kisah semangat juang dari pahlawan. Karya jenis ini tujuannya adalah untuk memberi semangat pahlawan pada mereka yang membaca atau mendengarnya. Perjuangan yang ditohekan pada pantun kepahlawanan, sangat menarik dan patut dijadikan pelajaran. Berikut contohnya :

 

Baju pengemis tampak lusuh

Orang berlomba kalah telak

Tak pernah niat mencari musuh

Musuh datang jangan di tolak

 

Di dalam karung ada kucing

Mati tewas tak bernyawa

Hanya bermodal bambu runcing

Untuk membela negara tercinta

 

Rambut hitam anggun rupanya

Sehalus bulu burung merpati

Hidup mati untuk negara

Ikhlas hati jikalau mati

 

Seperti macan dari lisan

Jangan sampai membuat luka

Mari hargai jasa pahlawan

Rela mati membela bangsa

 

Jaring yang rusak dimana-mana

Oleh nelayan langsung dibuang

Meski hanya tinggal nama

Perjuanganmu akan tetap dikenang

 

Pergi merantau menggunakan perahu

Modal nekat pantang malu

Semoga tenang pahlawanku

Surga disana menantimu

 

Janganlah kau cepat merah

Jika tak ingin dijauhi siapa saja

Pedang panjang berlumur darah

Demi membela bangsa dan negara

 

Hewan berpunuk unta namanya

Tinggal di arab dengan hebatnya

Pahlawan tanpa tanda jasa

Namamu akan menjadi cerita

 

Jangan hanya berangan-angan

Wujudkan untuk mencapai bahagia

Jangan lupakan bakti pahlawan

Karnanya kita bisa merdeka

 

Jatuh tersungkur jangan tertawakan

Langsung beri pertolongan saja

Semangat juang para pahlawan

Patut di contoh para pemuda

 

Itulah beberapa jenis pantun dan contohnya, yang bisa dijadikan pelajaran atau panutan bagi anda semua. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, dan bagi setiap pembaca yang ingin belajar membuat pantun yang baik dan benar.

Baca Juga :