Pengertian Akuisisi : Manfaat Dan Klasifikasinya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Akuisisi : Manfaat Dan Klasifikasinya Lengkap

Akuisisi Adalah – Akuisisi pada sebuah perusahaan di dalam dunia bisnis dapat terjadi kapan saja. Alasan yang paling sering dikemukakan saat suatu perusahaan bergabung dengan perusahaan lainnya, atau untuk melakukan akuisisi adalah karena dengan melakukan akuisisi maka suatu perusahaan bisa mencapai pertumbuhan yang lebih cepat. Dibandingkan dengan membangun kembali unit usaha sendiri, disamping motif ekonomi dalam mendapat keuntungan.

Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli

1. PSAK No 2 Paragraf 08 Tahun 1999

Jika menurut PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, Akuisisi merupakan suatu penggabungan usaha yang di mana salah satu perusahaan perusahaan yang mengakuisisi, memiliki kendali atas aktiva neto, serta operasi perusahaan yang diakuisisi. Caranya dengan memberi aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau bisa juga dengan mengeluarkan saham.

2. Michael A Hitt

Akuisisi adalah mendapatkan atau membeli perusahaan lain, caranya dengan membeli sebagian besar saham yang berasal dari perusahaan sasaran.

3. P.S Sudarsanan

Adanya sebuah perjanjian yang dimana sebuah perusahaan membeli aset atau saham dari perusahaan lain, sedangkan beberapa pemegang saham di perusahaan tersebut yang menjadi sasaran utama dari akuisisi akan berhenti menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Baca Juga :   Kuartil Bawah, Tengah dan Atas : Pengertian, Rumus serta Contohnya Lengkap

4. Marcell Go

Akuisisi juga sering disebut sebagai investasi peranan modal. Akusisi merupakan penguasaan dari sebagian saham yang berasal dari perusahaan subsidiary, yang dilakukan melalui pembelian saham hak suara dalam perusahaan subsidiary. Dengan jumlah material sekitar lebih dari 50%.

Dilihat dari definisi tersebut maka pengertian akuisisi ini bisa disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan, dari suatu perusahaan oleh perusahaan lainnya. Caranya yaitu dengan membeli sebagian atau bahkan seluruh saham di perusahaan tersebut. namun perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukumnya sendiri, yang bertujuan untuk pertumbuhan dari usaha itu sendiri.

Manfaat Akuisisi

Manfaat dari akuisisi menurut Shapiro (1991 : 933) dalam Christina (2003 : 12), diantaranya yaitu :

  1. Untuk meningkatkan pertumbuhan agar lebih cepat di dalam bisnis yang saat ini, daripada harus melakukan pertumbuhan dengan cara internal.
  2. Untuk mengurangi tingkat persaingan dalam hal pembelian beberapa badan usaha, untuk menggabungkan kekuatan pasar dan untuk membatasi persaingan.
  3. Untuk memasuki pasar yang baru pada penjualan dan pemasaran yang sekarang, yang tidak bisa ditembus.
  4. Untuk menyediakan sebuah managerial skill, yang merupakan bantuan manajerial dalam mengelola aset di dalam suatu badan usaha.

Klasifikasi Akuisisi

Berdasarkan Bentuk Dasar Atau Objek Akuisisi

Ada 3 prosedur dasar yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lainnya. Yaitu dengan cara :

  • Merger atau konsolidasi

Biasanya merger digunakan untuk menunjukkan penggabungan dari 2 perusahaan atau lebih, yang kemudian hanya digunakan 1 nama perusahaan dari 2 atau lebih perusahaan tersebut. sedangkan konsolidasi digunakan untuk menunjukkan penggabungan dari 2 perusahaan atau lebih, kemudian hilanglah perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut. lalu muncul kembali perusahaan dengan nama yang baru.

  • Akusisi saham

Cara berikutnya yang dapat dilakukan untuk mengambil alih perusahaan lainnya, adalah dengan cara membeli saham dari perusahaan tersebut. baik dibeli dengan tunai, maupun menggantinya dengan sekuritas lainnya pada saham atau obligasi.

  • Akuisisi aset

Sebuah perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lainnya dengan cara membeli aktiva dari perusahaan tersebut. cara ini cukup untuk menghindarkan suatu perusahaan, dari adanya kemungkinan dalam memiliki pemegang saham yang minoritas. Yang dimana hal ini dapat terjadi pada kejadian akuisis saham. Akuisisi aset ini biasanya dilakukan dengan cara memindahkan hak kepemilikan aktiva yang akan dibeli.

Baca Juga :   5 Kedudukan Badan Usaha dan Perusahaan

Berdasarkan Keterkaitan Dengan Jenis Usaha Tertentu

  • Akuisisi horizontal

Adalah jenis akuisisi yang dilakukan oleh suatu perusahaan atas perusahaan sasaran, yang memiliki bidang atau jenis usaha yang sama. Sehingga hal itu menjadi pesaing usaha, baik pesaing yang memproduksi suatu produk yang sama maupun di daerah pemasaran yang sama. Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk memperbesar pangsa pasar atau untuk membunuh pesaing lainnya.

  • Akuisisi vertikal

Adalah suatu akuisisi yang dilakukan diantara suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain, yang masih berada di dalam satu mata rantai produksi. Yaitu suatu perusahaan yang bergerak di dalam sebuah produksi yang berasal dari hulu ke hilir. Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk mendapatkan kepastian dari pasokan dan penjualan barang.

  • Akuisisi konglomerat

Merupakan suatu perusahaan yang tidak berhubuangan langsung dengan perusahaan lainnya, baik secara horizontal maupun secara vertikal. Tujuan dari akuisisi ini adalah agar perusahaan yang diakuisisi bisa menunjang perusahaan yang mengakuisisi secara keseluruhan. Dan untuk memantapkan kondisi portfolio pada grup perusahaan.

Jika dilihat dari segi akuntansi, jika ada 2 atau lebih badan usaha yang diselenggarakan bersama atau digabungkan dengan tujuan untuk melanjutkan usaha yang lama. Maka hal itu bisa disebut sebagai bentuk dari akuisisi. Akibat dari kombinasi tersebut maka prosedur pencatatan akuntansinya, terdiri dari 2 jenis metode. Yaitu metode pembelian, dan metode penyatuan kepentingan.

Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian akuisisi, yang bisa menjadi gambaran umum bagaimana suatu perusahaan berakuisisi atau diakuisisi. Semoga menambah manfaat.

Baca Juga :