Ambigu : Pengertian, Definisi, Ciri, Jenis dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Definisi, Ciri, Jenis dan Contoh Ambigu

Ambigu – Ambigu adalah suatu kalimat yang memiliki lebih dari satu interpretasi normal. Definisi dari ambigu adalah sebuah kalimat yang mempunyai arti yang ganda, sehingga maknanya meragukan satu dengan yang lain yang terkadang tidak dapat dipahami oleh orang lain. Penyebab dari ambigu diantaranya yaitu struktur kalimat yang tidak tepat, intonasi yang tidak tepat, dan pemakaian kata yang sifatnya polisemi.

Pada umumnya istilah ambigu atau taksa didefinisikan sebagai suatu keadaan yang tidak jelas, atau tidak pasti. Pengertian ambigu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu kata sifat yang maknanya lebih dari satu, atau bermakna ganda sehingga memunculkan keraguan, kekaburan ketidakjelasan dan semacamnya.

Sedangkan dari sisi etimologi kata ambigu mengacu pada bahasa latin, yaitu amibigius yang artinya bergerak dari sisi ke sisi atau tidak pasti. Atau suatu keadaan yang meragukan. Ambigiuus juga berasal dari kata ambigere yang artinya pergi ke tempat yang belum pasti, berjalan tanpa arah, dan keragu-raguan. Ambigere juga merupakan sebuah gabungan dari kata ambi, yang artinya kira-kira atau sekitar ke dua sisi, dan agere yang artinya mendorong atau bergerak.

Di dalam perkembangannya istilah ambigu ini digunakan untuk berbagai situasi, yang paling kita dengar antara lain adalah kalimat ambigu atau frasa ambigu. Pengertian dari kalimat ambigu ini adalah sebuah kalimat yang mempunyai makna ganda. Makna ganda di sini artinya jika suatu kalimat bisa menimbulkan penafsiran yang lebih dari satu makna, atau tidak ada makna yang pasti. Tergantung dari sisi mana penafsir dan pembaca mengartikan kalimat tersebut. berdasarkan bentuknya, ambigu dibagi menjadi tiga bagian.

Baca Juga :   Novel : Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Novel

Ambiguistik Fonetik

Jenis ambigiusitis terjadi karena adanya kesamaan dalam bunyi-bunyian yang diucapkan, contohnya dalam dialog sehari-hari. Contohnya pada kalimat, Rika datang ke rumah untuk memberi tahu. Kalimat itu memberi makna yang ganda pada kata tahu. Tahu dalam kalimat tersebut dapat ditafsirkan sebagai tahu jajanan atau makanan, yang terbuat dari kedelai. Atau tahu dalam arti memberi informasi yang baru. Ambiguitas ini bisa dihilangkan dengan menggunakan konten, pada sebuah kalimat atau frasa. Misalnya Rika datang ke rumah memberi tahu sumedang. Atau Rika datang ke rumah untuk memberi tahu kabar pernikahannya minggu depan. Untuk menghindari ambiguitas ini maka anda harus mendengarkan suatu kalimat pada percakapan yang utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas yang satu ini terbentuk karena adanya pembentukan pada tata bahasa di dalam kata, frasa, dan juga kalimat. Contohnya pada frasa orang tua yang mengandung dua jenis penafsiran. Yang pertama yaitu orang tua dalam arti orang yang sudah berumur, contoh lainnya yaitu frasa gigit jari yang artinya yaitu ungkapan kekecewaan atau keputusasaan. Atau bisa juga menggigit jari dalam arti yang sebenarnya. Frasa ini harus ditulis atau diucapkan di dalam satu kalimat yang utuh.

Ambiguitas Leksial

Jenis ambiguitas ini terjadi karena faktor dari kata itu sendiri. Karena pada dasarnya suatu jenis kata bisa bermakna lebih dari satu, tergantung pada penggunaannya. Contohnya dalam kalimat Pak Dodi sedang menggali tanah untuk mengubur barang bekas. Dan contoh lainnya, kepolisian sedang fokus menggali informasi dari keberadaan pelaku pembunuhan. Pada kalimat yang pertama kata menggali diartikan sebagai membuat lubang di tanah. Sedangkan pada kalimat kedua arti menggali adalah mencari atau menelusuri sesuatu. Contoh lagi lainnya yaitu dari kata lari, misalnya yang terdapat pada kalimat Gilang berlari untuk mencapai Bus tepat pada waktunya. Kata lari tersebut artinya yaitu mengejar atau menyusul. Sedangkan pada kalimat Maria berhasil lari dari kejaran preman, arti kata lari adalah menjauh atau menghindari.

Baca Juga :   Slogan : Pengertian, Ciri, Tujuan Dan Jenisnya Lengkap

Pada umumnya ambiguitas merupakan suatu hal yang harus dihindari, karena memiliki potensi untuk menimbulkan kesalahpahaman atau salah persepsi. Tetapi berbeda dengan dunia bisnis terkadang pelaku usaha akan sengaja menimbulkan ambiguitas pada iklan yang dibuatnya. Tujuannya adalah untuk memanipulasi penafsiran konsumen yang melihat iklan itu. Supaya iklan itu memberikan stimulus dalam membeli barang yang diiklankan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai ambigu, dan juga jenis dan contohnya. Semoga dapat dipahami dan memberi manfaat.

Baca Juga :