Inkaso : Pengertian, Definisi dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Definisi dan Contoh Inkaso

Inkaso – Definisi dari inkaso adalah pemberian kuasa pada Bank baik oleh perorangan, atau perusahaan untuk menagih atau meminta akseptasi atau persetujuan pembayaran, atau menyerahkannya begitu saja pada pihak yang tertarik atas surat berharga yang bentuknya rupiah atau valas seperti misalnya wesel, cek, promissory, notes dan lain sebagainya. Di tempat yang lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Pengertian inkaso menurut Lukman Dendawijaya : 2001 yaitu suatu jenis jasa yang diberikan oleh Bank atas permintaan nasabah, dalam melakukan penagihan pembayaran atas dokumen atau surat berharga pada pihak ketiga di lokasi lainnya. Bisa cabang Bank yang bersangkutan atau bisa juga Bank lainnya.

Pengertian inkaso masuk adalah inkaso yang diterima oleh Bank yang berasal dari Bank lain, atau orang lain atas warkat surat berharga. Yang sudah diterbitkan oleh nasabahnya sendiri. Pada inkaso masuk ini, Bank hanya memeriksa kecukupan yang berasal dari nasabahnya yang sudah menerbitkan warkat surat berharga pada pihak ketiga.

Sedangkan pengertian dari inkaso keluar adalah jenis inkaso yang dikirimkan oleh Bank pada Bank lainnya, atau orang lain dalam kegiatan penagihan suatu warkat surat berharga yang sudah diterbitkan oleh nasabah dari Bank lain. Dalam hal inkaso keluar ini Bank hanya menerima amanat yang berasal dari nasabahnya sendiri, dalam menagih warkat surat berharga tersebut pada seorang nasabah Bank lain di kota atau tempat yang lainnya.

Contoh inkaso yaitu :

  • Wesel
  • Money order
  • Kuitansi
  • Cek
  • Kupon dan dividen
  • Surat aksep
  • Surat undian
  • Nota tagihan lainnya

Bank sebagai sebuah lembaga keuangan bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan meminjam uang saja. Ada beberapa layanan lainnya yang ditawarkan oleh Bank untuk melayani nasabahnya. Tentu saja untuk mengembangkan usahanya juga. Salah satunya adalah inkaso atau penagihan, yang dimana seseorang atau badan tertentu bisa meminta pihak Bank untuk menagihkan warkat atau surat berharga yang dimilikinya pada seseorang atau badan tertentu, yang ada di luar wilayah kliring atau kota lainnya.

Baca Juga :   Bank Garansi : Pengertian, Definisi, Manfaat, Jenis dan Perbedaannya Dengan Kredit

Misalnya Bapak Adi seorang nasabah dari Bank ABC di kota A menerima cek dari Ibu Dea yang juga merupakan nasabah di Bank ABC di kota B. meskipun cek itu diterbitkan Bank ABC di kota B, tetapi Bapak Adi bisa menagih atau mencairkan cek Bank ABC di kota A dengan melalui mekanisme inkaso tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa surat berharga seperti cek tidak bisa dicairkan bila cek itu berasal dari Bank, yang berasal dari ada di luar wilayah kliring atau kota lainnya. Sehingga dibutuhkan mekanisme inkaso sehingga orang tersebut tidak harus ke luar kota atau ke luar negeri, untuk bisa menagih surat berharganya. Bukan hanya menghemat waktu dan biaya saja, tetapi mekanisme ini jauh lebih aman karena anda tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau repot-repot mentransfer uang yang telah dicairkan ke rekening pribadi anda.

Selain itu pihak Bank juga akan diuntungkan karena akan mendapat pemasukan dari komisi inkaso, dan pengendapan dana inkaso yang ada di rekening Bank mulai dari dana yang berhasil ditagih sampai dicairkan oleh pemilik dana. Hal itu juga dapat menaikkan citra Bank dimata nasabah dalam hal pelayanannya.

Dari kegiatan yang dilakukan terdapat dua jenis inkaso yaitu inkaso masuk dan inkaso keluar, dalam inkaso keluar pihak Bank yang ditunjuk dapat melakukan penagihan sesuai dengan warkat yang diterimanya. Penagihan akan diteruskan pada cabang Bank penagih, yang ada di Kota pihak tertagih. Bila pihak tertagih adalah nasabah di Bank yang berbeda maka akan dilakukan proses kliring terlebih dahulu. Setelah inkaso berhasil, Bank penagih akan menerima hasil inkaso kemudian diteruskan lagi ke pemilik warkat.

Baca Juga :   Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) : Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, Fungsi, Jenis dan Prinsipnya Lengkap

Sedangkan untuk inkaso masuk akan dilihat dari sisi Bank tertagih yang dimana nasabahnya menerbitkan warkat. Bank tertagih sebagai Bank pelaksana yang menerima tagihan. Penagihan pun akan direalisasikan sesuai dengan warkat. Bila pihak yang tertagih adalah nasabah dari Bank pelaksana, maka komisi inkaso akan dibebankan pada rekening Bank tersebut. bila pihak yang tertagih adalah nasabah dari Bank lain, penagihan akan dilakukan dengan proses kliring. Yang terakhir Bank pelaksana akan menginformasikan hasil inkaso ke Bank penagih.

Itulah penjelasan lengkap mengenai inkaso. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Baca Juga :