Laba Ditahan : Pengertian, Unsur, Fungsi dan Contoh Laporannya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian dan Fungsi serta Contoh Laporan Laba Ditahan

Laba Ditahan Adalah – Pengertian laba ditahan di dalam akuntansi dan manajemen adalah laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan, namun laba tersebut tidak dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk deviden.

Karena laba itu akan digunakan lagi oleh perusahaan, atau dengan kata lain akan diputar kembali untuk keperluan perusahaan. Biasanya laba ditahan ini berasal dari laba pada kegiatan operasional ataupun kegiatan non operasional. Kegiatan non operasional misalnya berupa penjualan aktiva tetap perusahaan yang kemudian menghasilkan keuntungan. Laba ditahan ini biasanya menjadi bagian dari modal perusahaan di awal.

Fungsi Dari Laba Ditahan

Fungsi atau tujuan adanya laba ditahan di dalam suatu perusahaan adalah untuk memenuhi kebutuhan, dalam hal pendanaan dari perusahaan tersebut. laba ditahan ini juga dapat digunakan untuk :

  • Pengembangan usaha (ekspansi bisnis)
  • Pembayaran utang
  • Membiayai kegiatan operasional

Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengembangan Usaha

Jenis laba yang tidak dibagikan pada pemilik perusahaan, akan digunakan kembali untuk mengembangkan bisnis di perusahaan itu sendiri. Pengembangan bisnis ini bentuknya bermacam-macam, mulai dari pembangunan pabrik yang baru, membeli mesin baru, menambah land Bank perusahaan, mengakuisisi perusahaan supplier atau berinvestasi di pasar modal.

Semua itu tentu membutuhkan dana yang besar, istilahnya yaitu capital expenditure (capex) atau pengeluaran modal. Sehingga dengan adanya cadangan dari laba ditahan, maka perusahaan dapat membiayai capital expenditure tersebut dengan dana sendiri tanpa harus melibatkan pihak lain dari luar perusahaan. Seperti misalnya penambahan saham baru atau utang penerbitan obligasi atau hipotik.

Baca Juga :   40 Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli dan Secara Umum Terlengkap

Pembayaran Utang

Fungsi atau kegunaan dari laba ditahan lainnya adalah untuk pembayaran utang di perusahaan. Terutama untuk utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo. Pada umumnya utang jangka panjang mempunyai nilai nominal yang besar. Jika tidak segera dibayarkan, maka akan ada resiko perusahaan dipailitkan oleh para kreditur.

Perusahaan dapat melunasi utang yang akan segera jatuh tempo, dengan cara menerbitkan saham baru atau obligasi. Tetapi kedua jenis pendanaan tersebut mempunyai biaya modal yang tak sedikit. Laba ditahan merupakan salah satu opsi terbaik, karena tidak adanya biaya modal dan mudah dilakukan.

Pembiayaan Operasional Perusahaan

Laba ditahan juga akan mendukung kegiatan operasional pada perusahaan. Perusahaan yang sedang tumbuh dan berkembang akan selalu membutuhkan dana yang besar, untuk membiayai kegiatan operasional yang semakin kompleks.

Dengan menggunakan laba ditahan tersebut, maka perusahaan tidak membutuhkan uang atau dana yang asalnya dari luar dalam membiayai kegiatan operasionalnya.

Unsur Laba Ditahan

Laba bersih tentu akan menambah jumlah laba yang ditahan diperusahaan. Laba bersih ini adalah laba yang sudah dikurangi dengan bunga dan juga pajak. Rugi bersih memiliki efek yang sebaliknya, rugi akan mengurangi jumlah saldo yang ditahan oleh perusahaan.

Laba/Rugi Bersih

Laba atau rugi bersih akan menambah atau mengurangi laba ditahan dengan melakukan tutup buku, pada laba/rugi yang dihasilkan dengan membuat jurnal penutup. Laba rugi perusahaan akan dipengaruhi oleh pendapatan dan juga beban. Pendapatan dan beban juga merupakan akun periodik yang akan digunakan lagi untuk periode berikutnya. Sehingga saldo akun itu harus ditutup.

Pos pendapatan dan beban juga harus ditutup ke dalam pos akun laba ditahan di setiap akhir periode, penutupan akun pendapatan dan beban tersebut akan berpengaruh pada laba ditahan di suatu perusahaan.

Baca Juga :   7 Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Pengertian serta Contohnya Lengkap

Pembagian Dividen

Dividen adalah bagian laba bersih dari suatu perusahaan, yang dibagikan kepada para pemegang saham. Apakah dividen akan dibagikan atau tidak, semua itu akan bergantung pada kebijakan dividen dari perusahaan itu sendiri. Besar atau kecilnya dividen juga akan dibagikan oleh perusahaan, bisa yang bentuknya dividen tunai atau dividen saham.

Pembagian dividen ini akan diambil dari laba yang ditahan perusahaan, sehingga ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen apapun bentuknya, laba ditahan juga pasti akan berkurang.

Laporan Mengenai Laba Ditahan

Laporan laba ditahan berisi tentang perubahan yang terjadi pada laba yang ditahan perusahaan, pada periode berjalan. Rincian laba ditahan ini biasanya terdiri dari laba atau rugi operasional perusahaan, pembayaran dividen, dan pos lainnya yang akan memengaruhi saldo laba yang ditahan.

Contoh Laporan Laba Ditahan

Laba Ditahan Dan Pencatatan Akuntansi

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai laba ditahan, semoga dapat dipahami dan memberi manfaat.

Baca Juga :