Micro Teaching : Pengertian, Tujuan Dan Fungsinya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Micro Teaching : Tujuan Dan Fungsinya Lengkap

Pengertian Micro Teaching – Di dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada seorang pendidik, maupun pada calon pendidik tentu harus mampu menguasai banyak materi dan tata kelola dalam sebuah kelas di dalam proses teaching learning. Penguasaan ini diperoleh dengan melalui beberapa latihan, atau praktek. Baik sesama calon guru atau praktek langsung di lapangan bagi para calon guru tersebut. kegiatan semacam ini disebut dengan micro teaching, yaitu pembelajaran atau pengajaran mikro. Yang oleh seorang pakar diberi pengertian yang berbeda-beda tetapi intinya sama.

Micro Teaching

Laughlin dan Moulton dalam Hasibuan mendefinisikan micro teaching sebagai metode pelatihan penampilan yang dirancang dengan jelas, dengan cara mengisolasi beberapa bagian komponen dari proses mengajar, sehingga para calon guru bisa menguasai setiap komponen satu per satu di dalam situasi mengajar yang disederhanakan.

Menurut Sukirman micro teaching adalah sebuah pembelajaran dengan salah satu pendekatan, atau cara dalam melatih penampilan mengajar yang dilakukan dengan cara mikro atau disederhanakan. Penyederhanaan ini berhubungan dengan setiak konsep pembelajaran, contohnya dari segi waktu, materi, jumlah siswa, jenis keterampilan dasar mengajar yang dilatihkan, penggunaan metode dan media pembelajaran, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya.

Hamalik mengatakan bahwa pengajaran mikro adalah teknik yang baru dan menjadi bagian dari sebuah pembaharuan. Penggunaan pengajaran mikro ini adalah dalam rangka mengembangkan keterampilan mengajar pada calon guru, atau sebagai usaha peningkatan. Yang merupakan cara baru khususnya dalam sistem pendidikan guru di negara kita.

Menurut Sardiman micro teaching adalah meningkatkan performance yang menyangkut pada keterampilan dasar, dalam mengajar atau latihan dalam mengelola interaksi dalam belajar dan mengajar.

Dengan memahami beberapa pendapat tersebut di atas pengajaran mikro ini pada dasarnya adalah sebuah metode pembelajaran, yang berdasarkan performa yang tekniknya dilakukan dengan cara melatikan beberapa komponen kompetensi dasar mengajar dalam proses pembelajaran. Sehingga calon guru akan benar-benar menguasai setiap komponen satu per satu, atau beberapa komponen dengan cara terpadu di dalam situasi pembelajaran yang disederhanakan.

Baca Juga :   10 Ciri Mahasiswa Yang Akan Sukses Setelah Lulus Kuliah Lengkap

Sehingga bagian yang terpenting di dalam micro teaching ini adalah praktik mengajar sebagai bentuk yang nyata, yang ditampilkan dengan kompetensi yang sudah dibekalkan kepada para calon pendidik tersebut. secara umum praktik dalam micro teaching ini dilakukan dengan cara model peer-teaching (pembelajaran bersama teman sejawat). Karena metode ini lebih fleksibel dilakukan, sebelum dilakukannya real teaching di dalam kelas yang sesungguhnya. Di dalam micro teaching calon pendidik juga bisa berlatih unjuk kebolehan, dengan kompetensi dasar dalam mengajar dengan cara yang terbatas dan secara terpadu dari beberapa kompetensi dasar mengajar dengan kompetensi (tujuan), materi, peserta didik, dan waktu yang relatif dibatasi (dimikrokan).

Kesimpulannya pengertian micro teaching dalam penelitian adalah sarana latihan untuk berani tampil, dalam menghadapi kelas dengan peserta didik yang karakternya beraneka ragam, mengendalikan emosi, ritme pembicaraan, mengelola kelas agar kondusif untuk proses transfer ilmu, dan lain-lain. Praktek dalam micro teaching ini dilakukan sampai calon pendidik dianggap sudah cukup memadai untuk diterjunkan ke dalam praktik mengajar yang sesungguhnya.

Tujuan Micro Teaching

Tujuan secara umum dari micro teaching adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran, atau kemampuan profesional seorang calon guru atau meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan di dalam berbagai keterampilan yang lebih spesifik. Latihan dalam praktek mengajar di dalam situasi laboratoris melalui micro teaching, adalah dengan calon guru atau guru tersebut berlatih berbagai keterampilan mengajar dalam keadaan yang terkontrol dalam meningkatkan kompetensinya.

Sardiman juga mengatakan bahwa tujuan dari pembelajaran mikro adalah dengan membekali calon guru, sebelum benar-benar terjun ke sekolah tempat praktek pendidikan dalam mengajar. Dan menurut Dwight Allen dalam Moedjiono tujuan dari micro teaching adalah :

1. Bagi siswa dan calon guru

  • Memberi pengalaman belajar yang nyata, dan latihan untuk sejumlah keterampilan dasar mengajar dengan cara terpisah.
  • Calon guru bisa mengembangkan keterampilan mengajar mereka sebelum turun ke kelas yang sesungguhnya.
  • Memberi kemungkinan bagi calon guru dalam memperoleh bermacam-macam keterampilan dasar mengajar, dan memahami kapan dan bagaimana keterampilan itu diterapkan.

2. Bagi guru

  • Memberi penyegaran di dalam program pendidikan.
  • Memperoleh pengalaman belajar mengajar yang sifatnya individual demi perkembangan profesinya.
  • Mengembangkan sikap yang terbuka bagi guru pada setiap pembaharuan yang berlangsung pada pranata pendidikan.
Baca Juga :   5 Peran Badan Usaha Dalam Perekonomian Nasional

Sebagaimana teori yang sebelumnya, pengajaran mikro ini bukan hanya bagi calon guru saja, tapi juga bagi para guru yang sudah mengajar di sekolah. Tujuannya juga berbeda-beda, sebagaimana penjelasan Hartono dengan mengelompokkan tujuan dari pengajaran mikro yaitu tujuan pengajaran mikro untuk calon guru dan tujuan untuk para guru. Diantaranya yaitu :

  1. Tujuan yang berhubungan dengan mahasiswa calon guru, yaitu untuk memberi latihan keterampilan dasar mengajar dengan cara yang terpisah dan latihan pengalaman belajar yang nyata. Yang berikutnya adalah memberi kesempatan pada calon guru untuk mengembangkan keterampilan mengajar dan bimbingan, sebelum mereka tampil di kelas yang sebenarnya. Yang terakhir adalah memberi kesempatan pada setiap calon guru untuk mendapat latihan keterampilan mengajar, dan berlatih kapan harus menerapkannya.
  2. Tujuan yang berhubungan dengan guru adalah memberi penyegaran keterampilan dasar mengajar, lalu untuk memberi kesempatan dalam menambah pengalaman terbimbing untuk meningkatkan dan mengembangkan profesinya, yang terakhir adalah untuk mengembangkan sikap yang terbuka bagi para guru pada setiap tanggapan/kritik atas kekurangan dalam pembaharuan yang berkembang dalam dunia pendidikan.

Kesimpulannya tujuan dari micro teaching ini adalah untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa atau calon guru, dalam berlatih mempraktikkan keterampilan dasar dalam mengajar di depan teman-temannya di dalam suasana yang constructive, supportive, dan bersahabat sehingga mendukung kesiapan mental, keterampilan dan kemampuan (performance) yang terintegrasi untuk bekal praktik mengajar sesungguhnya di sekolah/ institusi pendidikan.

Fungsi Micro Teaching

Dari berbagai literature yang ada, fungsi umum dari micro teaching adalah untuk berupaya dalam membina calon guru atau tenaga kependidikan melalui keterampilan kognitif, psikomotorik, reaktif dan interaktif. Berikut fungsi lengkapnya :

Fungsi Instruksional

Yaitu sebagai penyedia fasilitas praktik/latihan bagi calon guru untuk berlatih atau memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajar, yang dalam hakikatnya merupakan latihan penerapan pengetahuan metode dan juga teknik mengajar atau ilmu keguruan yang sudah dipelajari dengan cara teoritik.

Sebagaimana diungkapkan oleh Hamalik bahwa fungsi dari pembelajaran mikro adalah praktek keguruan, baik dalam pre-service maupun in-sevice. Sehingga fungsi intruksional bagi calon guru adalah sebagai tempat untuk mengasah kompetensi dan keterampilan dalam mengajar.

Baca Juga :   Kuantitas dan Kualitas Penduduk Terhadap Pembangunan : Pengertian dan Dampaknya

Fungsi Pembinaan

Sebagai tempat pembinaan dan pembekalan untuk calon guru sebelum mulai terjun ke lapangan atau pengajaran yang sebenarnya. Menurut Sardiman micro teaching ini dijadikan tempat untuk membekali calon guru, dalam memperbaiki komponen mengajar sebelum terjun ke real class room teaching.

Pendapat ini jelas bahwa dengan adanya micro teaching bagi mahasiswa calon guru yang dibina dan diajarkan tata cara mengajar di dalam kelas. Fungsi dan manfaatnya jauh lebih besar bagi calon guru, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.

Fungsi Integralistik

Di dalam dunia pendidikan adanya PPL (Program Pengalaman Lapangan), menjadi hal yang utama dalam menguji kualitas. Bukan hanya pada sistem pendidikan keguruan saja yang melaksanakan ini, bahkan pada setiap lembaga pendidikan juga menerapkannya baik secara teknik, perbankan maupun keguruan. Artinya dalam program micro teaching ini menjadi bagian di dalam bagian integral PPL, dan merupakan mata kuliah serta berstatus sebagai mata kuliah yang wajib lulus.

Fungsi Eksperimen

Keberadaan micro teaching ini berfungsi sebagai bahan uji coba calon guru pakar di bidang pembelajaran. Misalnya seorang guru atau seorang ahli berdasarkan penelitiannya, menemukan model atau metode pembelajaran. Maka sebelum penemuan tersebut dipraktekkan di lapangan, maka diujicobakan terlebih dahulu di dalam micro teaching tersebut. sehingga hasilnya bisa dievaluasi, sebagaimana letak kelemahannya dilakukan perbaikan.

Dari beberapa fungsi tersebut bagi calon mahasiswa dan guru, akan diadakan latihan pembelajaran dalam pengajaran mikro yang utamanya adalah performance. Hal itulah biasanya yang dikembangkan di dalam micro teaching. Performance atau penampilan kerja merupakan penampilan seseorang yang dihayati oleh orang lain. Kesan pertama pada seseorang karena kenampakan yang alami dari seseorang. Dengan melakukan latihan yang berulang, maka performa calon guru diharapkan akan menjadi sebuah perilaku. Sehingga fungsi dari micro teaching ini adalah arena dalam melatih performance.

Sekian pembahasan dan penjelasan lengkap dari pengertian micro teaching, yang disertai tujuan dan fungsinya. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda. Serta membuat anda belajar cara micro teaching yang baik.

Baca Juga :