Pengertian Peran : Konsep, Struktur Dan Jenisnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Peran : Konsep, Struktur Dan Jenisnya Lengkap

Pengertian Peran – Yang dimaksud dengan peran secara umum adalah rangkaian perilaku yang diharapkan dari seseorang yang berdasar pada posisi sosial, baik secara formal maupun informal.

Pengertian Peran

Pendapat lainnya dari peran adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu, atau sekelompok orang pada suatu peristiwa, dan menjadi pembentuk tingkah laku yang diharapkan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan di masyarakat.

Peran adalah aspek yang dinamis dari sebuah status sosial atau kedudukan, yang artinya adalah seseorang bisa melaksanakan kewajibannya serta mendapat haknya maka orang itu sudah menjalankan sebuah peran.

Peran ini lebih mengedepankan fungsi penyesuaian diri, dan sebagai sebuah proses. Peran dari seseorang ini mencakup tiga hal, diantaranya yaitu :

  1. Peran adalah bagian dari peraturan atau norma yang membimbing seseorang di dalam masyarakat.
  2. Peran merupakan suatu hal yang seharusnya dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
  3. Peran juga merupakan perilaku individu yang mempunyai peran yang penting dalam struktur sosial di masyarakat.

Pengertian Peran Menurut Para Ahli

  1. Menurut Suhardono peran adalah patokan atau ukuran dalam kehidupan manusia, yang fungsinya adalah untuk membatasi perilaku manusia pada setiap posisi yang ada.
  2. Menurut Poerwadarminta peran adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang berdasar pada peristiwa yang melatarbelakanginya. Peristiwa ini bisa dalam hal yang baik atau hal yang buruk, yang sesuai dengan lingkungannya yang sedang memengaruhi dirinya dalam bertindak sesuatu.
  3. Menurut Soekanto (2009) peran adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cara yang dinamis, yang sesuai dengan status atau kedudukan yang disandangnya. Status dan kedudukan ini sesuai dengan keteraturan sosial, yang bahkan dalam keteraturan tindakan semuanya disesuaikan dengan peran yang berbeda.
  4. Menurut Riyadi (2002) peran adalah sebuah orientasi atau konsep yang terbentuk karena suatu pihak, yang ada dalam oposisi sosial dalam kehidupan masyarakat. Hal ini berdasarkan pada individu, dan alasan untuk melangsungkan tindakan yang diinginkan.
  5. Menurut  Mifta Thoha (2002) peran adalah serangkaian perilaku dari seseorang yang dilakukan berdasarkan dengan karakternya. Kondisi ini dapat dilatarbelakangi oleh psikolog seseorang ketika melakukan tindakan yang diinginkan, yang sesuai dengan kata hatinya.
  6. Menurut  Katz dan Kahn peran adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang berdasarkan pada karakter dan juga kedudukannya. Hal ini juga didasari oleh fungsi yang dilakukan saat menunjukkan kedudukan dan karakter kepribadian, pada setiap manusia yang menjalankannya.
Baca Juga :   Pengertian Hak : Macam-Macam dan Contohnya Lengkap

Konsep Peran

Dari pengertian peran tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa peran dan juga status sosial adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Konsep peran diantaranya yaitu :

Persepsi Peran

Merupakan pandangan kita pada setiap tindakan yang seharusnya dilakukan dalam situasi tertentu. Persepsi ini juga berdasar pada interpertasi atau sesuatu yang diyakini mengenai bagaimana seharusnya kita berperilaku.

Ekspektasi Peran

Adalah sesuatu yang telah diyakini oleh orang lain bagaimana seseorang harus bertindak pada sebuah situasi. Sebagian besar perilaku seseorang ini ditentukan oleh peran yang didefinisikan dalam konteks yang dimana orang itu bertindak.

Konflik Peran

Ketika seseorang berhadapan dengan ekspektasi peran yang berbeda, maka akan menghasilkan suatu konflik dalam peran. Konflik ini akan muncul ketika seseorang menyadari bahwa syarat dari satu peran lebih berat untuk dipenuhi, dibanding peran yang lainnya.

Struktur Peran

Pada umumnya struktur peran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :

Peran Formal

Adalah peran yang tampak jelas, yaitu beragam perilaku yang sifatnya homogen. Misalnya di dalam keluarga, suami/ ayah dan istri/ibu memiliki peran sebagai provider (penyedia), pengatur rumah tangga, merawat anak, rekreasi, dan lain-lain.

Peran Informal

Adalah jenis peran yang tertutup, yaitu sebuah peran yang sifatnya implisit atau emosional, dan secara umum tidak tampak di permukaan. Tujuan dari peran informal ini adalah pemenuhan kebutuhan emosional, serta menjaga keseimbangan di keluarga.

Jenis-Jenis Peran

Peran dibagi kembali ke dalam tiga jenis. Menurut Soerjono Soekamto jenis peran dibedakan menjadi :

Peran Aktif

Adalah peran seseorang yang seutuhnya selalu aktif di dalam tindakannya, pada suatu organisasi tertentu. Hal ini bisa dilihat atau diukur pada kehadiran dan kontribusinya dalam suatu organisasi.

Baca Juga :   Media Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsinya Menurut Para Ahli Lengkap

Peran Partisipasif

Adalah peran yang dilakukan oleh seseorang yang berdasar pada kebutuhan atau hanya saat-saat tertentu saja.

Peran Pasif

Adalah suatu peran yang tidak dilaksanakan oleh individu, peran pasif ini hanya digunakan sebagai simbol pada kondisi tertentu dalam kehidupan masyarakat.

Demikian uraian lengkap mengenai pengertian peran, yang disertai dengan konsep, struktur, dan jenisnya secara umum. Semoga informai ini bermanfaat bagi anda semua, dan dapat menambah wawasan anda.

Baca Juga :