Puisi Baru dan Lama : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis Serta Unsurnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis dan Unsur Puisi

Puisi adalah karya sastra dalam bentuk tulisan yang berisi irama, rima, irama dan lirik di setiap ayat. Anda juga dapat memiliki makna dan dapat mengekspresikan dari penyair yang dikemas dalam bahasa kreatif dan disusun menggunakan konsep bahasa padat yang penuh makna. Puisi adalah karya seni yang menggunakan kualitas estetik (bahasa Indonesia) menggunakan nada dering, ritme, dan penggunaan diksi.

Berdasarkan jenisnya bisa digunakan menjadi dua jenis puisi baru dan puisi lama. Masing-masing dari mereka juga memiliki fitur dan struktur yang berbeda antara puisi baru dan puisi lama. Dalam artikel ini materi pembelajaran akan memberikan materi tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis, unsur, baik puisi baru maupun puisi lama.

Pada dasarnya, konsep, jenis, bentuk, dan kata kunci dapat dengan mudah ditemukan di pelajaran sekolah dan di internet. Tetapi saya akan merangkum seluruh rangkaian pertanyaan menjadi satu.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Sumardi mengatakan bahwa puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang diperpendek, memadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai suara yang disatukan dengan pilihan kata-kata figuratif imajinatif. Berbeda dengan Herman Waluyo, yang mengatakan bahwa makna puisi adalah karya tulis manusia paling awal dalam sejarah.

Menurut Thomas Carlye “Pengertian puisi adalah ungkapan pikiran yang disampaikn secara musikalisasi”.

Berdasarkan pemahaman di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pemahaman adalah karya sastra yang berisi irama, irama, diksi, sudut pandang dan menggunakan kata-kata figuratif dalam setiap ayat untuk mengatur bahasa terpadu.

Baca Juga :   Yurisprudensi : Pengertian, Penafsiran, Prinsip, Dan Contohnya Lengkap

Unsur-Unsur Puisi

Secara umum tidak mungkin membaginya sesuai dengan strukturnya menjadi dua dimensi yaitu struktur fisik dan struktur bagian dalam.

Struktur Fisik Puisi

  • Tipografi: Tipografi menjadi bentuk kata dengan kata-kata, ujung kiri dan kanan, dan tidak memiliki ketentuan garis yang tidak selalu didahului huruf besar dan diakhiri dengan titik. Tetapi hal-hal yang dapat ditentukan makna dari praktik.
  • Diksi: Diksi adalah penampil dari kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya. Karena kata-kata adalah kata-kata yang ada, maka kata-kata yang tepat dan harus dilakukan. Pemilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan ritme, nada, dan estetika (bahasa indonesia).
  • Imaji: Imaji atau lebih sering disebut sebagai imajinasi adalah imajinasi yang menggunakan indra manusia, seperti gambar visual, gambar suara, dan sebagainya. Penggunaan gambar masalah sehingga pembaca atau pendengar dapat membayangkan atau membayangkan bahkan apa yang dirasakan penyair.
  • Kata-kata konkret: kata-kata konkret adalah kata-kata yang memungkinkan perubahan gambar, kata-kata konkret seperti permata senja dapat berarti pantai atau tempat yang cocok untuk melihat datangnya senja. Kata konkretnya imajinatif.
  • Gaya Bahasa: Gaya bahasa yang digunakan dan makna konotasi menggunakan bahasa kiasan. Indonesia, Indonesia, Indonesia, Indonesia, Indonesia, Indonesia, Indonesia, Indonesia.
  • Irama / Rima: Ritme atau rima adalah persamaan suara di awal, tengah atau akhir puisi.

Struktur Batin Puisi

  • Tema: Tema merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.
  • Nada: Nada berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.
  • Amanat: Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.

Puisi Baru dan Puisi Lama

Puisi Baru

Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

Baca Juga :   Ciri-Ciri Teks Ulasan : Pengertian, Contoh, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya Lengkap

Ciri-Ciri Puisi Baru

  • Bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
  • Memiliki sajak yang teratur.
  • Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun.
  • Umumnya berbentuk empat seuntai.
  • Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
  • Disetiap gatara terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Baru

Puisi baru sendiri dapat dikatogerikan menjadi 2 macam yakni berdasarkan isi dan berdasarkan bentuk:

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  • Balada: adalah puisi yang berisi tentang sebuah cerita atau kisah.
  • Himne: adalah puisi pujian atau pujuaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
  • Romansa: adalah puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya menimbulkan efek romantisme.
  • Ode: adalah puisi yang bersifat memberikan sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Umumnya ode diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
  • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
  • Elegi: adalah puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi suatu peristiwa.
  • Satire: adalah puisi yang didalamnya mengandung unsur sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

  • Distikon: adalah puisi dimana hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
  • Terzina: adalah puisi yang memiliki tiga baris dalam setiap baitnya atau disebut puisi tiga seuntai.
  • Kuatrain: adalah puisi dimana terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi empat seuntai.
  • Kuint: adalah puisi yang memiliki lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
  • Sektet: adalah puisi yang memiliki enam baris kalimat di setiap baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
  • Septime: adalah puisi yang memiliki tujuh baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi tujuh seuntai.
  • Oktaf: adalah puisi yang memiliki delapan baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai.
  • Soneta: Soneta merupakan puisi paling terkenal di kalangan penyair karena terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi baru yang memiliki empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.
Baca Juga :   Aplikasi : Pengertian, Sejarah dan Fungsinya Lengkap

Puisi Lama

Pengertian puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

  1. Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
  2. Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
  3. Sajak atau rima.
  4. Banyaknya suku kata.
  5. Penggunaan irama.

Ciri-Ciri Puisi Lama

Puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak Tahu siapa nama penulisnya dari puisi itu.
  2. Ini adalah sastra lisan karena berkomunikasi dan melatih dari mulut ke mulut.
  3. Sangat mungkin dengan aturan dan aturan yang masih berlaku seperti gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Jenis Puisi Lama

  1. Mantra: adalah kata-kata yang disebut suci dan memiliki kekuatan magis, biasanya pada waktu-waktu tertentu seperti mantra yang digunakan untuk menolak datangnya hujan dan sebaliknya.
  2. Pantun: adalah jenis puisi lama yang digunakan saat ini. Ini adalah puisi a-a-a atau a-b-a-b, setiap ayat terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun dapat membedakan berdasarkan tema, yaitu: Limerick, pantun, pantun dan sebagainya.
  3. Talibun: adalah pantun yang memiliki jumlah baris genap di setiap ayat. Biasanya terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris atau kelipatan dari dua lainnya.
  4. Syair: adalah puisi atau karya sastra dari Arabia yang memiliki puisi a-a-a-a. Biasanya puisi bercerita dan di dalamnya akan berisi pesan.
  5. Karmina: adalah pantun yang sangat pendek atau biasa disebut sebagai rima sajak.
  6. Gurindam: adalah sebuah puisi yang hanya memiliki dua baris di setiap ayat, memiliki puisi a-a-a-a dan memiliki saran atau pesan.

Demikian ulasan tentang Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur Puisi Lengkap ini yang bisa Anda baca dan Anda pelajari. Semoga dengan adanya ulasan ini bisa menambah wawasan Anda. Terima aksih sudah membaca ulasan ini semoga bermanfaat.