Sejarah Candi Borobudur Dan Asal Usul Berdirinya Borobudur Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Sejarah Candi Borobudur Dan Asal Usul Berdirinya Borobudur Lengkap

Sejarah Candi Borobudur – Candi Borobudur adalah candi Budha yang letaknya di Kota Magelang Jawa Tengah. Candi Borobudur adalah kuil Budha atau candi terbesar di dunia, dan menjadi monumen Budha terbesar di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya ini, candi yang dibangun di abad ke 8 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun di masa pemerintahan Syailendra. Dengan bentuk stupa dan didirikan oleh penganut agama Budha Mahayana di masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Asal usul dari Candi Borobudur ini masih menjadi misteri hingga kini. Misalnya tentang siapa yang membangun candi di zaman dahulu, dan apa tujuan awalnya membangun candi tersebut. ada banyak cerita dan kisah tentang Candi Borobudur yang dikenal sebagai dongeng oleh masyarakat sekitar.

Letak Candi Borobudur

Lokasi Candi Borobudur ini tepatnya di Magelang Jawa Tengah. Alamat lengkapnya yaitu di Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur berada sekitar 100 km dari Semarang, 86 km dari Surakarta dan 40 km dari DI Yogyakarta.

Sejarah Candi Borobudur

Berikut penjelasan lengkapnya tentang sejarah berdirinya Candi Borobudur :

Asal Usul Candi Borobudur

Ada sejarah panjang pada berdirinya Candi Borobudur ini. Hingga kini tak ditemukan bukti yang tertulis yang menjelaskan siapa tepatnya yang membangun candi tersebut. candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 800 M.

Perkiraan waktu pembangunan candi dilihat dari perbandingan jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang pada umumnya, digunakan pada prasasti kerajaan sekitar abad ke 8 dan 9. Candi Borobudur dibangun di masa Syailendra Jawa Tengah, yang bertepatan antara kurun waktu 760-830 M.

Perkiraan proses pembangunannya menghabiskan waktu sekitar 75-100 tahun lebih. Sehingga Candi Borobudur benar-benar selesai dan rampung 100% sekitar tahun 825 M di masa pemerintahan Raja Samaratungga.

Pendiri Candi Borobudur

Sampai sekarang masih belum diketahui siapa pendiri Candi Borobudur. Dan tidak ada kejelasan saat itu candi merupakan peninggalan agama apa, apakah Hindu atau Budha.

Baca Juga :   Deklarasi Djuanda : Isi, Hasil, Sejarah Dan Pengaruhnya Pada Indonesia Lengkap

Diketahui di masa pemerintahan Syailendra mayoritas masyarakatnya adalah penganut Budha Mahayana yang taat. Tapi berdasarkan temuan Prasasti Sojomerto menunjukan bahwa awal mulanya mereka mungkin saja beragama Hindu Siwa. Di era itu memang banyak dibangun berbagai candi Hindu dan Budha di dataran Kedu. Ada pula candi suci Shiwalingga di dekat kawasan Borobudur yang merupakan candi Hindu.

Tetapi pada umumnya telah disepakati bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan kerajaan Budha. Candi ini dibangun dalam kurun waktu yang bersamaan dengan candi di dataran prambanan, walaupun Borobudur rampung lebih dulu sekitar tahun 825 M.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Pada awalnya Candi Borobudur adalah rancangan stupa tunggal yang sangat besar dan memahkotai puncaknya. Karena stupa itu terlalu besar dan berat bahkan dianggap dapat membahayakan, maka stupa itu pun dibongkar dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk hingga saat ini.

Berikut ini perkiraan tahapan pada Candi Borobudur :

Tahap pertama

Di tahap awal pembangunan candi, yaitu meletakkan ponsasi dasar candi. Masa pembangunan Borobudur ini diperkirakan sekitar tahun 750 M. borobudur dibangun di atas bukit yang alami dengan bagian atas bukit yang diratakan dan pelataran dasar yang diperluas. Borobudur dibuat dari batu andesit tapi tidak seluruhnya.

Lalu bagian bukit tanahnya dipadatkan dan ditutup dengan struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah tersebut. sisa bagian tanahnya ditutup dengan struktur batu lapis demi lapis. Pada awalnya Borobudur dibangun dengan tingkatan yang bersusun seperti sebuah rancangan piramida. Tapi susunan itu diubah dan sebagai gantinya dibangun tiga undakan pertama, yang menutup struktur piramida yang asli yang telah diubah.

Tahap kedua

Di tahap kedua, tak banyak proses pembangunan. Yang ada hanya penambahan dua undakan persegi, pagar langkan serta satu undak yang melingkar. Di atasnya dibangun secara langsung sebuah stupa tunggal yang sangat besar.

Tahap ketiga

Di tahap ketiga pembangunan terjadi perubahan rancangan pembangunan. Undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk yang besar dibongkar dan diganti menjadi tiga undak lingkaran. Beberapa stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar di pelataran undak tersebut dengan satu stupa induk yang lebih besar yang ada di bagian tengahnya.

Baca Juga :   Masyarakat Pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia : Pemerintahan, Perkembangan dan Kebudayaan Lengkap

Pondasi candi pun agak diperlebar lalu dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki tambahan yang juga membungkus kaki aslinya, sekaligus relief  Karmawibhangga. Perubahan besar stupa disebabkan oleh stupa yang terlalu besar dan berat sehingga diganti menjadi tiga stupa kecil serta satu stupa induk.

Tahap keempat

Di tahap keempat atau tahap akhir pembangunan, ada sedikit perubahan kecil dan finishing. Perubahan kecil ini mencakup penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta pelebaran ujung kaki.

Sesudah perubahan kecil itu selesai, maka candi ini pun selesai dibangun. Akhirnya Candi Borobudur diperkirakan rampung total di tahun 850 M.

Penemuan Candi Borobudur

Sejarah berikutnya dari Candi Borobudur ini adalah penemuan. Candi Borobudur sempat tersembunyi dan terlantar selama berabad-abad. Borobudur terkubur di lapisan tanah dan debu vulkanik lalu ditumbuhi oleh pohon dan semak belukar, sehingga Borobudur benar-benar menyerupai bukit.

Tidak diketahui juga mengapa Candi Borobudur ditinggalkan dan dibiarkan tidak terawat begitu saja. Diperkirakan sekitar tahun 928-1006 M saat Raja Mpu Sindok memindahkan Ibu Kota Kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur karena ada letusan gunung berapi, menjadi salah satu faktor candi ini ditinggalka. Walaupun hal tersebut juga masih belum pasti.

Masuknya kerajaan islam di abad ke 15 M juga membuat Borobudur semakin dilupakan. Walaupun ada cerita dan legenda tentang Candi Borobudur yang beredar di masa kejayaan candi tersebut di masa lampau.

Barulah di tahun 1814 candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu di Pulau Jawa yang ada di pemerintahan Inggris yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles selaku gubernur jenderal. Ternyata Raffles memiliki ketertarikan pada sejarah dan juga kebudayaan Jawa.

Ketika melakukan inspeksi ke Semarang, Raffles mendengar kabar bahwa ada monumen besar yang letaknya tersembunyi di dalam hutan dekat dengan Desa Bumisegoro. Lalu ia pun mengutus H. C. Cornelius yang seorang insinyur Belanda, untuk menelusuri keberadaan bangunan besar tersebut.

Dalam waktu dua bulan saja Cornelius dengan 200 orang bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di sekitar candi. Mereka juga membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi tersebut. ia juga melaporkan temuan itu dan memberikan sketsa Candi Borobudur pada Raffles. Maka Raffles dianggap menjadi orang yang berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur, dan mulai menarik perhatian dunia atas monumen yang sempat hilang tersebut.

Baca Juga :   Sejarah Parindra Beserta Tokoh Parindra, dan Informasi Lengkapnya

Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius. Tahun 1835 M akhirnya seluruh bagian bangunan candi sudah tergali dan terlihat seutuhnya. Pemerintah Hindia Belanda menugaskan F. C. Wilsen, seorang insinyur pejabat Belanda bidang teknik untuk mempelajari monumen ini.

Sesudah itu dilakukanlah penelitian yang terkait dengan Candi Borobudur oleh Pemerintah Hindia Belanda. Borobudur pun menjadi semakin terkenal dan mengundang banyak kolektor candi berkunjung ke sana. Bahkan Borobudur sempat menjadi target pencuri artefak candi lalu dijual dengan sangat mahal.

Di tahun 1882 kepala infrastruktur artefak budaya pun menyarankan supaya Borobudur dibongkar seluruhnya, dan reliefnya dipindahkan ke Museum. Karena kondisi yang tidak stabil, ketidakpastian serta pencurian yang marak di monumen. Tetapi seorang arkeolog yang bernama Groenveldt yang ditunjuk pemerintah, menggelar penyelidikan yang menyeluruh mengenai situs candi lalu menyarankan supaya bangunan itu tetap utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan.

Pemugaran Candi Borobudur

Sejarah tentang berdirinya candi ini berlanjut pada proses pemugaran, di tahun 1900 M pemerintah Hindia Belanda pun mengambil langkah untuk menjaga kelestarian monumen tersebut. maka dibentuklah komisi yang terdiri dari tiga pejabat, untuk meneliti monumen yang terdiri dari seorang sejarawan seni bernama Brandes, seorang insinyur dan tentara Belanda bernama Theodoor van Erp dan insinyur ahli konstruksi bangunan Departemen Pekerjaan Umum bernama Van de Kamer.

Pemugaran candi ini dilakukan dengan memerhatikan banyak hal, diantaranya yaitu perbaikan sistem drainase, pengaturan sudut bangunan, pemindahan batu yang membahayakan, penguatan pagar langkan pertama dan pemugaran beberapa relung, gerbang, stupa dan stupa utama.

Hal lainnya yang harus ditambahkan adalah pembuatan pagar halaman candi serta pembersihan kawasan. Proses pemugaran dilakukan di tahun 1907-1911 M. sesudah Indonesia merdeka, pemerintah pun melakukan beberapa kali pemugaran dengan skala kecil.

Akhir tahun 1960an pemerintah Indonesia sudah mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional, untuk melakukan pemugaran besar-besaran demi melindungi monumen. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNESCO dalam mengambil langkah perbaikan menyeluruh pada candi, di dalam proyek besar yang dimulai sejak tahun 1975-1982.

Sesudah renovasi pada tahun 1991 UNESCO pun kemudian memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar situs warisan dunia, dan masuk ke dalam kriteria budaya.

Itulah pembahasan dan penjelasan lengkap mengenai sejarah Candi Borobudur, dan asal usulnya. Semoga referensi artikel ini bisa membantu anda dalam memahami bagaimana sejarah Candi Borobodur, serta memberi manfaat bagi setiap pembaca.

Baca Juga :