Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dengan Silsilahnya

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dengan Silsilahnya

Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dengan Silsilahnya – Adalah salah satu kerajaan besar bercorak Hindu–Buddha di Indonesia yang sangat masyur pada zamannya. Kerajaan Singasari juga memberikan sumbang sihnya dalam menyatukan nusantara sebelum Kerajaan Majapahit. Tentunya, hal ini dapat terjadi karena peran Raja Singasari yang cakap memerintah. Untuk itu, berikut ini akan dibahas mengenai Silsilah Kerajaan Singasari beserta sejarahnya.

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Singasari

Terletak di Kabupaten Malang Jawa Timur, kerajaan ini didirikan pertama kali oleh Ken Arok pada 1222 Masehi. Kerajaan Singasari didirikan setelah Ken Arok berhasil mengalahkan Tunngul Ametung, Akuwu Tumapel. Kemudian ia bertindak sebagai raja pertama dan memperistri Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ken Arok memerintah dari 1222 – 1227 Masehi. Ia mati dibunuh oleh anak tirinya sendiri, Anusapati.

Silsilah Kerajaan Singasari

Penjelasan mengenai Silsilah Raja Kerajaan Singasari adalah sebagai berikut:

1. Ken Arok

Raja pertama yang memiliki gelar Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabhumi. Pada masa pemerintahannya, kehidupan sosial masyarakat Singasari lebih baik dibandingkan pada masa Akuwu Tumapel. Pemerintahannya berakhir karena ia tewas ditusuk Keris Mpu Gandring. Lalu, ia dimakamkan di Kegenengan.

2. Anusapati

Raja Anusapati merupakan anak dari Ken Dedes dan Akuwu Tumapel. Ia memerintah dari tahun 1227 – 1248. Anusapati mati dibunuh oleh Tohjaya dengan keris Mpu Gandring saat menyabung ayam. Tohjaya adalah anak kandung Ken Arok, ia membunuh Anusapati karena dendam. Anusapati dimakamkan di Candi Kidal.

Baca Juga :   ASEAN : Sejarah, Tujuan dan Latar Belakang Berdirinya Lengkap

3. Tohjaya

Setelah membunuh Anusapati dengan keris Mpu Gandring, Tohjaya dinobatkan sebagai raja baru. Pemerintahannya tidaklah lama, hanya sampai 1250, sekitar dua tahun saja. Tohjaya tewas pada saat Ranggawuni (Putri Anusapati) melakukan pemberontakan.

4. Ranggawuni

Setelah merebut takhta dari Tohjaya, Ranggawuni menjadi raja selanjutnya dan bergelar Sri Jaya Wisnuwardana dan Mahesa Cempaka bertindak sebagai Ratu Anggabaya. Mahesa Cempaka adalah pembantu Ranggawuni dalam pemberontakan sebelumnya. Ranggawuni memerintah dari tahun 1248 – 1268 masehi. Setelah meninggal ia dikebumikan di Candi Jago. Sebagai Budha, dan di Candi Weleri sebagai Siwa.

5. Kertanegara

Bergelar Sri Maharaja Sri Kertanegara, memerintah dari tahun 1268 – 1292. Beliau merupakan raja terakhir dari Silsilah Kerajaan Singasari. Kertanegara membawa Kerajaan SIngasari pada puncak kejayaannya. Masyarakat makmur, taraf hidup meningkat. Ia dibantu tiga menteri dalam menjalankan roda pemerintahan, yaitu Mahamentri I Halu, Mahamentri Sirikan, dan Mahamentri I Hino. Keinginan terbesarnya yaitu menyatukan nusantara.

Keinginannya terwujud, meski tidak seluruh nusantara yang berhasil ditakhlukkan, namun wilayah Kerajaan Singasari sudah mencakup Kalimantan Barat, Maluku, Bali, Pahang, dan Sunda. Ia juga mengirimkan ekspedisi pamalayu untuk memperluas wilayahnya sampai Melayu, Akan tetapi, sayangnya ekspedisi tersebut dimanfaatkan oleh kerajaan – kerajaan lain untuk menyerang Singasari.

Serangan berdatangan dari banyak arah dan prajurit yang menjaga kerajaan tidaklah banyak. Kertanegara kemudian tewas dalam serangan tersebut, Kematian Kertanegara juga merupakan kemunduran dan runtuhnya Kerajaan Singasari.

Baca juga tentang :