Pancasila – Sejarah Lahirnya, Makna dan Semboyan Bhineka Tunggal Ika Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Sejarah Lahirnya dan Makna Pancasila

Sejarah Lahirnya Pancasila – Sejarah pancasila berawal dari pemberian janji kemerdekaan pada Bangsa Indonesia saat itu, oleh Perdana Menteri Jepang. Pada saat itu yang menjadi Perdana Menteri Jepang adalah Kuniaki Koiso. Di tanggal 29 April 1945 pemerintah Jepang membentuk suatu badan yaitu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tujuan dari pembentukan BUPKI ini adalah untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka. Pada awalnya BPUPKI hanya terdiri dari 70 orang, yang dimana 62 orang diantaranya adalah orang Indonesia dan 8 orang sisanya adalah anggota istimewa pemerintah Jepang yang tak memiliki hak untuk berbicara. Jadi mereka hanya mengamati saja. Lalu bertambah lagi 6 orang Indonesia pada sidang kedua.

Sidang yang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945, dengan tujuan untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari sidang tersebut terdapat 33 pembicara dan menurut penelitian terakhir, Soekarno menjadi Perumus Pancasila kala itu. Adapun tokoh lainnya yang ikut menyumbangkan pemikirannya atas Dasar Negara ini, yaitu Moch. Hatta, Muh. Yamin dan Soepomo.

Sejarah Lahirnya Pancasila Di Indonesia

Klaim bahwa Muh Yamin di tanggal 29 Mei 1945 mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia yang merdeka. Yaitu kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Kemudian oleh panitia lima yaitu Moch. Hatta dan yang lainnya diragukan kebenarannya. Menurut arsip A. G Pringgodigdo dan A. K. Pringgodigdo yang telah ditemukan, menunjukkan bahwa klaim dari Muh Yamin itu tidak bisa diterima.

Baca Juga :   Ciri Kearifan Lokal : Pengertian Dan Contohnya

Di hari keempat Soekarno pun mengusulkan lima asas yang lainnya yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa. Lima asas ini dinamai Pancasila, dan pidato dari Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh para peserta sidang. Sehingga tanggal 1 Juni 1945 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Tanggal 17 Agustus 1945 sesudah proklamasi kemerdekaan Indonesia, muncul beberapa utusan yang berasal dari wilayah Indonesia bagian Timur. Utusan tersebut adalah :

  1. Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
  2. Hamidhan, wakil dari Kalimantan
  3. I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
  4. Latuharhary, wakil dari Maluku.

Mereka semua merasa keberatan dan juga mengemukakan pendapat mengenai bagian kalimat di dalam rancangan Pembukaan UUD. Kalimat itu juga yang menjadi sila pertama dari Pancasila yang berbunyi,  “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Di sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Bung Hatta pun memberi usul untuk mengubah kalimatnya menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sebelumnya Bung Hatta juga sudah mengkonsultasikannya dengan empat tokoh islam lainnya yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 tersebut bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh pada UUD 1945, Pancasila pun ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

Hari Kesaktian Pancasila

Tanggal 30 September 1965 adalah awal dari Gerakan 30 September atau G30SPKI yang merupakan wujud usaha dalam mengubah unsur pancasila, menjadi sebuah ideologi komunis. Saat itu enam jendral dan beberapa orang lainnya, dibunuh sebagai salah satu upaya kudeta. Tetapi berkat kesadaran untuk mempertahankan pancasila, maka upaya itupun gagal.

Maka tanggal 30 September 1965 disebut sebagai G30SPKI. Sedangkan tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian pancasila.

Baca Juga :   Patriotisme : Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contohnya Lengkap

Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Makna Lambang Pancasila

  1. Burung Garuda melambangkan kekuatan.
  2. Warna emas yang terdapat pada burung Garuda melambangkan kejayaan.
  3. Perisai yang ada di bagian tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia.
  4. Simbol yang ada di dalam perisai masing-masing melambangkan sila yang ada di dalam pancasila. Yaitu Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia, Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  5. Warna merah dan putih melambangkan warna bendera Indonesia, merah artinya berani putih artinya suci.
  6. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi oleh Garis Khatulistiwa.
  7. Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945, antara lain yaitu :
  • Pada masing-masing sayap berjumlah 17.
  • Pada ekor berjumlah 8.
  • Di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19.
  • Di leher berjumlah 45.
  • Pita yang dicengkeram oleh burung garuda yang bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.

Asal Istilah Pancasila Dan Semboyan Bhineka Tunggal Ika

Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang terletak pada pita yang dicengkeram oleh Burung Garuda berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca di zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. Di satu kalimat yang termuat di sana mengandung istilah Bhineka Tunggal Ika, yaitu “Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa”. Sedangkan istilah pancasila dimuat di dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular, yang isinya yaitu sejarah kerajaan bersaudara yaitu Singasari dan Majapahit.

Baca Juga :   Pengertian Reformasi Menurut Para Ahli Serta Definisinya Lengkap

Istilah Pancasila ini muncul sebagai Pancasila Karma, yang berisi :

  1. Melakukan tindak kekerasan.
  2. Mencuri.
  3. Berjiwa dengki.
  4. Berbohong.
  5. Mabuk (oleh miras).

Demikian pembahasan lengkap mengenai sejarah lahirnya pancasila, semoga dapat menambah pengetahuan anda. Dan semoga bermanfaat.

Baca Juga :