Sistem Pemerintahan Indonesia : Parlemen (Unikameral dan Bikameral) Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Serba Serbi Parlemen (Unikameral dan Bikameral)

Sistem Parlemen – Parlemen adalah sebuah badan legislatif, yang secara khusus berada di negara yang sistem pemerintahannya berdasar pada sistem Westminster dari Britania Raya. Nama parlemen ini berasal dari bahasa Perancis yaitu Parlement.

Badan legislatif yang disebut dengan parlemen dilaksanakan oleh pemerintah dengan sistem parlementer, yang dimana eksekutif secara konstitutional bertanggung jawab pada parlemen. Hal ini bisa dibandingkan dengan sistem predinsial, yang dimana legislatif tidak memilih atau memecat kepala pemerintahannya dan sebaliknya eksekutif juga tidak dapat membubarkan parlemen. Beberapa negara telah mengembangkan sistem semi presidensial yang menggabungkan seorang presiden yang kuat, dengan seorang eksekutif yang memiliki tanggung jawab pada parlemen.

Parlemen bisa terdiri dari beberapa kamar atau majelis, dan biasanya berbentuk unikameral dan bikameral. Walaupun ada beberapa model yang lebih rumit lagi. Seorang perdana mentri biasanya (hampir selalu) merupakan seorang pemimpin partai, yang mempunyai posisi mayoritas di suatu majelis yang rendah pada parlemen. Tetapi hanya menduduki jabatan tersebut ketika parlemen masih mempercayainya.

Bila anggota majelis rendah kehilangan kepercayaan dengan alasan apa saja, maka mereka bisa mengajukan mosi tidak percaya serta dapat memaksa PM untuk mengundurkan diri. Hal ini bisa sangat berbahaya bagi kestabilan pemerintah, bila jumlah posisi suara relatif seimbang.

Sistem Parlemen

Unikameral

Sistem unikameral atau badan legislatif dengan hanya satu majelis yang langsung mewakili rakyatnya sudah populer sejak akhir abad XVIII dan sejak awal abad XIX. Keuntungannya yaitu sebagai berikut :

Baca Juga :   Kualitas Penduduk : Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya Lengkap
  • Lebih sederhana sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh negara pun menjadi lebih murah.
  • Efisiensi kerja yang ada di lapangan perundang-undangan yang lebih besar.
  • Pertanggungjawaban ada padanya secara lebih tegas.
  • Menggambarkan kekuasaan yang langsung berasal dari pemilih.

Kerugiannya adalah sebagai berikut :

  • Di dalam membicarakan persoalan bangsa atau negara, kurang teliti dibandingkan dengan sistem dua kamar.
  • Kepentingan beberapa daerah tidak diwakili dengan cara langsung.

Bikameral

Sistem dua kamar yang merupakan pengembangan sistem aristrokasi menuju sistem demokrasi. Awalnya majelis tinggi dimaksudnya untuk sistem pertahanan terakhir, yang berasal dari kekuasaan raja dan para bangsawannya secara langsung ataupun tidak langsung, berkaitan erat secara langsung dengan raja. kini majelis tinggi pada umumnya menjadi perwakilan dari golongan bangsawan atau kalangan atas, melainkan beberapa wakil dari negara bagian sebab pada umumnya yang memakai sistem dua negara adalah negara serikat.

Keuntungan dari sistem kamar yaitu :

  • Bisa mempertimbangkan persoalan dengan lebih teliti.
  • Karena pada sistem dua kamar ini dipilih atas dasar yang berbeda, maka lebih mencerminkan sikap yang umum dari kehendak rakyat.
  • Dapat menjamin kepentingan tertentu bagi beberapa daerah atau di negara bagian.
  • Biaya yang dikeluarkan negara menjadi semakin besar.
  • Perselisihan diantara dua majelis sering mengakibatkan jalan yang buntu.

Contoh negara yang menggunakan sistem dua kamar yaitu :

  • Amerika Serikat : Senate dan House of Representatives
  • Inggris : House of Lords dan House of Commons
  • Belanda : Eerste Kamer dan Tweede Kamer
  • Indonesia : Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah

Itulah pembahasan mengenai serba serbi parlemen lengkap. Semoga dapat dipahami dan memberi manfaat.

Baca Juga :

Baca Juga :   Kuantitas dan Kualitas Penduduk Terhadap Pembangunan : Pengertian dan Dampaknya