Sistem Gerak Pada Manusia (Rangka, Sendi Otot) Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Sistem Gerak Pada Manusia (Rangka, Sendi Otot) Lengkap

Sistem Gerak Pada Manusia – Sistem gerak yang ada pada tubuh manusia disusun oleh tiga komponen yang sangat penting. Yaitu rangka, sendi dan otot. Rangka adalah alat gerak yang pasif, yang menjadi tempat melekatnya otot. Sistem gerak pada manusia akan memungkinkan seseorang dalam melakukan kegiatannya sehari-hari, yaitu berjalan, berlari, menari dan masih banyak lagi.

Sistem Gerak Pada Manusia

Komponen sistem gerak yang ada pada manusia saling berperan, sehingga segala aktivitas yang dilakukan sehari-hari dapat dilakukan dengan baik. Otot yang menempel di bagian rangka atau tulang berperan dalam menggerakkan rangka, sehingga bisa bergerak. Persendian juga memungkinkan gerakan dalam menekan lutut, siku, jari-jari dan lain-lain.

Sistem Gerak Rangka/Tulang

Fungsi utama pada rangka atau tulang ini adalah untuk menegakkan tubuh. Tulang juga bisa menjadi alat gerak karena adanya otot, yang perannya adalah sebagai alat penggerak. Di dalam tubuh manusia jumlah tulang yang dimiliki adalah 206 ruas tulang. Yang terdiri dari berbagai variasi ukuran dan bentuk. Penyusun tulang adalah kalsium dengan bentuk garam yang melekat dan dengan bantuan kolagen.

Fungsi dari rangka yaitu :

  1. Sebagai alat gerak yang pasif.
  2. Sebagai pembentuk dan juga penegak tubuh.
  3. Sebagai tempat melekatnya otot.
  4. Sebagai pelindung bagian tubuh yang penting.
  5. Sebagai tempat pembentukan sel darah merah.
Baca Juga :   Pengertian Rantai Makanan Serta Contoh Rantai Makanan di Sungai Terlengkap

Pengelompokkan rangka berdasarkan jenisnya :

1. Kartilago atau Tulang Rawan

  • Tulang rawan hialin

Sifatnya yaitu lentur, semi transparan dan matrik yang berwarna putih kebiruan. Letaknya ada diantara tulang rusuk dan tulang dada.

  • Tulang rawan elastis

Sifatnya lentur, warnanya matrik keruh dan kekuningan. Letaknya berada di daun telinga, laring dan eustachius.

  • Tulang rawan fibrosa

Sifatnya kaku, kuat, warnanya matrik gelap dan keruh. Letaknya ada diantara ruas tulang belakang.

2. Tulang Keras atau Osteon

  • Tulang pipa

Sifatnya panjang dan di bagian tengahnya terdapat rongga. Contohnya di bagian paha, lengan atas, kering, betis, hasta, dan pengumpil.

  • Tulang pipih

Sifatnya pipih. Contohnya tulang belikat, tulang dada, dan juga rusuk.

  • Tulang pendek

Sifatnya pendek dan bulat. Contohnya pergelangan tangan dan kaki.

  • Tulang tak beraturan

Sifatnya bentuknya tidak beraturan. Contohnya ruas tulang belakang.

3. Susunan Rangka

Susunan rangka dikelompokkan menjadi rangka aksial atau sumbuh tubuh, dan rangka apendikular atau anggota tubuh. Rangka aksial ini meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Sedangkan rangka apendikular meliputi tulang bahu, tulang panggul, tulang anggota gerak atas, dan tulang anggota gerak bawah.

4. Persendian

Persendian dibagi menjadi tiga macam yaitu sendi mati (inartrosis), sendi kaku (amfiatrosis), dan sendi gerak (diartrosis). Semua jenis sendi dapat melakukan fungsinya yang menjadi penghubung diantara tulang atau rangka, dan tersebar ke seluruh tubuh. Ada pula lima jenis sendi yang masuk ke dalam kelompok sendi gerak. Yang diantaranya yaitu sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser.

Berikut penjelasan lengkapnya :

1. Inartrosis/Sendi Mati

Yaitu hubungan diantara tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan. Contohnya antar tulang tengkorak.

Baca Juga :   Ekskresi, Sekresi dan Defekasi : Pengertian serta Perbedaannya Lengkap

2. Amfiatrosis/Sendi Kaku

Hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan yang terbatas. Contohnya diantara tulang rusuk dengan tulang dada.

3. Diartrosis/Sendi Gerak

Hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan. Sendi gerak ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser.

  • Sendi engsel akan memungkinkan gerakan satu arah. Contohnya siku, lutut, dan ruas diantara jari.
  • Sendi pelana yang memungkinkan gerakan dua arah. Contohnya persendian yang pada hubungannya diantara tulang ibu jari, dan tulang di telapak tangan.
  • Sendi putar memungkinkan gerakan yang memutar. Contohnya tengkorak dengan tulang atlas, serta radius dengan ulna.
  • Sendi peluru yang memungkinkan gerak ke segala arah. Contohnya tulang lengan atas dengan gelang bahu, tulang paha dengan gelang panggul.
  • Sendi geser yang memungkinkan gerakan yang melengkung ke depan, belakang atau memutar. Contohnya tulang pergelangan kaki dan hubungan antar tulang belakang.

Sistem Gerak Otot

Otot menempel pada rangka atau tulang dan berperan untuk menggerakkan tulang. Cara kerja otot dibedakan menjadi sadar dan tidak sadar, tergantung dari jenis otot tersebut. jenis otot ini meliputi otot polos, lurik, dan otot jantung. Gerakan yang dilakukan otot bisa berupa gerak sinergis dan gerak antagonis.

Tiga Jenis Otot

Otot Polos

Bentuk dari otot polos ini adalah gelondong, menggelembung di bagian tengah, dan meruncing di bagian ujung. Jumlah inti yang ada pada otot polos adalah 1, dan terletak di bagian tengah. Sesuai dengan namanya warna dari otot polos ini adalah polos. Otot polos bekerja secara tidak sadar.

Otot Lurik

Bentuknya silindris dan memanjang, jumlah inti yang ada pada otot lurik ini banyak, dan letaknya ada di bagian tepi. Otot lurik bekerja secara sadar dan cepat dalam merespon rangsang. Otot lurik banyak ditemukan melekat pada bagian tulang.

Baca Juga :   Peredaran Darah Manusia : Pengertian, Komponen, Mekanisme dan Penyakit Yang Mengganggu

Otot Jantung

Bentuknya silindris dan bercabang, memiliki warna yang lurik dan membentuk anyamannya. Otot jantung bekerja secara tidak sadar, dan lambat dalam merespong adanya rangsangan. Otot jantung hanya terdapat di bagian jantung.

Sifat Kerja Otot

  1. Antagonis atau berlawanan yang merupakan sifat kerja otot yang saling berlawanan. Contoh otot dengan sifat kerja antagonis yang terdapat pada otot bisep, dan otot trisep. Gerakan otot untuk menengadah dan menelungkup di telapak tangan.
  2. Sinergis atau saling bekerjasama. Adalah sifat kerja otot yang sama. Contoh sifat kerja otot sinergis yang terdapat pada otot pronator teres dan pronator kuadratus, di telapak tangan.

Gangguan Dan Juga Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia

Gangguan dan kelainan sistem gerak pada manusia bisa terjadi di tulang, persendian, dan otot. Berikut penjelasannya :

1. Gangguan dan kelainan pada tulang

  • Lordosis : yaitu tulang belakang yang membengkok ke bagian depan.
  • Kifosis : tulang belakang yang membengkok ke belakang. Sehingga penderita kifosis akan selalu terlihat membungkuk.
  • Skoliosis : tulang belakang yang membengkok ke samping.
  • Fraktura : tulang patah.
  • Osteoporosis : tulang keropos.
  • Rakitis : kaki yang membentuk X/O.

2. Gangguan dan kelainan yang terjadi pada persendian

  • Atritis eksudatif: sendi bernanah
  • Atritis sika: sendi kering
  • Ankilosis: sendi menyatu sehingga tidak dapat digerakan

3. Gangguan dan kelainan yang ada pada otot

  • Tetanus: otot kontraksi terus menerus.
  • Atrofi: otot mengecil akibat serangan virus polio.
  • Kram: kejang otot karena aktivitas otot berlebihan

Demikian pembahasa lengkap mengenai sistem gerak pada manusia. Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk anda.

Baca Juga :