Sistem Integumen Yang Ada Pada Manusia : Kulit, Rambut, Kuku, Warna Kulit Dan Penyakit Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Sistem Integumen Yang Ada Pada Manusia, Kulit, Rambut, Kuku, Warna Kulit Dan Penyakitnya

Integumen – Kata integumen itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu integumentum, yang artinya adalah penutup. Sistem integumen adalah suatu sistem organ membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan atau manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem integumen ini meliputi kulit, ambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya seperti misalnya keringat atau lendir.

Seluruh bagian tubuh manusia di bagian terluar dibungkus oleh sistem, yang disebut dengan sistem integumen. Jadi sistem integumen adalah bagian sistem organ pada manusia di bagian terluar. Sistem ini terdiri dari kulit dan juga aksesorisnya, termasuk pada kuku, rambut, kelenjar seperti keringat dan sebaseous, serta reseptro saraf khusus. Yang menstimuli perubahan internal dan lingkungan eksternal. Sesuai dengan fungsinya, beberapa organ pada integumen memiliki fungsi yaitu untuk menutup organ atau jaringan pada manusia di bagian luar.

Sistem integumen manusia ini terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen juga mampu memperbaiki dirinya sendiri, serta memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang pertama. Atau sebagai pembatas diantara lingkungan di luar tubuh dan di dalam tubuh.

Kulit adalah organ tubuh pada manusia yang kontribusinya paling luas, pada total berat tubuhnya dengan jumlah 7%. Keberadaan kulit ini memiliki peranan yang penting, dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan. Serta mencegah masuknya agen yang ada di lingkungan misalnya bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit akan menahan jika terjadi beberapa kekuatan mekanik, seperti misalnya gesekan, getaran, dan dapat mendeteksi perubahan fisik pada lingkungan luar. Dengan demikian hal itu memungkinkan seseorang untuk menghindari terjadinya stimuli yang tidak nyaman. Kulit juga membangun sebuah barier yang memisahkan beberapa organ internal, dengan lingkungan luarnya. Serta ikut berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh yang vital.

Anatomi Sistem Integumen Pada Manusia

Kulit

  • Epidermis Kulit

Epidermis pada kulit terbentuk dari beberapa epitel skuamous yang terstratifikasi. Ada sedikit suplay darah dan juga reseptor saraf, hanya dengan lapisan yang paling dekat dengan epidermis. Membentuk lapisan yang paling luar sepanjang 0,1-5 mm. lapisan eksternalnya tersusun dari keratinosit atau zat tanduk. Lapisan eksternal ini biasanya terganti sekitar 3-4 minggu sekali. Epidermin dibagi lagi menjadi 5 bagian yaitu korneum, lusidum, granulosum, spinosum, dan germinativum.

Stratum koreneum atau lapisan tanduk adalah lapisan epidermis yang paling luar, yang tersusun atas beberapa lapis sel gepeng yang mati dan tidak berinti. Protoplasmanya pun sudah berubah menjadi keratin atau zat tanduk. Dengan lapisan yang lebih tebal di beberapa area, yang banyak terjadi gesekan pada permukaan luar khususnya pada tangan dan kaki.

Stratum ludisum adalah lapisan sel gepeng yang tidak memiliki inti. Lapisan ini biasanya terdapat pada telapak tangan dan juga kaki. Stratum granulosum adalah 2/3 lapisan inti yang merupakan lapisan gepeng, yang dimana sitoplasmanya berbutir kasar. Sedangkan mukosa tidak memiliki lapisan inti. Stratum spinosum atau lapisan malphigi memiliki beberapa lapisan sel, yang berbentuk polyangona. Stratum ini besar karena adanya proses mitosis atau pembelahan sel. Lapisan ini mengandung pigmen melanin, yang memberi warna pada kulit.

Stratum germinavitum adalah lapisan sel yang bentuknya kubus atau kolumnar dan juga vertikal. Yang merupakan perbatasan dengan dermis, dan tersusun seperti pagar dengan mengadakan mitosis. Dalam sitoplasmanya mengandung melanin. Penyambungan antara epidermis dan juga dermis, menghasilkan kerutan di permukaan kulit. Terdapat di beberapa ujung jari tangan, dan kerutan tersebut dinamakan sidik jari.

  • Dermis

Adalah lapisan yang berada di bawah lapisan epidermis, yang lebih tebal. Lapisan ini juga bersifat elastis dan tahan lama. Yang berisi jaringan kompleks di beberapa ujung syaraf, kelenjar sudorifera, kelenjar. Sebasea, folikel jaringan rambut dan pembuluh darah. Yang merupakan penyedia nutrisi bagi setiap lapisan di dalam epidermis.

Dermis tersusun atas dua lapisan yaitu :

  • Stratum Pappilare yaitu lapisan yang banyak mengandung kapiler dan makrofag, limfosit, sel mast dan leukosit.
  • Stratum Retikulare adalah bagian di dalam dermis yang lebih tebal dibanding stratum pappilare, yang di dalamnya terdapat lemak dalam kelompok besar atau kecil.
Baca Juga :   Ekskresi, Sekresi dan Defekasi : Pengertian serta Perbedaannya Lengkap

 

  • Subdermis

Lapisan ini berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan, diantara lapisan kulit dengan struktur internal seperti otot dan juga tulang. Di dalamnya terdapat pembuluh darah, saraf & limfe dengan jaringan penyambung yang berisi sel lemak. Jaringan lemak ini bekerja sebagai penyekat panas, dan menyediakan penyangga bagi lapisan kulit yang ada di atasnya.

Berikut ini beberapa fungsi kulit :

  • Proteksi atau melindungi. Kulit yang menjaga bagian di dalam tubuh pada gangguan fisik mekanis misalnya terjadinya gesekan, tarikan dan gangguan kimiawi yang menyebabkan iritasi. Adanya gangguan panas misalnya radiasi, sinar ultraviolet, gangguan infeksi dari luar misalnya bakteri dan jamur. Karena terdapat bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit dan beberapa serabut jaringan penunjang memiliki peran sebagai pelindung pada gangguan fisis. Melanosit juga memiliki peran dalam melindungi kulit pada sinar matahari, dengan melakukan tanning atau pengobatan dengan asam asetil.
  • Absorbsi atau menyerap. Kulit yang sehat tidak akan mudah menyerap air, larutan dan juga benda padat. Namun cairan akan mudah menguap dan lebih mudah diserap. Sama halnya dengan yang larut di dalam lemak. Permeabilitas kulit pada O2, CO2, dan juga uap air akan memungkinkan kulit menjadi ikut ambil bagian dalam fungsi respirasi. Kemampuan abrsorsi kulit ini, dipengaruhi dengan tebal atau tipisnya kulit, hidrasi, dan kelembapan metabolisme. Penyerapannya bisa berlangsung melalui celah yang ada diantara sel, dengan menembus sel epidermis, atau melalui saluran kelenjar yang lebih banyak.
  • Regulasi atau pengatur panas. Suhu tubuh akan tetap stabil walaupun akan terjadi perubahan suhu pada lingkungan. Yang dikarenakan oleh adanya penyesuaian antara panas yang dihasilkan, oleh pengatur panas yang dinamakan medula oblongata. Suhu tubuh normal manusia diantara 36-37,5 derajat, terutama untuk suhu kulit yang lebih rendah. Pengendalian persarafan dengan vasomotorik yang berasal dari arterial kutan, dilakukan dengan dua cara yaitu vasodilatasi  dan vasokonstriksi.
  • Eksresi atau pengeluaran. Beberapa kelenjar kulit yang mengeluarkan zat yang sudah tidak berguna atau zat sisa metabolisme, yang ada di dalam tubuh yaitu yang berupa NaCl, urea, asam urat, dan amonia. Sebum yang diproduksi oleh kulit kita memiliki kegunaan yaitu untuk melindungi kulit. Karena lapisan sebum akan menahan air yang berlebihan, sehingga kulit pun tidak akan kering. Produksi pada kelenjar minyak dan keringat, akan menyebabkan keasaman pada kulit.
  • Persepsi/Reseptor atau peraba. Yaitu kulit yang mengandung ujung saraf sensorik pada dermis dan subkutis. Respon pada setiap rangsangan panas akan diperankan oleh demis dan subkutis. Pada dingin diperankan oleh demis, dan perabaan ini diperankan oleh papila dermis dan juga markel renvier. Namun untuk tekanan diperankan oleh epidermis.
  • Pembentukan pigmen. Merupakan sel pembentuk pigmen atau melanosit, yang terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Melanosit akan membentuk warna pada kulit. Enzim melanosum dibentuk oleh alat golgi, yang dibantu oleh tirosinase, ion Cu, dan O2. Pada sinar matahari yang memengaruhi melanosum. Pigmen akan disebar ke epidermis melalui beberapa tangan dendrit, sedangkan untuk lapisan yang ada di bawahnya dibawa oleh melanofag. Sebenarnya warna kulit tidak akan selamanya dilakukan oleh pigmen, tetapi bisa juga oleh tebal dan tipisnya kulit, reduksi hb, dan juga karoten.
  • Keratinisasi. Keratinisasi ini dimulai dengan sel basal yang mengadakan pembelahan. Sel basal yang lainnya akan pindah ke atas, lalu berubah menjadi sel spinosum. Semakin lama intinya akan semakin menghilang dan kemudian keratinosit akan menjadi sel tanduk yang amorf. Proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus, seumur hidup manusia. Keratinosit juga melalui proses sintasis dan degenerasi, lalu menjadi lapisan tanduk yang berlangsung selama 14-21 hari. Untuk memberi perlindungan pada kulit pada infeksi secara mekanis-fisiologis.

Kelenjar yang terdapat pada kulit diantaranya yaitu :

  • Kelenjar keringat. Yang ditemukan pada bagian besar kulit di permukaan tubuh, khususnya terdapat pada telapak tangan dan juga kaki. Kecuali bagian  glans penis, bagian tepi bibir, telinga luar dan dasar kuku. Kelenjar keringat ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
  • Kelenjar Ekrin. Kelenjar ini berada di semua daerah kulit manusia. Salurannya pun bermuara langsung ke bagian permukaan kulit. Kelenjar ini juga melepaskan keringat sebagai reaksi, atas peningkatan suhu lingkungan dan juga suhu tubuh. Kecepatan pada sekresi keringat akan dikendalikan oleh saraf simpatik. Pengeluaran keringat biasanya terjadi pada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri, dan lain sebagainya.
  • Kelenjar Apokrin. Kelenjar ini terdapat di bagian aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan bermuara pada folikel rambut. Kelenjar yang satu ini juga aktif di masa pubertas, pada wanita jumlahnya akan membesar dan juga berkurang di masa haid. Kelenjar apokrin biasanya memproduksi keringat yang keruh seperti susu, yang diuraikan kembali oleh bakteri yang menghasilkan bau yang khas pada aksila. Di telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin, terutama yang disebut dengan kelenjar seruminosa yang menghasilkan serumen.
  • Kelenjar minyak. Kelenjar minyak akan mengsekresi substansi yang berminyak, yang disebut dengan sebum. Yang ada pada setiap folikel rambut, kecuali pada papila mamae, labia minora, dan sudut mulut. Fungsinya adalah untuk mengontrol jumlah sekresi minyak, ke dalam ruang diantara folikel folikel rambut dan batang rambut. Yang nantinya akan melumasi rambut, agar rambut menjadi halus, lentur dan juga lunak.
  • Kelenjar seruminosa. Adalah jenis kelenjar apokrin yang khusus, yang hanya ada pada metus auditorius. Misalnya tempat kelenjar yang memproduksi serumen.
Baca Juga :   12 Fungsi Usus 12 Jari Di Dalam Sistem Pencernaan Manusia Lengkap

Kuku

Kuku adalah bagian tubuh yang tumbuh di bagian ujung jari. Kuku tumbuh dari sel yang mirip dengan gel yang lembut dan mati, mengeras, lalu terbentuk lagi ketika mulai tumbuh kembali dari ujung jari. Kulit air yang terdapat pada pangkal kuku fungsinya adalah untuk melindungi kotoran. Fungsi utama dari kuku adalah untuk melindungi ujung jari, yang lembut dan penuh dengan urat saraf. Serta untuk meninggikan daya sentuh. Secara kimia, kuku juga sama dengan rambut yang terbentuk dari keratin protein. Yang kaya akan sulfurnya. Di bagian bawah kulit kuku, ada banyak jumlah pembuluh kapiler. Yang memiliki suplai darah yang cukup kuat, sehingga timbul warna kemerah-merahan di sana. Contohnya tulang dan gigi, kuku adalah bagian terkeras dari tubuh karena kandungan dan jumlah airnya sedikit.

Rambut

Rambut merupakan organ yang menyerupai benang yang tumbuh pada kulit hewan, khususnya mamalia. Rambut timbul dari epidermis atau kulit bagian luar, meskipun asalnya jauh dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Rambut ada pada seluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan juga kaki. Serta di bagian dorsal dari falang distal jari tangan atau jari kaki, penis, labia minora dan juga bibir. Rambut ini terdiri dari akar dengan sel yang tanpa keratin. Dan batang yang terdiri dari sel keratin.

Ada dua jenis rambut, diantaranya yaitu :

  • Rambut terminal (dapat yang panjang dan juga pendek)
  • Rambut velus (yang pendek, halus, dan lebih lembut)

Berikut ini beberapa fungsi dari rambut :

  • Untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk. Misalnya alis untuk melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata. Dan juga bulu hidung yang fungsinya untuk menyaring udara.
  • Sebagai pengatur suhu.
  • Sebagai pendorong penguapan keringat.
  • Sebagai indera peraba yang cukup sensitive.

Warna kulit pada manusia sangat beragam, dari warna putih mulus, kuning, coklat, kemerahan, atau hitam. Setiap warna kulit tersebut memiliki keunikannya sendiri, apalagi jika dirawat dengan baik sehingga dapat menampilkan karakter yang baik.

Warna kulit manusia ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :

  • Oxyhemoglobin yang berwarna merah
  • Hemoglobin yang tereduksi oleh warna merah yang kebiruan.
  • Melanin yang warnanya coklat.
  • Keratohyalin yang memberi penampakan opaque pada kulit
  • Lapisanstratum corneum yang berwarna putih kekuningan atau keabu-abuan.

Dari seluruh bahan yang membangun kulit, yang paling menentukan warna kulit adalah pigmen melanin. Banyaknya jumlah pigmen melanin di dalam kulit, ditentukan oleh beberapa faktor misalnya ras, individu dan lingkungan. Melanin dibuat dari tirosin yang sejenis asam aminodan dan oksidasi, tirosin juga diubah menjadi beberapa butir melanin yang warnanya coklat. Dan untuk proses ini harus ada enzim tirosinase dan oksigen.

Oksidasi tirosin menjadi melanin dan berlangsung lebih lancar pada suhu yang lebih tinggi, atau di bawah sinar ultraviolet. Jumlah, tipe ukuran dan distribusi pigmen melanin akan menentukan variasi pada warna kulit, dengan berbagai golongan, ras, atau bangsa yang ada di dunia. Proses pembentukan pigmen melanin pada kulit, terjadi pada beberapa butir melanosom. Yang dihasilkan oleh beberapa sel melanosit yang ada diantara beberapa sel basal keratinosit, yang ada di lapisan benih.

Penyakit Atau Gangguan Kelainan Yang Ada Pada Sistem Integumen Pada Manusia

Kanker kulit

Penyebab dari penyakit kanker kulit adalah tumbuhnya sel kanker yang tidak terkontrol, yang ada pada jaringan kulit. Bila tak diobati maka sel kanker akan menyebar ke organ lainnya seperti kelenjar getah bening, tulang, jaringan lunak, dan lain sebagainya. Kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling dominan di dunia. Di Amerika saja kanker kulit diderita oleh satu dari lima orang yang prevelensinya 20%, menurut yayasan kanker kulit.

Baca Juga :   Metabolisme Protein : Pengertian dan Fungsinya di Dalam Tubuh

Penyakit lupus

Yang menyebabkan penyakit lupus adalah autoimun atau kekebalan tubuh yang terganggu, yang diderita oleh lebih dari 1,5 juta rakyat Amerika. Normalnya sistem kekebalan tubuh pada manusia akan menjaga, tubuh dari serangan penyakit. Seperti virus, bakteri, dan bentuk lainnya yang berbahaya. Namun pada penyakit lupus, sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasikan bahaya. Sebaliknya ia akan menyerang sel tubuh yang sehat, kemudian merusak jaringan lunak seperti kulit dan bagian organ lainnya. penyakit lupus juga dapat menimbulkan masalah lanjutan, pada ginjal, sistem saraf, jaringan darah dan juga kulit.

Rubeola atau campak

Penyebab dari penyakit rubeola adalah adanya infeksi yang menyebabkan oleh virus, yang berkembang di dalam sel pada daerah tenggorokan dan paru-paru. Penyakit ini sangat menular, dan cepat menyebar melalui media udara. Misalnya saat penderita rubeola batuk atau bersin. Orang yang menderita rubeola akan merasakan demam, batuk, hidung yang berair, ruam pada kulit sebagai puncak dari penyakit rubeola tersebut. bila tidak dirawat dengan baik, maka akan menyebabkan komplikasi misalnya radang dan infeksi telinga, pnemonia, dan encephalitis atau pembengkakan pada otak.

Jerawat

Penyebab jerawat adalah terhalangnya pori-pori pada kulit oleh minyak, kulit mati, atau oleh bakteri. Setiap pori-pori yang ada pada kulit terdapat folikel, folikel yang terbuat dari rambut dan kelenjar minyak. Kelenjar minyak tersebut akan mengeluarkan sebum, yang berjalan melalui rambut atau bulu, kemudian keluar melalui pori-pori dan akan berakhir di kulit. Sebum akan membuat kulit menjadi lembab dan lembut, menjadi berjerawat. Beberapa hal yang sering menyebabkan jerawat diantaranya yaitu :

  • Terlalu banyak jumlah sebum yang dihasilkan oleh kelenjar minyak pada kulit.
  • Sel kulit mati yang bertumpuk di bagian pori-pori.
  • Bakteri yang tumbuh dan berkembang di bagian pori-pori.

Hemangioma

Adalah pertumbuhan daging atau kulit tetapi bukan jenis kanker yang pertumbuhan jaringan darahnya abnormal. Hemangioma biasanya ditemukan pada lapisan organ dalam, biasanya hati. Hemangioma ini disebabkan oleh faktor dari luar yang berkembang sebelum orang lahir, atau saat masih di dalam kandungan. Hemangioma yang ada di dalam hati tidak akan menyebabkan kelainan. Dan tidak terdeteksi sebelum diperiksakan diri. Biasanya pemeriksaannya pun tidak terkait dengan hemangioma.

Cold sore

Merupakan keadaan kulit yang melepuh, yang bentuknya bulat berisi cairan yang biasanya tumbuh di sekitar mulut atau wajah. Kadang lepuhan tersebut muncul di jari, hidung, atau di dalam mulut, tetapi hal itu jarang terjadi. Cold sore ini biasa juga disebut virus herpes, dan tidak ada pengobatan untuk mengobati penyakit tersebut. selain mengobati atau membasmi herpes itu sendiri. Penyakit ini juga bisa kambuh tanpa ada tanda-tandanya. Cairan di dalam cold sore ini juga menular.

Psoriasis

Adalah kondisi pada gangguan kulit kronis, yang cirinya yaitu muncul bercak merah yang terkadang menyerupai sisik pada kulit. Psoriasis bisa terlihat berbeda, tergantung dimana dan jenis apa yang menyerang seseorang. Gejalanya hampir mirip dengan eksim.

Rosacea

Adalah sebuah gangguan kulit kronis yang menyerang lebih dari 16 juta warga Amerika. Penyebabnya masih belum diketahui dan tidak ada obatnya. Tetapi belakangan ini ilmuwan mampu mengembangkan jenis perawatannya, yang bisa menekan gejala yang ditimbulkan oleh rosacea tersebut.

Ada empat jenis rosacea yang setiap jenisnya memiliki gejalanya sendiri. Kemungkinannya di dalam satu individu, dapat diserang oleh lebih dari satu jenis rosacea. Ciri khas dari penyakit ini adalah lingkaran kecil yang warnanya merah, di dalamnya terdapat nanah yang tumbuh pada kulit. Rosacea hanya tumbuh di bagian pipi, dan kening. Rosace juga bisa menghilang dan timbul dengan sendirinya, biasanya terdapat siklus terjadinya. Bila anda menderita rosacea, mungkin saja gejalanya timbul dan menghilang di kemudian hari.

Seborrheic Eczema atau Eksim Seborrheic

Eksim Seborrheic adalah suatu kondisi gangguan pada kulit. Yang juga dikenal dengan nama dermatitis seborrheic. Bila terjadi pada bayi biasanya disebut dengan cradle cap. Ada dua penyebab munculnya penyakit ini, yaitu produksi minyak pada sebum yang berlebihan dan jamur yang disebut dengan Mallassezia. Biasanya akan ditemukan pada kelenjar minyak kulit, yang menjadi penyebab iritasi. Meskipun tidak ada obatnya, tetapi anda bisa mengenalinya dan mempelajari penyebabnya. Sehingga anda bisa mencegahnya, dan menjaga kesehatan kulit secara rutin dan teratur.

Hives/Urticaria atau gatal alergi

Gatal yang disebabkan oleh alergi adalah perasaan gatal yang disertai dengan munculnya benjolan kecil pada kulit. Biasanya warnanya merah dan terasa sakit saat disentuh. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh reaksi terhadap pengobatan, atau alergi dari benda penyebab iritasi.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai integumen pada manusia. Semoga dapat menambah wawasan anda dan juga bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga :