Pemilu : Pengertian, Sistem, Cara dan Fungsinya Menurut Para Ahli Terlengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Pemilu, Fungsi, Sistem dan Caranya

Pengertian Pemilu – Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat, dan satu bentuk pemenuhan hak asasi warga negara di bidang politik. Pemilihan diadakan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Karena orang tidak dapat membatalkan secara langsung. Oleh karena itu diperlukan cara untuk memilih wakil dalam penyelesaian negara untuk periode tertentu. Pemilihan dilakukan dengan berpegang pada prinsip-prinsip langsung, publik, bebas, rahasia, jujur ​​dan adil.

Fungsi Pemilihan Umum :

  • Sarana memilih pejabat publik (formasi pemerintah),
  • Sarana akuntabilitas pejabat publik, dan
  • Sarana pendidikan politik untuk rakyat.

Menurut Austin Ranney, pemilihan untuk semua kriteria berikut:

  • Pelaksanaan secara berkala (regular election),
  • Pilihan yang jelas (meaningful choices),
  • Kebebasan mengumumkan kandidat (freedom to put forth candidate),
  • Hak pilih orang dewasa  secara umum ( universal adult suffrage ),
  • Pilihan bobot yang sama ( equal weighting votes ),
  • Kebebasan memilih (free registration oh choice),
  • Kejujuran dalam perhitungan suara dan pelaporan hasil (accurate counting of choices and reporting of results)

Cara Pemilu (Pemilihan Umum)

1. Cara langsung,

di mana orang-orang secara langsung memilih wakil mereka yang akan duduk di badan perwakilan rakyat. Misalnya, pemilihan di Indonesia untuk memilih anggota DPRD, DPR, dan Presiden.

Baca Juga :   10 Cara Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Menurut Julius Chandra

2. Metode multilevel,

di mana orang-orang pertama kali memilih wakil mereka (senat), kemudian wakil dari orang-orang yang memilih wakil rakyat yang akan duduk di badan perwakilan rakyat.

Sistem Utama Pemilu (Pemilihan Umum) :

1. Sistem Distrik:

Sistem distrik adalah sistem tertua. Sistem ini didasarkan pada kesatuan geografis. Dalam sistem satu unit ada satu perwakilan di parlemen. Sistem ini sering digunakan di negara-negara yang menerapkan sistem dua pihak, seperti Inggris dan Amerika.

2. Sistem perwakilan proporsional:

Dalam sistem perwakilan proporsional, jumlah kursi di DPR dibagi menjadi setiap partai politik, sesuai dengan jumlah suara dalam pemilihan umum. Khususnya di daerah pemilihan. Untuk tujuan ini, sebuah diskusi kemudian diadakan, misalnya 1 perwakilan di DPR mewakili 500 ribu penduduk.

3. Sistem campuran:

Sistem ini adalah campuran sistem distrik proporsional. Sistem ini mencerminkan wilayah negara itu menjadi beberapa daerah pemilihan. Suara yang tersisa tidak hilang, tidak dihitung dengan jumlah kursi yang belum dibagi. Sistem ini diterapkan di Indonesia sejak pemilihan umum 1977 dalam pemilihan anggota DPR dan DPRD. Sistem ini juga disebut proporsional berdasarkan sistem daftar.

Semoga dengan adanya ulasan di atas tentang Pengertian Pemilu bisa membantu Anda untuk memahami pengertian pemilu ini, semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca artikel ini.

Pelajari lebih tentang : Ulasan Tentang Sejarah Pendiri Budi Utomo