Yurisprudensi : Pengertian, Penafsiran, Prinsip, Dan Contohnya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian, Penafsiran, Prinsip, Dan Contoh Yurisprudensi

Contoh Hukum Yurisprudensi – Kata yuriprudensi berasal dari kata Jurisprudentia yang artinya pengetahuan tentang hukum. Bahasa lainnya adalah Jurisprudentie dari bahasa Belanda, dan Jurisprudence dari bahasa Prancis.

Pengertian Yurisprudensi

Yurisprudensi adalah keputusan hakim yang terdahulu di dalam suatu perkara, yang tak diatur di dalam undang-undang. Lalu kemudian dijadikan dasar oleh hakim lainnya, pada perkara yang sama. Yurisprudensi ini adalah salah satu sumber hukum.

Sehingga yurisprudensi terjadi karena adanya perkara yang tak pernah diatur di dalam undang-undang. Hakim pun diperbolehkan untuk membuat argumentasi, untuk menyelesaikan perkara tersebut. argumentasi hakim ini digunakan untuk kasus yang sama oleh hakim itu sendiri.

Definisi Yuriprudensi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Prof Subekti yurisprudensi adalah beberapa putusan hakim atau pengadilan, yang sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap yang dibenarkan oleh Mahkamah Agung sebagai pengadilan kasasi. Atau putusan dari mahkamah agung itung sendiri, yang telah memiliki kekuatan tetap.
  2. Menurut Sudikno Mertokusumo yurisprudensi adalah pelaksanaan hukum di dalam hal konkrit, yang dimana terjadi tuntutan hak yang dijalankan oleh suatu badan yang berdiri sendiri. Serta diadakan oleh negara dengan cara memberi putusan yang sifatnya mengikat dan berwibawa.
  3. Menurut Kansir yuriprudensi adalah keputusan hakim yang terdahulu, yang seriing diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim tentang masalah yang serupa.
Baca Juga :   Pengertian Korupsi Secara Umum, Menurut Para Ahli Dan Menurut Undang-Undang

Proses Yurisprudensi

Putusan hakim tidak dapat dibuat dengan semena-mena khususnya sebagai putusan yurisprudensi. Namun harus melalui beberapa tahapan dalam proses eksaminasi dan notasi sehingga sudah direkomendasikan, serta sesuai dengan standar hukum dari yurisprudensi tersebut.

Berikut penjelasan lengkapnya :

  1. Eksaminasi adalah meneliti dan juga memeriksa suatu keputusan.
  2. Notasi adalah penjelasan sementara atau bisa juga permanen, yang dicatat atas dasar suatu perkara.

Keputusan hakim tersebut harus memiliki beberapa syarat yang minim dan memiliki lima unsur, diantaranya yaitu :

  1. Memenuhi kriteria yang adil.
  2. Keputusan atas sesuatu yang pengaturannya tak jelas,
  3. Terjadi berulang kali dengan jenis kasus yang sama.
  4. Sudah dibenarkan oleh mahkamah agung.
  5. Keputusannya tetap.

Prinsip Yurisprudensi

  • Prinsip prioritas. Yaitu putusan hakim yang terdahulu yang memiliki kekuatan hukum, yang diikuti dengan para hakim dan badan pengadilan. Di dalam kasus yang sama.
  • Prinsip kebebasan.

Metode Dalam Menemukan Yurisprudensi

Disebabkan oleh peraturan perundang-undangan yang belum jelas, maka hal itu akan memperkeruh keputusan yang diambil oleh hakim. Dengan demikian hakim membuat beberapa macam penafsiran, yaitu sebagai berikut :

1. Penafsiran secara gramatikal

Hal ini biasa disebut dengan penafsiran dalam tata bahasa. Yang merupakan jenis penafsiran yang paling mudah, karena tafsirannya berdasar pada beberapa kata yang keluar dari mulut. Tetapi tetap dalam keadaan logis, dengan memiliki penjelasan yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

2. Penafsiran secara teologis atau sosiologis

Penafsiran ini akan mempelajari atau mengadopsi peraturan yang terdahulu, yang disesuaikan dengan perkara yang terkait. Menggunakan peraturan yang sesuai dengan berkembangnya zaman. Misalnya pencurian pada arus listrik yang tidak diatur di dalam tindak pidana pencurian itu sendiri.

3. Penafsiran secara sistematis

Baca Juga :   Politik Pintu Terbuka : Pengertian, Isi Pokok dan Tujuannya Lengkap

Setiap peraturan dalam undang-undang, tentu tidak berdiri sendiri. Tetapi saling terkait satu dengan yang lainnya. Penafsiran hukum ini dapat melihat bagaimana cara menghubungkan beberapa pasal, yang terdapat pada perundang-undangan.

4. Penafsiran sejarah

Penafsiran yang melihat bagaimana hukum itu disahkan, atau sejarah panjang dari hukum itu sendiri. Disahkan artinya kita melihat langsung bagaimana proses legilasi dilakukan, oleh para anggota legislatif. Dan mencari tahu apa yang dimaksud dengan mengesahkan. Dengan menafsirkan sejarah hukumnya, maka kita dapat melihat bagaimana sejarah, fungsi dan konsep hukum tersebut.

5. Penafsiran komperatif

Yaitu penafsiran dengan membandingkan hukum, yang sering digunakan untuk perkara yang asalnya dari sebuah perjanjian internasional.

6. Penafsiran futuristik

Yaitu penafsiran dengan melihat hukum yang belum disahkan.

Metode Hakim Dalam Mengambil Keputusan

Terdapat tiga metode, diantaranya yaitu peristiwa yang sama mendapat perlakuan yang juga sama. Misalnya hadiah dan hibah yang menjadi penjualan yang menjadi transfer barang. Yang kedua maknanya yang luas bisa dipersempit lagi. Misalnya pasal 1365 mengenai melawan pada hukum. Yang ketiga yaitu menyimpulkan sesuatu yang tidak pernah diatur.

Contoh perkara yang dimana terjadi penerapan hukum yuriprudensi, yaitu :

  1. Pencurian arus listrik
  2. Perkara perceraian
  3. Pewarisan harta gono gini
  4. Perjanjian internasional
  5. Keputusan perdamaian
  6. Terdakwa mengalami gangguan jiwa

Fungsinya

  • Menegakkan kepastian Hukum
  • Mewujudkan keseragaman pandangan hukum yang sama
  • Landasan hukum
  • Menciptakan standar hukum

Manfaat Yurisprudensi

  1. Sebagai sebuah pedoman untuk hakim dalam menyelesaikan perkara yang sama.
  2. Untuk membantu membentuk hukum yang tertulis.
  3. Sebagai pengetahuan untuk anak sekolah.

Itulah penjelasan lengkap mengenai yuriprudensi dan contoh hukumnya. Semoga dapat menambah wawasan anda dan memberi manfaat.

Baca Juga :

Baca Juga :   Pemilu : Pengertian, Sistem, Cara dan Fungsinya Menurut Para Ahli Terlengkap